Mereka berdua pun mulai menaiki motor dan meninggalkan mall tersebut. Dengan kecepatan masih rendah yang sengaja ia jalankan.
Alfa pun terus melihat gadis nya itu dari kaca spion, sepertinya gadis nya itu tengah menikmati angin malam nya saat ini.
Di lihatnya jalan-jalan pun yang biasanya sepi kini sepertinya sangat ramai dan di penuhi orang-orang yang berkendara.
Mungkin sudah biasa malam Minggu akan sangat ramai, dan di penuhi orang-orang yang sekedar menikmati malam Minggu dan para remaja yang sedang nongkrong.
Fanya yang sedari tadi memperhatikan setiap sudut jalan, yang begitu ramai. Dan penuh dengan anak-anak remaja yang tidak jauh berbeda umur nya dengan dirinya.
Menurut nya sangat aneh, entah lah mungkin karena dia jarang keluar dari rumahnya jadi merasa tabu saja.
Kini mereka berdua pun terhanyut dalam suasana malam yang ramai seperti sekarang dengan pikirin masing-masing.
''Kamu mau langsung pulang Fan?'' Alfa pun mulai membuka suara nya.
''Engga tau ka.'''
Kalau boleh jujur Fanya saat ini masih betah menikmati malam Minggu nya, untuk pertama kalinya ia keluar bersama orang lain.
''Ko engga tau sih Fan jawab nya? kamu masih betah ia jalan sama gue,'' ucap nya dengan tersenyum penuh kemenangan.
''Kita berhenti dulu di sini,aku lapar.''
''Terserah deh.''
''Kamu engga mau Fan, kalau engga mau ia udah kita pulang aja.''
Kemudian menepikan motor nya di depan tukang jualan nasi goreng.
''Emang kalau aku engga mau, Kaka bakalan beneran ngajak pulang gitu?'' ucap fanya.
Dengan tersenyum Alfa malah memilih masuk ke dalam tenda tukang nasi goreng, ia pun memegang tangan kecil fanya dan mengajak nya masuk.
Pikir nya ada benarnya nya juga apa yang di ucapkan gadis itu.
Alfa pun mulai mencari tempat duduk yang nyaman, untuk gadis nya itu dan segera memesan dua nasi goreng.
''Udah yuk. duduk dulu, kamu pasti lapar kan.''
Fanya pun memilih mengikuti nya dan ia pun duduk di sebelahnya Alfa.
Sambil menunggu pesanan datang Fanya hanya diam dan memainkan handphone nya, sedangkan Alfa diam-diam kini sedang memperhatikan nya.
Fanya pun kini sadar saat ini, dirinya sedang di perhatikan oleh Alfa. ia pun mencoba mencari kesibukan dengan terus memainkan handphone nya.
Tak lama nasi goreng yang tadi ia pesan telah datang dan siap mereka berdua makan.
''Nasi goreng nya udah datang Fan. buruan makan dulu keburu dingin nasi gorengnya,'' ucap Alfa dengan menyendok kan nasi dan memasukkan nya kedalam mulutnya.
''Ia ka'' jawab nya.
''Terus kenapa nasi goreng nya malah di liatin kaya gitu?'' ucap nya sambil kembali menyendok dan memasukkan kembali ke dalam mulut.
''Bukan di liatin ka, tapi berdoa dulu'' ucap Fanya dan menyendok nasi goreng dan memakan nya.
''kalau makan itu berdoa dulu ka, jangan di biasakan kaya gitu,'' ucap nya sambil kembali menyendok nasi goreng nya.
''Ia tadi lupa berdoa'' ucap nya sambil tersenyum.
''Dih alesan aja Ka!'' dengan muka datarnya sahut Fanya.
''Udah nanti aja marah-marah nya makan aja dulu nasi goreng nya, cepat abisin tuh masih banyak di piringnya'' ucap nya tersenyum menggoda.
''Hmm ia'' jawab nya kembali memakan nasi gorengnya.
Fanya memilih diam dari pada meladeni ucapan Alfa pasti banyak alesan, dan tak mau kalah. Pasti ujung-ujungnya dia juga yang akan kesel nantinya lebih baik ia makan saja pikir nya.
...*******...
Di toko sepatu ke tiga temannya Masih asik memilih sepatu, yang akan mereka beli. sudah ada beberapa pasang sepatu yang mereka masukan ke dalam keranjang .
"Tadi kaya nya Fanya lagi buru-buru ia, kelihatan nya lagi panik juga takut nya terjadi apa-apa'' ucap Ivana.
''Udah lah besok hari Senin juga bakalan ketemu juga, nanti juga kalau ada apa-apa sama Fanya bakalan nge hubungi kita'' ucap Tiara dengan terus memilih sepatu yang akan ia beli.
''Bukan gitu Ra. gue khawatir aja,'' ucap nya .
''Tenang aja Ivana, pasti Fanya baik-baik aja'' sahut Danisa dengan menengteng keranjang sepatu nya.
Padahal jam menunjukkan pukul 21.00 tapi mereka masih belum selesai memilih.
''Eh kita beli sepatu nya samaan yuk'' ucap Tiara mengajak teman-teman nya.
