[ 14 ]
"Suram ! katamu " Kurenai tidak dapat berkata kata,ia menggertakkan gigi nya karena marah.
Tubuh nya menggigil karena menahan amarah yang meluap pada dirinya.
"Mati sana !"ucap kesal Kurenai yang kemudian melesat kan pukulan di kepalan tangannya.
Bugh..
Pukulan tersebut langsung mengenai punggung ku dengan keras.
"Argh... "ucap kesakitan yang ku perlihatkan pada Kurenai.
Tapi di balik itu senyum tersembunyi dapat di lihat di wajahku,pukulan yang sebenarnya tidak memberi kan efek apapun kepada tubuhku, karena tubuh ku sendiri telah di lapisi oleh sihir pelepasan yang kugunakan sebelum aku di belenggu.
Bagaimana pun entah bagaimana belenggu sihir yang menekan energi sihir ini tidak berefek ketika aku menggunakan sihir pelepasan , mungkin karena aku menggunakan energi alam sebagai pondasi untuk menciptakan sihir ini .
"Hm ! ... "dengus kesal dari Kurenai .
Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam istana dan tidak butuh waktu yang lama untuk sampai di aula istana yang telah di kumpulan berbagai petinggi kerajaan.
Aku,Kurenai dan beberapa iblis yang lain ketika melihat ku memiliki berbagai reaksi,entah apa yang di pikirkan mereka.
Hmm apakah aku telah menyingung mereka,bukankah aku adalah manusia yang baik dan berbudi luhur , rasa kebanggaan yang tidak dapat di bendung terngiang di dadaku.
Tetapi pikiran ku di buyar kan oleh sebuah tawa yang kecil dan manis walau mengandung aura dan nafas yang penuh dengan rasa dingin.
"Kukuku... apakah ini manusia yang di panggil pahlawan gagal itu,ia tidak seperti yang di katakan para manusia-manusia sampah itu "ucap seorang ratu iblis yang memiliki penampilan gadis smp yang memiliki ketinggian hanya 150 cm , dengan 2 tanduk yang mencuat di samping kanan kepalanya, yang lebih tepatnya di atas telinga kanan dan kiri nya.
"Heh... apakah ini ratu iblis ,sungguh manis tetapi terlalu kecil"ucap ku tanpa menahan diri.
"Kau manusia cukup berani menggoda ku dan mengejek ku ,aku ingin melihat apakah kekuatan mu sepadan dengan penghinaan yang kau keluarkan"ucap ratu iblis Sakura dengan nada penuh dominasi dan tekanan yang dingin.
Ratu Iblis Sakura kemudian menghilang dari tempat nya dan muncul di depan ku.
Krak.. trang...
Serangan tendangan yang di lancarkan oleh ratu iblis Sakura bukan mengenai pada tubuh ku tetapi pada belenggu yang di gunakan oleh ku.
"Hoh kau memiliki reaksi yang luar biasa , dapat memanfaatkan serangan ku untuk menghancurkan belenggu yang di ikatkan oleh bawahanku.
"Tidak masalah bukan lagi pula ini juga kesempatan ku bagaimana mungkin aku tidak mengambil kesempatan ini"ucap ku dengan nada ringan.
"Huh !.."Ratu iblis Sakura kemudian mengelus pipiku dan tersenyum pada ku kemudian kembali ke tempat singgasana kembali.
"Kau benar-benar menarik manusia"ucap Ratu Iblis Sakura menyeringai.
Aku tidak dapat berkata kata melihat reaksi dari ratu iblis loli ini,apa yang sebenarnya yang ia inginkan kan.
Pov Sakura start
"Hah aku bosan kenapa kami harus terus dan terus berperang apakah kalian para iblis dan manusia tidak lelah"
"Ayolah sekali kali damai dan saling berbagi budaya agar aku tidak bosan"
"Oh tunggu bukankah aku dapat menculik manusia pahlawan yang jatuh itu mungkin aku dapat budaya di dunia nya agar tidak bosan, serta sekalian aku mungkin mendapatkan teman untuk bermain"
"Walau aku ratu aku sangat bosan ,apakah kalian pikir aku tidak bosan memandang darah yang terus meledak memandikan tanah manusia dan iblis "ucapku penuh dengan kebencian terhadap kerajaan nya sendiri tetapi masih menatap dengan penuh kasih terhadap arah dimana rakyatnya berada.
Tetapi pandangan itu berhenti ketika melihat manusia yang terasa penuh dengan senyuman ,seolah tidak ada beban apapun di pundaknya aku melihat bayangan seorang penguasa yang penuh dengan kebijaksanaan dan kenyamanan di belakang nya.
"Manusia ini menarik"ucap ku memandang ke arah Shin
Pov Sakura end
"Hm... menarik ? apa yang akan kamu lakukan kepadaku ! "ucap ku dengan penuh kekhawatiran karena entah bagaimana aku memikirkan apabila aku di jadikan budak S*x atau sebagai bahan eksperimen membuat ku merinding.
Yang pertama mungkin dapat membuat laki-laki manapun senang tetapi jika terus melakukan itu bukannya kesenangan tetapi penyiksaan.
"Hehe... Kurenai bawa dia ke kamar ku"ucap Ratu Iblis Sakura dengan penuh senyuman.
Walau bingung Kurenai tetap melakukan apa yang di perintahkan.
"Ayo ikut dengan ku manusia hina !" ucap Kurenai dengan penuh ketajaman.
"Tunggu kau belum menjawab pertanyaan ku , apa yang akan kamu lakukan kepada ku"ucap ku dengan penuh gemetaran.
"Tenang saja kita hanya akan bermain sebentar"ucap Ratu Iblis Sakura dengan penuh senyuman yang dapat membuat siapapun merinding ketakutan.
"Bermain ? "ucap ku dengan penuh pemikiran yang melayang di mana mana.
"Sudahlah lebih baik kamu ikut dengan bawahan ku agar kamu tahu"ucap Ratu Iblis Sakura dengan nada santai.
"Ok"ucap singkat dari ku , timbul rasa tertarik.
Ku pikir tidak masalah lagi pula jika memang itu yang akan mereka lakukan maka aku dapat kabur dengan cara apapun.
Senyum ku berkembang ketika memikirkan bahwa aku dapat kabur dengan cara apapun juga.
Shin tidak tahu bahwa semua yang ia pikirkan akan sia-sia karena ia berpikir dan berharap terlalu jauh.
Di dekat pintu kota yang bangun oleh Shin
Ling yang mulai bangun dari pingsan nya bersama 1000 pasukan yang ia bawa ia mulai mengumpulkan kesadarannya.
"Hm... dima-... ah Shin !"ucap Ling yang mulai mengingat kembali apa yang telah ia alami.
"Apakah ini sihir dari la*ur itu"ucap Ling penuh dengan amarah tetapi ia kemudian melihat sebuah surat yang terbuat dari elemen angin.
Saat Ling mengentuh surat itu ia mendengar suara Shin yang membuat semua orang yang ada disana bersama Ling membeku.
{ Ketika Kalian mendengar pesan ini maka aku telah pergi
Hanya singkat perkataan ku bahwa , aku titipkan kota untuk sementara sedangkan aku pergi berlibur ke Kerajaan Iblis
Jadi tolong jaga yah dan selamat tinggal
Semoga bahagia di sana }
Ketika Ling mendengar pesan ini terlihat bahwa awan hitam berderak derak di atas kepala nya, aura kemarahan terasa bahkan seluruh pasukan di merasakan nya.
"Gawat benar benar gawat"salah satu prajurit yang berada di belakang Ling menjadi gemetaran ketakutan.
Ia langsung menjauh dari sana bersamaan dengan prajurit yang lain,
ketika mereka telah mengambil jarak 5 meter dari posisi Ling gelombang kejut dan gelombang petir yang berwarna ungu menghancurkan segalanya dalam jarak 5 meter.
"Gila !"itulah yang hanya dapat di pikiran kan oleh 1000 pasukan yang telah melompat menjauh.
"Hekekek... berani sekali kamu berkata dengan ringan"ucap Ling penuh dengan tawa kekejaman.
"Shin !!..." teriak kemarahan yang luar biasa di lakukan oleh Ling membuat siapapun ketakutan.
Kembali ke posisi Shin
Tiba-tiba ia merasakan gemetaran dan merasakan krisis yang luar biasa.
"Seperti nya Ling telah bangun seperti nya ia memiliki kemarahan yang luar biasa"ucap Shin hanya dapat tersenyum kecut.
[ To Be Continue ]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments