Gugup

Melihat Fanya yang sudah masuk kedalam rumah nya. Alfa pun dengan segera, menancapkan gas nya kembali pulang menuju rumah nya kali ini.

Tak terasa sudah jam sebelas lebih, dengan kecepatan tinggi. Di tengah jalanan yang kini mulai sepi, Alfa masih membayangkan pipi kemerahan fanya yang malu-malu akibat ulah diri nya sendiri.

Malam Minggu kali ini ia begitu senang berbeda dengan malam Minggu sebelum nya.

Ia hanya akan menghabiskan waktu, di apartemennya atau pergi ke club malam bersama ke tiga temannya.

Tak lama Alfa sudah sampai di depan gerbang rumahnya. yang besar ia tak perlu memerlukan waktu lama, untuk sampai ke rumah dengan melajukan motor kecepatan tinggi ia akan cepat sampai .

''Pak tolong buka pintu nya,'' ucap Alfa pada Rudi satpam rumah nya.

''Oh Den Alfa saya kira siapa, baru pulang ia Den?''

''Em ... ia Bapak sama Ibu sudah tidur ia pak?'' tanya nya.

''Udah Den, orang-orang rumah semuanya sudah tidur.''

Kemudian Alfa pun mendorong motor nya, takut papah nya yang sedang tidur pun terbangun oleh suara motor nya .

''Pak, nanti tolong masukin motor nya ke dalam garasi ia!'' ucap Alfa menyuruh Pak Rudi.

Alfa pun membuka pintu nya yang masih belum di kunci oleh pelayan di rumah nya. Dan berjalan menuju tangga, karena kamar nya berada di lantai dua.

Kemudian ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya.

Di lihatnya kamarnya masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah sama sekali.

Ia pun langsung membaringkan badannya, di atas kasurnya yang begitu empuk dan nyaman.

Ia pun mencoba memejamkan matanya, tetapi ia malah kembali mengingat pertemuan nya dengan Fanya hari ini.

Kemudian ia pun tersenyum sendirian di dalam kamarnya saat ini.

Orang-orang pasti akan mengira jika dirinya gila karena senyum-senyum sendirian di kamarnya.

Tak lama ia pun tertidur dengan pulas nya dan Belum sempat Menganti pakaian nya .

...******...

Kini Fanya di kamarnya tengah berbaring merebahkan tubuhnya. Ia pun ikut mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, Fanya begitu malu saat ini.

''Apa yang harus ia lakukan jika bertemu ka Alfa?'' benar-benar malu pikir nya.

Di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul dua, tapi ia masih belum bisa memejamkan mata nya ia masih mengingat kejadian tadi.

Ia pun mencoba mengalihkan agar ingatan itu hilang dari pikiran nya. Dengan membuka hp nya, melihat isi galeri nya satu persatu. melihat foto mommy nya ia pun jadi kangen mommy nya.

''Kapan sih Mommy pulang? masih lama ga ia jadi kangen,'' gumam nya dalam hati.

Akhirnya ia pun mencoba memejamkan matanya dan ia pun mulai tertidur di kasur nya yang empuk dengan pulas nya.

...******...

Jam pun menunjukkan pukul 06.30 tetapi fanya masih belum membuka matanya.

Terdengar suara ketukan pintu kamar, tetapi ia masih tak mendengar suara ketukan pintu kamarnya.

Entah karena masih ngantuk atau memang ia masih betah di kasur empuknya dengan di temani rasa dingin ia pun memilih menarik selimutnya kembali.

Setelah beberapa saat, suara ketukan pintu pun kembali terdengar. tetapi kali ini di barengi suara teriakan yang memanggil nama nya.

Tak lain, ialah Davin Yang akan mengajak nya berolahraga keliling komplek.

Karena masih tak bangun terpaksa Davin pun memilih pergi sendiri.

Kali ini Fanya benar-benar ngantuk akibat dari tidur terlalu larut malam.

Ia pun memilih melanjutkan tidurnya kembali setelah beberapa kali terdengar suara ketukan pintu yang membangunkan dirinya .

...*****...

Di kamar Alfa pun terbangun oleh Sinar matahari yang menerobos masuk lewat jendela kamarnya.

Ia pun menggeliat kan tubuh nya dan segera bangun dari tempat tidurnya.

Di lihatnya badan nya masih menggunakaan jaket,baju dan celana yang semalaman belum sempat ia ganti .

Terdengar suara ketukan dari luar kamar yang membangun kan dirinya ''Masuk aja. Engga di kunci ko,'' ucap Alfa yang sedang membuka jaketnya.

''Kamu baru bangun Al? mamah ga tau. kamu semalam kesini, biasa nya juga suka tidur di apartemen kamu,'' dengan lembutnya ia pun bertanya.

''Jam sebelas lebih semalam aku pulang. sengaja motor nya juga aku ga di nyalain, takut ganggu Mama sama papa lagi istirahat. Dari kemarin kan mama nyuruh aku buat pulang dulu.''

''Kamu belum mandi ia Al? cepat buruan mandi nya Al terus buruan turun ke bawah. Ada yang mau papah omongin sama kamu Al,'' ucap nya dengan melihat ke arah anaknya yang baru bangun tidur.

''Emang apa lagi mah, yang mau papah obrolin sama aku? pasti ga jauh dari urusan perusahaan dan masalah sekolah aku kan.''

''Sudah Al, turutin aja papah kamu. mungkin ini, lebih penting dari yang kamu bayangkan.'' ucap nya sambil mengelus rambut nya Alfa.

''Mah apa sepenting itu yah? Engga bisa gitu di obrolin nya lain kali aja.'' Ucap Alfa dengan muka di tekuk.

''Udah Al cepat mandi dan segera turun ke bawah. kamu kan belum sarapan sama sekali, Mungkin kali ini papah kamu ada hal yang ga bisa di tunda lagi. Mamah juga minta tolong sama kamu. lihat Gavi adik kamu yang dari kemarin galau, ga mau keluar kamar gara-gara di tolak sama cewek di sekolah. Mamah udah pusing.'' Dengan melengos pergi dari kamar Alfa dan turun lagi ke bawah.

Alfa pun duduk kembali sebelum pergi ke kamar mandinya. ia pun menarik nafasnya dalam-dalam, untuk menenangkan pikirannya sebentar.

Lalu setelah merasa tenang pikiran nya, dengan segera Alfa pun pergi ke kamar mandi dengan membawa handuk nya.

''Pasti papah lagi menunggu nya di ruang kerjanya,'' Gumam nya.

Tak lama ia pun selesai mandi, dengan segera memakai baju yang sudah ia siapkan sebelum nya.

Alfa pun keluar dari kamarnya dan segera turun ke bawah.

Di lihat mamanya kini sedang menonton acara tv "Eh Al kamu udah selesai mandi nya? kamu sarapan dulu Al, papah ada di ruang kerjanya lagi nunggu kamu katanya.''

Alfa pun duduk di meja makan dan mengambil satu lembar roti di tambah selai kacang ia pun memakan nya dengan begitu lahap.

"Al nanti kalau udah selesai langsung ke ruang kerja papah ia, terus jangan lupa liat adik kamu Gavi di kamar!" ucap nya dengan tegas.

"Ia mamah bawel banget sih, " Jawab nya .

"kamu mau mama buatin susu hangat Al?''

"Engga usah mah, aku minum susu yang ada di kulkas aja'' jawab nya dan memakan kembali roti nya.

Mamah Alfa pun mengangguk kan kepalanya dan kembali menonton acara tv nya lagi.

Alfa pun selesai dengan sarapan nya, kemudian ia pun pergi dari meja makan dan langsung menuju ruang kerja papah nya.

Alfa pun berdiri di depan pintu ruang kerja papah nya.

Dengan rasa ragu nya, ia pun mencoba mengetuk pintu ruang kerja papah nya.

Begitu gugup yang saat ini sedang ia rasakan, entah kenapa saat berbicara dengan papah nya pasti nyali nya pun langsung menciut.

Makanya Alfa lebih baik memilih menghindari nya setiap kali ia bertemu, tetapi kali ini ia tak bisa menghindari lagi.

Sepertinya ada sesuatu yang penting yang harus Alfa selesai kan dengan papah nya .

Tok....tok...tok...

Alfa pun mengetuk ruang kerja papah nya, setelah beberapa kali mengetuk pintu akhirnya papah nya pun menyuruh nya masuk.

Ia tak bisa membohongi dirinya sendiri, dirinya benar-benar gugup. lebih baik menghadapi musuh nya dari pada mengahadapi papah nya sekarang.

Bersambung....

Terimakasih teman-teman yang sudah mau membaca cerita aku kali ini mudah-mudahan kalian terhibur dengan cerita aku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!