''Tapi kan Fanya ga ada Ara, terus kita ga tau kan ukuran sepatu nya nomer berapa? apalagi Fanya kan kecil juga badan nya pasti kaki nya juga kecil takut kebesaran nanti nya'' sahut Danisa.
''Tenang aja Danisa kan bisa di tuker juga nanti, kalau terlalu besar'' sahut Tiara.
''Bener tuh Danisa, nanti kita bisa tukar lagi ko'' ucap Ivana.
''Cepetan yuk, toko nya keburu tutup nih. kalau mau beli sepatu samaan'' ajak Tiara.
Mereka pun kembali sibuk memilih sepatu yang akan mereka beli samaan.
Tampak asyik, mereka pun memilih dan mencari model sepatu yang cocok untuk mereka berempat. Di selingi dengan obrolan dan bercanda mereka bertiga pun menemukan sepatu yang cocok untuk mereka kenakan.
Tanpa sadar pula toko yang mereka sedang di kunjungi, sebentar lagi akan tutup. terlihat dari kariayawan yang tengah membereskan barang, dengan segera mereka pun pergi membayar ke kasir .
Setelah selesai membayar mereka pun memilih lagsung pulang. karena jam menunjukkan sudah pukul sepuluh lebih, di dalam pun pengunjung sudah mulai sepi dan pulang.
Mereka bertiga pun keluar dari mall tersebut tengah berjalan ke arah pintu keluar.
Mereka tengah menunggu supir yang menjemput nya untuk pulang .
...*******...
Sedangkan Fanya kini tengah asyik sedang memakan nasi goreng nya dengan lahap.
Padahal tadi dirinya telah makan juga di mall bersama teman nya. tapi ia tetap dengan lahap memakan nasi gorengnya, tanpa ia sadari dirinya sedang di perhatikan oleh Alfa.
''Enak ia Fan,makan nasi goreng nya? " tanya Alfa dengan tersenyum bahagia.
"Engga juga." jawab nya dengan beralasan.
padahal sebenernya dia memang menyukai nasi goreng nya di piringnya pun sudah bersih habis ia makan.
"Kaka udah selesai makan nya?" tanya Fanya.
"Udah dari tadi juga," Jawab nya dengan muka datarnya.
"Kamu udah selesai makan nya? kalau udah selesai, yuk? buruan kita pulang. ke buru tengah malem pulang nya" ucap nya mengajak pulang.
"Kamu tunggu dulu di depan, Kaka bayar dulu nasi gorengnya.'' Dengan memberikan uang warna merah ia pun langsung pergi tanpa mengambil kembalian uang nya.
Terdengar suara teriakan memanggil dirinya, penjual nasi goreng yang ingin mengembalikan uang kembalian nya.
"Udah ambil aja uang nya buat bapak," berjalan keluar dari dalam tenda tempat ia makan.
"Terimakasih dek," ucap sang penjual nasi goreng tersebut.
"Ada apa kak?" tanya Fanya dengan memicingkan mata nya.
"Engga ada apa-apa" jawab nya .
"Oh, ternyata bisa berbuat baik juga nih ka Alfa sama orang-orang" pikir nya yang masih berdiri di sebelah tenda penjual nasi goreng.
"Sini buruan," ucap nya dengan menarik tangan nya dan berjalan menuju arah tempat motor terparkir. kemudian memasangkan kembali helem nya seperti tadi saat akan mengantar nya ke mall.
"Aku bisa memakai nya sendiri ka! engga usah Kaka pakein juga" ucap Fanya dengan nada kesel nya.
Alfa hanya tersenyum mendengar Omelan gadis di depan nya ini.
''Ihh nyebelin banget sih! baru juga di puji, nih orang udah bikin kesel lagi. Dasar cowok tukang maksa" gumam nya dalam hati.
Alfa kemudian memakai helm full face nya dan segera menaiki motor.
"Ayo buruan naik, kita pulang ke rumah, nanti tambah keburu malem di jalan nya.''
Fanya pun dengan segera menaiki motor Alfa
"Kamu pegangan nya yang kuat, nanti takut nya jatuh."
Dengan sengaja menjalankan motor dengan kecepatannya begitu tinggi.
Tak butuh lama, Alfa membawa motor melesat begitu cepat menyusuri jalanan yang begitu ramai orang-orang yang sedang menikmati malam Minggu nya.
Tanpa sadar Fanya memegang Begitu erat, saat motor melaju dengan kecepatan tinggi.
Alfa pun tersenyum apa yang di harapkan nya pun berhasil.
Tak lama motor yang ia kendarai pun telah sampai. Di depan rumah nya, tetapi Fanya masih belum sadar bahwa ia sudah sampai di depan rumah nya.
Alfa pun masih diam saat Fanya masih memegang dengan erat perut nya.
"Masih betah ia meluk gue kayak gitu?" ucap nya yang menyadarkan Fanya dengan terkejut langsung melepaskan tangan nya.
Dengan wajah yang memerah, ia pun membuka helem nya dan menyembunyikan dengan menundukkan kepalanya.
Dengan segera membuka kunci gerbang, Fanya pun langsung berlari masuk ke dalam rumahnya tanpa menengok Alfa kini yang sedang menertawakan tingkah gadis nya itu.
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments