Di antar pulang

Fanya dan Ivana pun terkejut, melihat ke empat cowok itu tiba-tiba berhenti di depan halte bus aneh saja menurutnya.

''Fan ko si ketos kaya nya turun dari motor nya,'' ucap Ivana yang mulai Deg-degan.

''Fan ko kaya nya jalan ke arah kita, gimana nih? takut gue'' tanya Ivana yang udah mulai panik.

''Kita pergi aja yuk dari sini, aku juga jadi takut nih'' ajak Fanya.

Mereka berdua pun berdiri dan mencoba untuk keluar halte bus tersebut.

Tetapi saat akan melangkah, mereka berdua pun terhenti karena ada yang memanggil mereka berdua. Dengan pasrah nya mereka pun berhenti dan mencoba melihat suara yang memanggil nya.

''Kalian berdua lagi ngapain di halte bus?'' tanya Delta.

Dengan rasa gugup nya mereka berdua pun menjawab ''Ki-ta... lagi nunggu Taksi untuk pulang ka.''

''Kalau sudah mau sore begini taksi itu jarang lewat disini? Udah kalian kita anterin pulang.''

Delta pun mencoba memberitahu nya sekaligus kesempatan buat dirinya untuk mendekati wanita yang dia sukai.

''Rumah kita jauh ka,'' dengan beralasan Fanya pun menjawab.

''Engga apa-apa jauh juga, kalian berdua bakalan susah nyari taksi disini.'' Delta mencoba meyakinkan lagi.

''Kita juga lagi nungguin yang jemput ko tenang aja ka, jadi enggak usah repot-repot. kalau mau pulang silahkan duluan aja ka,'' Ivana pun mencoba menjawab lagi dengan berbohong .

''Kata nya lagi nungguin taksi? sekarang nungguin yang jemput? udah pulang bareng Kaka. Nanti di anterin nya juga sampai depan rumah. Yuk, buruan naik? motor nya juga ada dua ko. Ada ka Alfa sama Kaka, kalau mau sama Ka Aji engga bisa, udah ada ka Juno nanti malah keburu sore.''

''Udah ayo buruan naik,'' Delta pun mencoba memaksa tetapi dengan secara baik-baik .

''Gimana Fan... mau nunggu terus disini? apa bareng ka Alfa sama ka Delta?'' tanya Ivana.

''Ia udah kalau kamu mau di anterin sama mereka, aku mau nunggu saja di sini!'' jawab nya dengan memasang wajah dingin dan datar.

''Fan, beneran mau nungguin disini?''

''Emm.... ia'' dan mengangguk kan kepala nya.

''Fan kita ikut pulang aja yuk? takut nya ke buru sore, gue beneran takut Fan.''

Fanya pun menarik nafasnya dalam-dalam ''Ia udah deh terserah kamu Ivana.''

''Tapi.... kamu engga apa-apa kan Fan,'' tanya Ivana yang tak enak hati.

''Engga ko Ivana'' dengan senyum yang di paksakan.

Kini mereka berdua pun berjalan mengikuti Delta ke arah motor nya.

''Ia udah yuk, cepetan naik motor'' ucap Delta.

''kenapa lagi kalian berdua? malah diam berdiri kaya gitu,'' giliran Aji sekarang yang nanya.

''Tunggu sebentar ka?'' Fanya kini mengeluarkan suara nya.

''Ivana kamu duluan yang naik nya? nanti setelah kamu naik, aku juga ikutan naik ia'' ucap Fanya.

''Kamu duluan aja yang naik, Fan? nanti aku yang terakhir naik motornya,'' jawab nya lagi.

''Ivana.... kamu aja yang naik duluan.''

kini mereka berdua masih mempermasalahkan siapa yang akan naik duluan, hal sepele pun menjadi rumit buat mereka berdua.

ke empat cowok itu pun kini hanya menyaksikan perdebatan dua wanita di depan nya.

Mereka pun hanya menggeleng kan kepalanya, melihat tingkah nya seperti anak kecil saja.

''Kalian berdua sampai kapan berdiri di situ? hal kecil saja di bikin rumit,'' Ucap Alfa.

kemudian Alfa pun langsung turun dari motor nya, dan menarik tangan Fanya.

Tanpa sadar Fanya pun mengikuti Alfa yang menarik tangan nya.

Kini semua teman-temannya pun langsung melongo melihat aksi Alfa seprti itu. Tidak biasa nya juga Alfa akan bersikap seperti tadi.

Alfa pun langsung mengendarai motor nya langsung, tanpa melihat lagi teman-temannya tadi.

Sepanjang jalan Alfa hanya diam, belum mengeluarkan suara nya. Secara diam-diam Alfa hanya melihat wanitanya nya dari kaca spion motor nya.

Begitu pun Fanya dia masih betah diam dan bergelut dengan pikiran nya sendiri.

''Alamat rumah kamu di mana Fanya?'' kini Alfa pun mulai mengeluarkan suara nya.

''Di komplek harapan indah'' jawab Fanya dan diam kembali.

Dengan kecepatan tinggi mengendarai motornya, Alfa pun akhirnya sudah sampai depan rumah Fanya.

Dengan segera Alfa pun menepikan motor nya, Fanya pun dengan segera turun dari motornya.

''Makasih ka,'' ucap nya sambil membungkuk kan kepala nya.

Fanya pun langsung melengos pergi, dan membuka pintu pagar rumah nya.

''Lo ga mau nyuruh gue masuk dulu Fan'' tanya Alfa.

''Enggak deh ka, lain kali aja Kaka aku suruh masuk nya'' dengan polos nya Fanya menjawab dan melengos pergi masuk ke dalam rumah.

Alfa pun menggeleng kan kepalanya ''Dasar cewek aneh'' gumam nya dalam hati.

Kemudian Alfa pun menyalakan mesin nya kembali dan melajukan nya kembali.

Di lihat nya mobil terparkir di halaman rumah nya, sepertinya ia mengenal mobil itu ''ini kaya mobil papih'' gumamnya dalam hati.

Kemudian Fanya pun dengan segera masuk ke dalam rumah nya ''Papi kenapa kesini?'' tanya Fanya sambil mencium tangan nya.

''Papih sengaja ingin bertemu sama kamu, dan udah lama tak mengunjungi kamu kesini. Papih juga mau ngajak kamu jalan-jalan besok, kamu mau kan?'' ujar nya.

''Emm... gimana ia pi.''

''Papi juga udah minta ijin sama mommy kamu, jadi kamu engga perlu minta ijin sama Mommy. papih udah telpon semalam'' ucap nya lagi.

''Ia tapi.... aku mau jalan-jalan nya berdua aja pi, jangan ajak Ka Meta dan Tante Nita'' dengan jujur ia mengatakan nya.

Biasa nya dia akan menurut saja tanpa protes, setelah kejadian waktu di Yogyakarta Fanya tak pernah ingin berkomunikasi lagi.

Begitu menyakitkan buat dirinya atas perlakuan kasar ibu tiri nya itu.

ia pun semakin menjauh dari nya, dengan sengaja Fanya pun membatasi komunikasi dengan papi nya.

Rasa sakit yang begitu mendalam ia selalu menyembunyikan nya dengan Rapat-rapat, tak ada yang tau satu orang pun termasuk kedua orangtuanya .

......................

Di sisi lain Ivana telah sampai depan rumahnya, dengan malu-malu Ivana pun mengajaknya masuk ke dalam rumah.

Dengan lembut Delta pun menolak nya, mereka berdua hanya mengobrol sebentar dan bertukar nomor handphone saja.

Kemudian Delta pun pamit untuk pulang saja, karena teman-temannya sudah menunggu nya saat ini.

Kini ketiga sahabat nya itu tengah asyik mengobrol sembari menunggu Delta ditemani oleh minum minuman haram nya.

Delta yang baru sampai pun ikut langsung bergabung dengan ketiga sahabatnya itu.

''Gimana Al udah berhasil Lo sama si Fanya?'' tanya Aji kali ini.

Alfa pun hanya menyungingkan senyum nya, lalu meneguk minuman haram nya lagi sudah ciri khas ia jarang dan irit dalam berbicara sudah tidak aneh lagi.

''Nah Lo Del Gimana berhasil deketin Ivana? pasti Lo berhasil kali ini'' tanya nya.

Delta dan Aji yang sudah mulai tepar pun karena terlalu minum banyak, akhirnya mereka pun pulang dan menyudahi semua nya.

Mereka berempat pulang menuju apartemen mewah milik Alfa yang sudah ia tempati dua tahun ini.

Kemudian mereka pun pulang mengendarai motor.

Dengan terpaksa Alfa dan Juno pun yang membonceng nya mereka berangkat tidak membawa mobil.

Padahal Alfa sebenarnya sudah mulai pusing tapi untungnya tidak terlalu parah.

Dengan kecepatan tinggi mereka melewati jalanan yang sudah sepi itu Sampai di tempat parkiran apartemen nya milik Alfa .

''Aji gob*** diem lo! dari tadi lo kaga diem di motor'' Gerutu Alfa.

Mereka berdua pun memapah teman itu dan menaiki lift menuju kamarnya Alfa .

...******...

Di kamar Fanya tengah bingung memikirkan permasalahan dirinya dan papi nya itu.

Papi Andra mencoba untuk memperbaiki diri, tetapi Fanya masih belum bisa memaafkan kesalahan papi nya itu membuat diri nya begitu bingung.

Di lihat nya jam menunjukkan jam 00.20 malam, tetapi ia masih belum bisa menutup mata nya.

Ia pun memilih menonton Drakor saja.

Ia pun mencoba mengaktifkan handphone nya kembali, dan ternyata begitu banyak pesan masuk dari teman-temannya dan Gavi.

Bahkan ada beberapa panggilan tak terjawab dari Mommy nya, ia pun mulai membaca dan membalas satu persatu pesan masuk.

Saat akan menyimpan handphone nya kembali ada satu panggilan nomer tidak dikenal masuk.

Ia tidak mengangkat panggilan itu,dan memilih mengabaikan nya. Untuk kedua kalinya ia masih tak mengangkat nya, untuk panggilan yang ke tiga kali nya barulah ia mengangkat nya.

''Hallo'' tanya nya .

''ko engga ada suara nya''

hening.

Diam masih belum ada suara, saat akan mematikan panggilan nya terdengar suara memanggil nya.

Ia pun langsung menjawab nya, ''siapa?'' tanya nya.

''Gue Alfa tadi yang nganterin Lo pulang.''

'' Oh... kenapa lagi ka?'' tanya nya lagi.

''Masih belum tidur?''

''Belum ngantuk ka'' jawab nya lagi.

''hening''

''ka ... ka ... ka''

''ka'' Masih belum menjawab nya.

''Ia.''

''Kaka ada apa? ada perlu apa? Kaka nelpon aku tengah malam?'' tanya nya.

''Engga ada apa-apa cuman mau denger suara kamu aja, kamu cepetan tidur jangan nonton Mulu.''

Panggilan pun di matikan belum sempat menjawab Fanya pun.

Fanya pun di buat bingung lagi.

Akhirnya ia pun memilih untuk tidur saja saat ini dari pada mikirin masalah Yang ada tambah ribet pikir nya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Waahh kayaknya Delta lebih gercep dari Alfa,,

2023-08-09

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Papi sama Mami nya cerai ya, kok gak tinggal serumah?

2023-08-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!