[ 17 ] [ Jalan - Jalan di Blood Demon Empire ]
"Sebegitu yakinnya kamu jika aku dapat menggunakan skill ini untuk membunuh seluruh orang di kerajaan "ucap ku tidak dapat berkata-kata sambil melihat wajah Sakura.
"Aku sangat yakin entah bagaimana "ucap dari Sakura penuh keyakinan.
"Begitu kah ! "ucap ku dengan tersenyum.
Aku tidak peduli tentang kesalahan pahaman ini , dan aku akan membiarkannya padahal aku hanya ingin memutar waktu untuk menghilangkan ingatan mereka.
Setelah aku menatap Sakura untuk beberapa saat aku tersenyum.
Sedangkan Kurenai hanya diam entah apa yang ia pikirkan , aku tidak terlalu paham tentang pikirannya.
Aku memang memiliki kemampuan untuk kembaca pikiran tanpa menggunakan mata Saringan ku tetapi kurang lebih dalam batas kelebihan kekuatan mental ku.
Seberapa perbedaan antara kekuatan mental dari orang lain, apabila orang lain lebih lemah maka aku dapat menggunakan pembaca pikiran ku tetapi jika tidak maka aku yang akan melukai mental ku.
Oleh karena itu aku lebih baik menggunakan mata Saringan agar aku lebih leluasa dan tidak mudah untuk terluka, karena saringan yang kumiliki ku teorikan hanya akan melukai mataku apabila aku menyerang seseorang dengan mental yang kuat.
Kembali ke sebelum nya
"Hah... padahal aku tidak menggunakan nya untuk itu,yah mungkin jika ada beberapa konflik dengan petinggi kerajaan ini dan membahayakan kotaku maka aku tidak akan ragu untuk menghancurkan nya"ucap ku dengan ringan.
"Sudah ku duga "ucap Sakura menghela nafas berat.
"Dan bagaimana caranya agar kamu tidak menghancurkan kerajaan ku atau lebih tepatnya menjalin hubungan yang baik dengan Kerajaan ku "ucap Sakura mencari perdamaian entah kenapa , karakter ini tidak biasanya untuk di lakukan oleh Sakura , entah itu karena melihat pahlawan yang berada di depannya sangat kuat atau tertarik dengan karakter tenang Shin , Sakura sendiri tidak mengetahuinya.
"Oh bagaimana jika kamu menjadi suami ku dengan begitu hubungan kita tidak perlu saling menghancurkan ! "ucap Kurenai percaya diri dengan dirinya sendiri.
"..."Aku dan Sakura terdiam, aku berpikir bahwa aku salah mendengar nya.
"Apa yang kamu katakan sebelumnya ?"ucap ku berkata.
"Bagaimana jika kamu menjadi suamiku "ucap Kurenai kembali.
"..." Aku terdiam untuk beberapa saat.
Apakah kau Jendral cantik yang ku kenal atau orang lain , otaknya bergeser !
"Hah... Kurenai itu tidak mungkin karena akulah yang akan menjadi istrinya ! "ucap Sakura dengan percaya diri seolah menolak proposal dari Kurenai.
"Heh... apa yang kalian katakan ! "ucap ku dengan penuh kejutan yang lebih membuat ku bingung.
Apakah wanita di dunia ini kekurangan laki-laki sehingga dapat meminta menjadikan suami dengan begitu mudah , seolah memilih sayur di pasar !
"Aku - ..."sebelum ucapan Sakura dan Kurenai selesai aku sudah menghentikan kata-kata mereka.
"Untuk masalah itu aku belum memikirkannya jadi masalah itu kita bahas lain kali saja"ucap membuat mereka berdua terdiam.
Hah apasih yang ada di otak mereka berdua, apa mereka telah kehilangan otak mereka.
Yah mungkin ini juga strategi agar aku berpihak dan tidak menyerang kerajaan ini, kalau itu maka wajar saja karena mereka mengkhawatirkan seluruh kerajaan agar tidak di hancurkan.
Tetapi yah , sangat aneh melihat iblis yang memiliki belas kasihan , walau aneh tetapi mereka telah meningkat kan rasa hormat ku kepada mereka.
"Lalu bagaimana menjalin hubungan kita "ucap ku penasaran kepada mereka berdua.
"Untuk sekarang kita mungkin masih belum mendapatkan idenya bagaimana jika kamu bersenang-senang sebentar di ibukota kerajaan ku"ucap Sakura memberikan ide pada situasi yang buntu ini.
"Hm... cukup menarik ok ayo kita lakukan untuk sementara"ucap ku sambil mengangguk karena setuju untuk ide itu.
Setelah itu kami saling berpandangan.
Aku pun berdiri dan keluar dari kamar itu.
"Karena aku tidak mengetahui jalanan Ibukota kalau begitu biasakah ada yang menemani ku"ucap ku dengan tersenyum malu.
"Kalau begitu aku saja "ucap Kurenai yang langsung berlari dengan cepat.
