Tepat pukul setengah sembilan Fanya sudah bersiap-siap untuk pergi. Dengan berpenampilan rapi rambut di urai panjang ia semakin bertambah cantik saja penampilan nya .
Fanya hanya tinggal menunggu papi nya, menjemput nya menuju rumah nya .
Tak lama Davin pun datang nyelonong masuk rumah nya, sambil membawa satu bok kue brownies kesukaan nya.
''Buat siapa itu vin kue nya?'' tanya nya .
''Buat Lo! mama tadi bikin, jangan lupa di makan katanya dan abisin brownies nya.''
''Taro aja di meja Vin,'' ucap Fanya.
''Udah gue taro di meja tuh. Wih... mau pergi jalan-jalan ia Fan?'' tanya Davin yang baru menyadari penampilan Fanya yang begitu cantik.
''Ia kemarin Papi ngajak aku buat jalan-jalan hari ini. Dia juga lagi di jalan mau jemput aku katanya'' dengan tersenyum bahagia Fanya pun menceritakan nya.
''Tapi engga sama nenek sihir kan kan jalan-jalannya?'' tanya Davin.
''Davin ih ga boleh ngomong kaya gitu,'' tegur Fanya .
''Dih emang kaya gitu kelakuan nya Fan. Gue juga masih inget waktu Lo di marahin sama tuh nenek sihir. Dan gimana tuh perlakuan nya sama Lo gue masih gedek Fan'' ucap nya lagi.
''Udah lah Vin kalau inget kejadian itu aku suka jadi kesel.''
''Kalau ada apa-apa chat gue aja ia Fan.''
''Ia Davin, lagian aku udah minta sama papih ko. kalau ada ka Wita dan Tante Nita aku ga mau dan papi juga bilang katanya cuman berdua.''
''Em..ia Fan''
"Non Fanya... tuan Andra sudah ada di depan? kata Tuan Andra, kata nya di tunggu aja di mobil'' ucap bi Lilis.
''kenapa engga di suruh masuk dulu?'' ucap nya.
''Katanya nunggu di mobil saja non, tadi juga udah di suruh masuk
''Ia udah deh Bi. Aku berangkat dulu, jangan kemana-mana. kalau ada apa-apa telpon aja atau bilang aja sama Tante Weni ia Bi.''
''ia siap non''
''Vin aku pergi dulu ia?'' melambaikan tangan dan meninggalkan Davin sendirian di rumahnya.
Libur kali ini Fanya memanfaatkan waktunya bersama papi nya. Untuk pergi jalan-jalan, nonton film di bioskop dan berbelanja segala macam dari mulai baju sepatu dan masih banyak lagi.
Hari ini Papi Andra sangat senang sekali, bisa mengajak Fanya jalan-jalan.
Fanya sangat lah susah di ajak jalan-jalan keluar atau pun di ajak ketemu sekali pun. Jika tidak mommy nya yang meminta .
Entah angin apa saat sekarang tiba-tiba saja Fanya bisa di ajak jalan-jalan keluar.
Tanpa di bujuk oleh mami nya, entah hati nya yang sudah mulai menerima keadaan atau mood nya yang sedang membaik .
''Pih.... kaki aku cape dan pegel kita istirahat dulu ia? '' dengan malu-malu Fanya meminta papi nya untuk istirahat dulu, ia sangat cape dari tadi berkeliling .
''Ia sayang kita istirahat dulu di meja itu ze.''
''Kamu mau minum apa ze? biar papi yang pesanin dulu?''
''Emm... aku mau boba aja pi'' jawab Fanya.
''Papi engga cape? dari tadi udah keliling belanja milih-milih baju dan sepatu'' tanya Fanya .
'' Engga Ze justru kali ini papi sangat senang, jarang-jarang kamu bisa papi ajak keluar'' Jawab nya.
Fanya pun hanya diam mendengar ucapan papi nya. Ia juga sangat menyadari dari kejadian terdahulu baru kali ini Fanya bisa di ajak keluar, dari dulu ia selalu menghindari nya dengan banyak alasan.
Padahal yang sebenarnya yang sangat ia hindari rasa kecewa yang begitu mendalam saat ini.
Kali ini ia sangat bingung dirinya harus bersikap seperti apa lagi sekarang.
Dari lubuk hati yang terdalam dia sangat menyayangi papi nya itu.
Tetapi karena rasa kecewa yang yang begitu besar ia memilih menghindari nya dan selalu menutup diri nya dari orang-orang yang mencoba mendekati diri nya.
...*****...
flashback off
kedua orangtuanya Fanya memang sudah bercerai, waktu Fanya masih kelas 3 SD dan Fanya memilih tinggal bersama Mommy nya saat ini.
Kedua orangtuanya pun sepakat untuk merawat Fanya bersama-sama. Agar anak semata wayangnya tak kehilangan rasa kasih sayang, walaupun mereka sudah berpisah.
Mommy nya Fanya memang selalu kerja ke luar kota semenjak kejadian delapan tahun yang lalu, ia lebih memilih berkarir dan membesarkan anak semata wayangnya .
Masih membekas dalam ingatan nya atas penghianatan delapan tahun yang lalu .
...******...
Dikamar yang serba mewah itu ke empat cowok itu masih tertidur, akibat kebanyakan minum minuman laknat.
Mereka baru terbangun setelah handphone nya Aji berbunyi terus. Tak lain pasti Bunda nya Aji, yang khawatir ia tak pulang semalaman .
Dengan terpaksa Aji mengangkat panggilan dari Bunda nya .
Setelah selesai berbicara Aji pun mencoba membangunkan ke tiga sahabat nya itu.
"Woii... kalian bangun semua. udah siang nih," ucap aji sambil berjalan ke arah kamar mandi .
"Ji ini jam berapa sih?" tanya Juno yang masih memejamkan mata nya.
"Jam Sebelas lebih Jun, buruan Lo bangun.'' teriak nya.
Alfa pun terbangun mendengar teriakan nya Aji, ia pun mencoba melihat jam di handphone nya.
ternyata benar menunjukkan jam sebelas lebih.
Ia pun bangun dan langsung pergi ke kamar mandi sebelah nya karena kamar mandi di kamarnya telah di isi teman-temannya.
Sedangkan Delta, ia masih tidur dengan nyenyak nya belum bangun sama sekali.
''Gue masih pusing kebanyakan minum semalam'' ucap Aji kini.
''Nyari makan dulu gih? gue lapar nih'' ucap Juno.
''Lo aja yang beli ji?'' ucap Juno.
''Gue masih pusing, mending lu aja yang keluar beli nya.''
''Dih alesan aja Lo bilang aja ga mau'' sahut Juno.
''Diem kalian berdua berisik banget gue masih ngantuk,'' ucap Delta sambil melanjutkan tidurnya lagi.
''Bangun Woii... Del udah siang nih'' ucap aji yang membangun kan Delta.
''Bentar lagi lah... masih pusing gue.''
''Mau kemana Lo Al?'' tanya juno.
''Ke balkon ngerokok'' dengan membawa satu bungkus rokok ia berjalan menuju balkon apartemen nya.
Ia mulai menyalakan roko nya dan menyesap nya lagi dan lagi entah sudah berapa roko yang ia habiskan.
''Bengong aja Al, lagi ngapain?''
Alfa pun menoleh ke arah belakang dan tersenyum menyungging.
''Dari tadi Lo disini bengong ga jelas, kenapa Al? ada masalah lo?'' melangkah dan mengambil satu batang rokok menyalakan nya korek api.
''Enggak kenapa-kenapa, gue lagi pusing saja Jun.''
Juno pun tersenyum kecil, menyesap kembali rokok nya terus menerus ''Udah lah jangan terlalu di pikirin'' imbuh nya.
''Emang masalah apa Al? biasa nya juga, Lo jarang di ambil pusing'' tersenyum menyesap kembali rokok nya.
''Jangan bengong melulu, mending Lo mikirin gimana cara mendekati si Fanya. kan si Fanya susah banget tuh Lo dekati'' ia tertawa meledek nya kembali.
''Brengsek Lo jun!''
Setelah beberapa menit mereka pun menyudahi merokok nya. Entah mereka habiskan berapa batang rokok, untuk menemani mengobrol mereka.
keduanya pun masuk kembali kedalam, di lihat nya Delta sudah tidak ada di tempat tidurnya.
kini dia sedang berada di kamar mandi, di lihatnya Aji masih belum kembali membeli makan siang.
Juno pun duduk dan mencoba menyalakan tv nya untuk mengalihkan kan rasa suntuk nya.
Dengan memakai jaket Hoodie dan mengambil kunci motor nya di dekat tv. Alfa pun meninggalkan ke tiga teman-temannya di apartemen nya, dengan berjalan ke arah pintu keluar kamarnya .
''kemana Lo Al? udah bawa kunci motor saja,'' tanya Delta yang baru beres mandi.
''Ke Rumah ngambil barang yang ketinggalan''
jawab nya berlari keluar.
Dengan kecepatan tinggi ia melajukan motornya, dengan menyalip kendaraan lain nya ia pun terhenti karena oleh lampu merah.
...******...
Di mall Fanya sudah mengajak nya untuk pulang, dengan merengek seperti anak kecil.
Tetapi papi Andra masih enggan untuk mengajak nya pulang, Papi Andra masih ingin menikmati hari bersama anak nya yang jarang ketemu saat ini.
Namun dengan kekeh nya, Fanya tetap ingin pulang saja. Papi Andra pun dengan terpaksa menuruti ke inginan putri nya untuk kembali pulang.
Mereka pun pulang kembali menaiki mobil nya ''kamu kenapa Ze?'' Papi Andra pun mencoba menanyakan nya.
''Aku engga apa-apa ko pi,'' Fanya tersenyum kikuk.
''Dari tadi diam saja, sejak keluar dari tempat belanja. kamu diam terus Ze ada masalah?'' kini terlihat dari cara bicara nya Papi Andra seperti merasa khawatir karena melihat putrinya itu diam terus.
''Nanti kalau ada apa-apa bilang ia, papi takut kamu kenapa-kenapa.''
''Ia pi,'' menganggukkan kepala nya dan melihat ke arah jendela mobilnya lagi.
''Papi mau mengangkat panggilan dari rekan bisnis papi dulu, tunggu sebentar ia ze'' ia pun menerima panggilan nya.
Tepatnya di lampu merah ia melihat seseorang tak begitu asing seperti mengenal nya, tak lain orang yang mengantarkan pulang kemarin sore.
''Dari mana ia ka Alfa? abis jalan-jalan kali sama pacarnya, ini kan hari libur orang ganteng kaya dia pasti udah punya pacar'' gerutu hatinya.
Fanya pun kembali memalingkan wajah nya ke arah depan, tak lama lampu merah pun kembali ganti jadi hijau dan mobil pun mulai berjalan lagi.
Alfa baru menyadarinya setelah lampu merah kembali hijau, jika cewek yang dia lihat dalam mobil itu adalah Fanya.
Tak lama ia melihat gadis yang ia sukai berhenti di pinggir jalan, di lihat nya seperti membeli jajanan yang menurut dirinya sangatlah aneh.
Alfa pun berhenti dan menepikan motor nya di pinggir jalan ''Jajanan apaan sih yang ia beli?'' Gerutu nya.
''Aneh tuh cewek,'' Fanya ternyata beli telur gulung. Terlihat dari gerobak penjual bertulisan telur gulung.
''Telur gulung itu seperti apa? apa enak?'' pikir nya kaya gini kali Definisi cewek aneh nih pikiran nya.
Tak lama mobil yang di tumpangi Fanya pun berjalan lagi, selang beberapa menit Mobil pun berhenti lagi.
kali ini berhenti di depan tukang batagor, ia juga melihat Fanya membeli batagor.
''ko dia mau ia jajan di pinggir jalan? apa engga malu?'' padahal kebanyakan cewek-cewek malas jajan di pinggir jalan. Dengan beralasan makanan nya ga higenis, tetapi Fanya malah milih makanan di pinggir jalan.''
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments