Memaksa

''Aneh gimana coba? gue cuma lewat doang terus inget ini rumah kamu. Ia mampir dulu sebentar, kamu yang aneh bukan nya nawarin minum malah diam berdiri kaya gitu.''

''Kaya tamu aja harus di kasih minum, ia udah tunggu'' dengan ketus nya ia menjawab dan masuk rumah untuk membuat minuman.

Tak lama ia kembali lagi ''mau minum apa ka Al? mau minuman dingin atau hangat'' tanya nya.

''Anget aja''

''Hmm...Ia ka'' ucap nya sambil masuk kembali ke dalam rumah nya dan berjalan ke arah Dapur.

Fanya pun langsung membuat minuman itu sendiri. Dengan mengambil gelas dan di masukan nya gula teh dan air.

Dengan segera masuk membawa teh anget, Fanya pun selesai dan membawa ke dalam.

''Nih ka di minum teh angetnya, cepetan di minum nya nanti keburu dingin teh nya'' dengan raut muka mulai kesel dan menekuk wajah nya Fanya memberikan minum nya.

Lalu minuman itu Alfa minum meneguknya hingga habis

.

''Kak Al udah habiskan minum nya? terus kakak pulang kan sekarang?'' dengan polos Fanya menyuruh nya untuk pulang.

''Kamu kok kaya ngusir gitu?'' ucap nya dengan menekankan pertanyaan nya.

''Dih...nih cowok nyebelin banget sih! bukan nya cepat pulang malah duduk santai Terus,'' gumam dalam hatinya.

Saat ini Fanya menginginkan Alfa cepat pulang.

''Aku engga ngusir ko, kalau masih betah ia udah duduk santai saja.''

Dengan senyum memaksa Fanya pun menyuruh nya duduk lagi padahal hati nya ingin dia cepat-cepat pergi.

''Emang kamu mau kemana? Dari tadi nyuruh gue pergi mulu,'' tanya nya dengan menyelidik.

''Aku mau pergi sama temen-temen, makanya Kaka pulang aja'' Fanya pun mencoba menyuruh nya cepat pulang.

Entah kenapa saat ini Alfa malah betah melihat gadis depannya . Bukan ia tak mengerti, kata-kata gadis itu yang sedari tadi ia menyuruh nya untuk pulang.

''Kaka mau pulang jam berapa? aku mau pergi sama temen-temen aku!'' dengan menarik nafas dalam-dalam ia pun mencoba bertanya lagi.

''Kenapa mau malam mingguan sama cowok kamu?'' dengan wajah menggoda nya Alfa kembali menanyakan.

Padahal Alfa sendiri sudah tau jika Fanya belum mempunyai pacar. ia hanya memastikan seperti apa reaksinya jika di tanyain tentang pacar.

''Apaan sih ka nanya terus, terserah aku mau jalan sama siapa aja!'' ia pun menjawabnya dengan wajah kesel nya.

Fanya pun mencoba mengusap dada.

''Ya alloh aku harus gimana lagi, ngilangin nih cowok kalau bisa aku lempar ke sungai Amazon! kemarin Gavi di sekolah. Sekarang Kaka kelas nya Alfa, Belum juga selesai sama si Gavi jangan sampai sikapnya kaya Gavi kemarin'' gumam nya dalam hati.

Di lihatnya jam sudah jam setengah empat, dirinya masih belum bersiap-siap.

''Mau sampai kapan, nih cowok diam di sini nya. apa cowok di SMA Bintang gini semua'' pikirnya lagi.

Dengan menekuk Fanya pun kini memilih pasrah aja yang melihat Alfa masih betah.

''Kaka masih masih mau disini? nanti di temani sama Bi Lilis saja ia?aku mau ke atas dulu sebentar'' Fanya pun melangkah meninggalkan kan nya sendirian.

''Gue heran melihat sikap Fanya yang begitu cuek, malah buat gue jadi penasaran'' Gumam nya dalam hati.

Di sekolah malah cewek-cewek yang ngejar-ngejar, tetapi saat ini depan Fanya Alfa seperti tidak ada apa-apa nya.

Bahkan ada yang rela memberikan apa pun, termasuk tidur bareng. tapi untungnya Alfa bukan tipe cowok brengsek suka celap celup sembarangan.

Dan di lihatnya Fanya pun sudah pergi ke atas sekarang.

Tak lama Bi Lilis pun datang ke depan, untuk menemani Alfa yang tengah duduk sendirian dan sedang memainkan handphone nya.

''Maaf ia Den Alfa non Fanya mah emang kaya gitu, cuek kalau sama orang yang baru di kenal nya. kalau udah kenal mah, pasti cerewet nya minta ampun,'' ucap bi Lilis yang mengagetkan diri nya.

''Duh Bi bikin kaget aja!'' Dengan mengusap dadanya dan mengangguk kan kepalanya.

''Fanya kemana sekarang bi?'' tanya nya kini yang begitu penasaran.

''Lagi mandi dan siap-siap katanya sih,p mau jalan-jalan sama temen sekolah nya.''

''Maaf ia Den Alfa atas sikap ketus nya neng Fanya, kudu banyak sabar apalagi Sama orang baru susah deket dan beradaptasi.''

''Bibi siapa nya Fanya?'' dengan rasa penasaran nya mencoba menanyakan nya.

''Bibi mkh pengasuh nya, dari masih bayi bahkan sebelum berojol. Makanya bibi udah kaya anak sendiri, sayang pisan terus neng Fanya nya juga baik pisan.''

Alfa pun mengangguk kan kepala nya dan tersenyum jadi makin penasaran sama cewek satu ini.

Kini Alfa baru ingat dirinya tadi akan pergi menemui mamah nya dan pasti saat ini mamah nya sedang menunggu dirinya.

''Enggak apa-apa lah nanti di marahin sama mamah, karena telat datang ke rumahnya yang penting ia bisa tau sedikit tentang Fanya'' Gumam nya dalam hati saat ini Alfa sangat senang.

Dikamar Fanya saat ini sedang memilih baju yang akan ia pakai sama teman-teman nya.

Fanya pun memilih baju yang tadi ia beli saja bersama papi nya. Dengan memakai celana jeans, di padukan dengan kaos yang sedikit longgar dan rambut di Curly dengan make up tipis malah bertambah cantik .

Setelah selesai ia pun berjalan keluar kamar dan turun dari tangga.

Di lihatnya bi Lilis sedang mengobrol dengan Alfa begitu asyik ''Bi'' Fanya pun memanggil nya.

Kemudian Bi Lilis beranjak dari tempat duduknya.

''ia neng Fanya kenapa?'' dengan cepat Bi Lilis menyahut nya.

''Nanti kunci saja pintu gerbang nya,aku mau pergi sama teman-teman aku bi. Oh ia bi, aku juga udah bawa kunci yang satu nya lagi, jadi tenang aja bi.''

''Jangan pulang malem-malem neng Fanya bibi suka khawatir sendiri. kalau neng Fanya belum pulang.''

''Emm... ia bi'' dengan menganggukkan kepala nya.

Kini Bi Lilis pun masuk kedalam rumah dan meninggalkan Fanya dan Alfa berdua.

''Kaka belum pulang?'' tanya Fanya dengan tersenyum manis.

''Kenapa mau ngusir lagi?'' jawab nya dengan muka datar nya.

''Dih... suudzon Mulu'' jawab nya dengan ketus .

''Dari tadi juga ngusir gue Mulu? terus marah-marah mulu. Harus nya kalau ada tamu di sambut dengan baik Fanya,'' jawab nya dengan tersenyum dan menatap nya tanpa berkedip.

''Jangan liat aku kaya gitu! awas kalau mesum.''

''Kan sayang. Ada yang cantik di depan mata kalau engga di lihat jadinya mubazir,'' jawab nya sambil tersenyum dan menggoda nya kembali.

''Terserah'' dengan muka ketus.

''Jangan marah-marah Mulu. Dari tadi marah-marah terus, nanti cantik nya jadi ilang'' ucap nya dengan mengacak-acak rambut Fanya.

''Ih kak apaan sih, nanti rambutnya berantakan lagi'' dengan muka kesel ia pun melepaskan tangan Alfa dari kepalanya.

''Makanya jangan terlalu cantik jadi gemes liat nya'' Alfa pun tersenyum bahagia melihat gadis nya itu.

Bahkan malah terlihat lebih cantik pikir nya, tetapi ia harus lebih bersabar lagi mengahadapi Fanya saat ini.

Seperti nya ia bakalan susah Deket nya, beda dengan gadis lain dengan materi aja udah bisa ia dapatkan.

''Udah ah ka. aku mau berangkat dulu, Kaka kalau mau pulang silahkan.''

''Dih mulai ngusir lagi nih kaya nya, udah gue anterin pergi ke mall nya" dengan Kekeuh nya ingin mengantar nya.

''Enggak aku mau naik mobil aja.''

Tanpa bertanya lagi Alfa pun menarik tangan nya Fanya ke arah motor nya. Ia pun dengan segera memasangkan helem nya.

''Ini tuh helem nya sengaja gue beli kemarin. waktu Lo ngomng helem nya terlalu besar, kemarin yang minta. kamu juga yang harus pakai'' ucap nya dengan beralasan dan sedikit memaksa.

''Dih perasaan aku ga minta di beliin helem kemarin, jangan fitnah ka dosa tau ga.''

Dengan bicara lembut dan memakai kan helem di kepala nya, Fanya pun akhirnya diam tak banyak bicara seperti tadi.

''Udah ayo buruan naik, gue anterin ke mall sekarang ga usah nolak. terus gue juga ga akan bawa kabur kamu Fan,'' ucap nya dengan meyakinkan nya.

Fanya pun akhirnya dengan terpaksa, memutuskan untuk menurut kali ini tanpa membantah.

sepanjang jalan, Fanya hanya diam dan melihat-lihat sudut jalanan kota yang mulai padat oleh orang-orang.

*Bersambung .....

Maaf iya jika ada salah kata dan penulisnya ini novel pertama aku jangan lupa like komen dan vote .

Terimakasih untuk kalian yang udah baca novel aku ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!