Sedangkan Sakura sendiri ia tidak dapat berkata kata jadi ia hanya diam, padahal ia diam - diam iri.
Hubungan antara Kurenai dan Sakura adalah teman lama jadi mereka dapat saling memahami sehingga Kurenai lah yang paling dekat dengan Sakura oleh karena itu, Sakura tidak mengalami masalah ketika Kurenai memiliki temperamen yang buruk.
Setelah mengatakan itu Kurenai memegang lenganku dan menarik ku untuk keluar dari istana.
Di jalan Ibukota
Hm... disini tidak jauh dari situasi di tempat manusia
Mulut ku membentuk senyum tipis melihat seberapa meriah nya iblis iblis yang berisik di jalanan.
Entah itu berjualan , berbincang dengan teman atau hal lainnya.
"Ayo kita pergi ke restoran ,kau akan tahu perbedaan makanan antara di Kerajaan manusia dengan Kerajaan Iblis"ucap Kurenai dengan bersemangat.
Tanpa menunggu jawaban dari ku Kurenai kembali menarik ku ke restoran yang ia tahu.
Berbeda dengan di kota ku di sini ketika pengunjung masuk mereka tidak di sambut seperti pelayan yang menunggu di dekat pintu, melainkan langsung di perlihatkan langsung para iblis yang saling bercanda gurau atau makan.
Kurenai mengabaikan semua itu ia langsung duduk di tempat kosong dan memesan berbagai makanan yang ada di menu.
[ Note : Setiap meja selalu ada kertas daftar menu ]
"Apakah kamu tidak terlalu banyak memesan nya "ucap ku.
"Hah ! kau itu laki-laki harus makan yang banyak agar lebih menumbuhkan lebih banyak semangat dan energi "ucap Kurenai yang sangat bersemangat berbeda ketika aku pertama kali bertemu.
Setelah itu Kurenai menunggu pesanan yang ia pesan datang.
" Sekarang kamu dapat mengatakan apa keinginan mu tidak mungkin kamu tiba-tiba baik seperti ini"ucap ku terus terang.
"Kau tahu ! " ucap terkejut dari Kurenai.
" Tentu saja bahkan aku dapat mengetahui bahwa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku dan loli tua itu "ucap ku menatap mata nya.
"Jangan panggil Ratu Sakura seperti itu ! "ucap marah dari Kurenai.
Walau ia sedang marah tetapi ia merendahkan suaranya agar tidak ada yang mendengar nya.
"Kenapa ? ini memang kenyataan bukan "ucap ku dengan tenang.
Setelah melihat ukuran tinggi dari Sakura apa yang harus ku katakan jika bukan Loli Tua
Aku berani mengatakan itu karena entah bagaimana Sakura adalah sosok iblis yang menyembunyikan umur jika ku lihat dari tingkah lakunya.
Aura membunuh seketika kurasakan dari Kurenai.
Hmm... inikah aura membunuh itu , bagaimana cara menciptakan aura ini sehingga dapat menciptakan tekanan mental yang kuat,dan lagi tekanan ini langsung menekan ke alam bawah sadarku , jika aku bukan pemilik kemauan yang kuat maka tubuh ku pasti akan tertekan.
"Oh marahkah tetapi yah ini belum cukup untuk menekan ku "ucap ku dengan ringan membuat aura membunuh yang sedang menekanku lebih dan lebih kuat.
"Hah... sudahlah tolong panggil dia sewajarnya "ucap Kurenai dengan nada lelah , lalu menghilangkan aura membunuh nya.
"Yah cukup mengagumkan ketika kamu dapat menahan emosi mu "ucapku dengan tersenyum.
Tidak lama kemudian makanan yang di pesan oleh Kurenai sebelumnya datang, karena sangking banyaknya 3 meja harus di satukan itu yang membuat ku bertanya tanya siapa yang akan menghabis kan semua makanan ini.
"Kau yakin dapat menghabiskan makanan sebanyak ini "ucap ku menatap ke arah Kurenai.
"Tentu saja "ucap Kurenai yang mulai memakan makanan yang ada di depannya.
Aneh !
Makanan yang kulihat seperti berlendir dengan asap hitam yang meluap luap , apakah makanan ini dapat dimakan itulah yang ku pikirkan.
"Apakah makanan ini layak di makan ! "ucapku ragu setelah melihat penampilan nya.
Pelayan yang ada di sana merasa tersinggung mereka ingin menghabisi ku tetapi ketika melihat bahwa yang bersama dengan ku adalah Kurenai mereka mengurungkan niat.
"Um Kurenai apakah mereka tidak menyadari bahwa aku ini manusia "ucap ku berbisik karena dari tadi aku merasa terasa alami di sini seharusnya manusia akan menjadi target pembunuhan walaupun ,aku adalah teman dari seorang jendral.
Walau aku merasa aneh ketika aku menghina makanan mereka tetapi mereka hanya menatap ku dengan marah , seolah aku bukan manusia di mata mereka melainkan sesama iblis
[ To Be Continue ]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments