Sepi

Alfa pun mencoba menenangkan diri nya, sekarang dengan menarik nafas dan membuang nya kembali.

''Papah kenapa manggil aku?'' dengan rasa gugup nya Alfa pun mencoba membuka suara nya dengan memberanikan dirinya.

''Kamu tahu Al? kenapa papa memanggil kamu ke ruang kerja papah kali ini,'' ucap nya dengan tegas.

''Enggak Pah'' Dengan menggeleng kan kepalanya jawab nya.

''kali ini papah ingin mengobrol serius dengan kamu Al'' Ucap nya langsung tanpa basa basi.

''Papah minta kamu untuk segera Fokus dengan sekolah kamu. Dan bisa lebih serius lagi dalam belajar nya. Papah juga ga mau, denger kamu terus tawuran dengan sekolah lain lagi. apalagi berantem di sekolah, Dan berhenti pergi ke club malam bersama teman-teman kamu, sudahi Alfa semua nya'' ucap dengan tegas.

''Papah.''

''Kenapa Al kamu keberatan dengan semua itu? kamu engga suka papah larang? ini untuk masa depan kamu juga. mulai sekarang kamu harus mulai membantu papah mengelola perusahaan. kedepannya juga kamu yang akan memegang perusahaan papah.''

''Pah... Gavi juga sama anak papah! kenapa aku terus, yang papah suruh untuk membantu papah. Dan mengurus perusahaan, bisa juga nanti kan setelah aku lulus kuliah!'' jawab nya dengan penuh kekesalan.

''Alfa kamu itu harapan papah satu-satunya nya! anak kandung papah satu-satu nya!. Jangan malah menyuruh orang lain, untuk memimpin perusahaan yang papah bangun sendiri. Masalah kamu belum lulus sekolah. kamu tak usah jadikan semua itu sebagai alasan. Setelah lulus sekolah nanti, kamu langsung pegang perusahaan. Dan papah minta, kamu berhenti bermain-main di luar sana. atau semua fasilitas kamu papah cabut!'' dengan nada begitu tinggi membentak. akhirnya rahasia yang ia tutupi terdengar jelas di telinga Alfa saat ini.

Alfa yang mendengar nya pun begitu terkejut, perihal dirinya dan Gavi ternyata bukan kakak adik seutuhnya.

''Papah punya hutang penjelasan sama aku? maksud papah apa? aku bukan Kakak kandung Gavi lebih tepatnya Gavi bukan anak papah,'' ucap nya dengan tegas.

''Mulai dari sekarang tolong penuhi keinginan yang papah tadi di bicarakan.''

''Maksud kamu hutang penjelasan apa? kamu tidak perlu tau semuanya saat ini. Biar ini menjadi urusan papah dan mamah kamu, kamu tidak perlu tau semua nya sekarang!'' ucap nya lagi .

''Kamu hanya perlu Fokus saja di mulai dari sekarang. Dengan semua yang telah papah ucapkan tadi '' ucap nya dengan mencoba menekan kan kembali .

''Oke. aku akan fokus sama yang papah bilang, tapi ada syaratnya. penuhi permintaan satu ini hanya satu permintaan dan papah harus memenuhi ke inginan aku.'' ucap nya yang mencoba bernegosiasi dengan papah nya .

''Jangan macam-macam kamu Alfa! Apa keinginan kamu Alfa? sebutkan semuanya mau motor baru atau mobil baru lagi!''

''Tanpa aku kasih tau juga papah pasti sudah tahu semuanya. Dan kali ini papah harus bantu aku, untuk terus dekat dengan nya dan aku mau menikah sama dia!'' ucap nya dengan tegas.

Dengan di penuhi rasa terkejut, ''Jangan gila Alfa! kamu itu masih sekolah masa depan kamu masih panjang,'' bentak nya .

''Bukan gila Pah, tapi! aku sangat menyukai dan menginginkan nya'' sahut nya.

''Dan papah harus memenuhi keinginan aku, jika ingin aku berubah seperti yang papah ingin kan'' ucap nya .

''Oke... papah akan menuruti ke inginan kamu, dan kamu harus menepati janji kamu kepada papah. kamu tahu jika kamu melanggar semuanya'' ucap nya dengan penuh ancaman dan tersenyum menyeringai.

Dengan menyungingkan bibirnya, Alfa pun tersenyum penuh kemenangan saat ini. Entah rencana apa yang papah nya akan lakukan kali ini.

Tapi yang jelas membuat dirinya senang, dengan rencana nya sekarang memang terlihat sedikit licik pikir nya.

Tak lama mereka berdua pun telah selesai dengan obrolan nya, kini Alfa pun keluar dari ruang kerja papah nya dan berjalan keluar untuk menemui mamah nya yang sedari tadi asik menonton acara tv.

''Mamah belum selesai ia nonton nya?'' tanya Alfa ia pun memeluk mamah nya.

''Ada apa sayang? kamu udah selesai bicara sama papah kamu,'' tanya nya.

''Udah'' jawab nya dengan terus bergelayut manja.

''Sekarang kamu mau kemana al?'' tanya nya dengan tatapan penuh curiga melihat putra nya melepaskan kembali pelukannya.

''Al bisa ga kamu sebelum pergi liat kondisi adik kamu? sekarang dia kaya nya ga mau keluar kamar. Mamah udah pusing dari kemarin omongan mamah engga dia dengerin'' ucap nya dengan penuh rasa khawatir.

''Kenapa?'' tanya nya .

''kemarin sore bilang nya, abis di tolak sama cewek Al di sekolahnya. kira-kira kamu tau ga? siapa cewek yang menolaknya di sekolah itu,'' tanya nya .

''Enggak'' jawab nya dengan muka datar nya.

Padahal dirinya sudah tau siapa yang menolak nya tak lain masih wanita yang sama yang dia sukai tetapi memilih menjawab nya dengan berbohong.

''Beneran Al kamu ga tau? coba dong kamu cari tau sama teman-teman nya Al.''

''Mah udah! biarin aja cuma butuh waktu sendiri aja Gavi saat ini, liat aja mah nanti juga bakalan keluar dari kamar nya'' ucap nya Dengan menenangkan.

''Al mamah takut aja.''

''Mamah juga tau Gavi gimana, engga akan lama nanti sore juga keluar'' ucap nya sambil berjalan keluar membuka pintu rumahnya.

''Ada benar nya juga ucapan Alfa, Gavi kan kalau lagi sedih ga akan lama.'' gumam nya dalam hati dan ia pun kembali menonton tv nya.

''Al mau kemana kamu?'' teriak mamah nya melihat Alfa yang sudah berlalu pergi.

''Pergi ada urusan sama temen mah,'' dengan melajukan motornya ia pun pergi sampai tak terlihat lagi.

''Huh dasar anak yang satu ini bikin jantungan Mulu Kalau ada di rumah, '' gerutu mamah Rasti .

...******...

Di kamar Fanya masih memejamkan mata nya, ia masih enggan untuk bangun dari tidur nya.

Di lihat jam menunjukkan pukul 09.30.

''Masih ngantuk,'' gumam nya dalam hati ''tapi udah mau siang'' pikir nya lagi.

Ia pun bangun dari tidurnya dan mencoba mengumpulkan serpihan nyawanya, yang masih tertinggal di alam mimpinya.

Kemudian turun dari tempat tidurnya ia berjalan ke arah kamar mandinya dan mengambil handuk nya.

''Langsung mandi aja deh, kalau nanti jadinya suka males lagi'' gumam nya dalam hati.

Kemudian ia pun memasuki kamar mandinya, dan segera membersihkan badan nya. Tak lama ia pun telah selesai ritual mandi nya dengan segera memakai baju yang ia bawa tadi ke dalam kamar mandi.

Setelah selesai mandi dan memakai baju nya, ia pun langsung turun kebawah.

''Sepi amat nih rumah, Bi Lilis kemana sih? apa lagi pacaran ia sama mang Jono satpam kompleks'' gerutu nya sambil tertawa cekikikan sendiri.

Ia pun duduk di meja makan nya.

Di lihatnya sarapan yang tadi di buat oleh Bi Lilis masih utuh.

''Ivana lagi apa ia Sekarang, ko ga ada yang nge chat sih mereka bertiga. apa jangan-jangan mereka marah semalam di tinggal pulang sama aku, mending chat aja ia mereka.''

Fanya pun mulai membuka hp nya dan mencoba mengirimkan pesan nya. Tetapi di lihatnya ternyata tidak aktif ke tiga teman nya itu .

Bersambung ...

Hey kalian yang masih baca cerita aku terimakasih .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!