"Aku sudah disini, jadi apa yang ingin Mommy katakan?" Alex memutuskan untuk menemui ibunya terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Karena jika tidak, ibunya akan terus meneror nya dengan terus menghubunginya.
Dia bahkan pergi dengan terburu-buru tanpa berpamitan dengan Icha. Huft.. Padahal dia masih ingin bermain sebentar sebelum berangkat ke kantor. Karena bermain di pagi hari terasa lebih nikmat dan hal itu bisa menjadi penyemangat untuknya.
Tapi ibunya justru mengganggu nya. Tidak hanya gagal mengeluarkan bisa nya, dia juga merasa badmood karena perbuatan ibunya.
"Kau tahu apa yang ingin mommy katakan, lalu kenapa kau masih bertanya, Al?" Diana meletakkan beberapa foto wanita di atas meja. Dia ingin Alex melihat betapa cantiknya mereka. Tidak mungkin kan jika Alex tidak tertarik sama sekali? Atau jangan-jangan Alex ada kelainan? Tidak!! Itu tidak boleh terjadi. Untuk itu Diana berniat untuk menjodohkan Alex dengan salah satu wanita yang ada difoto tersebut.
"Lihatlah!! Bukankah mereka terlihat cantik? Pilihlah salah satu, Al dan cobalah untuk berkencan dengan nya."
Alex memijat pangkal hidungnya. Lagi-lagi masalah ini. Belum lama ini Diana memaksa Alex untuk ikut ke acara arisan sosialita di rumah sahabat Diana. Dan ujung-ujungnya Diana memperkenalkan Alex dengan salah satu putri dari sahabat Diana. Dan sekarang, Diana sudah terlihat seperti agen biro jodoh dengan menawarkan foto wanita kepada kliennya.
Bukan Alex tidak mau memilih, tapi sampai kapanpun dia tidak ingin menikah. Trauma akan perceraian kedua orang tuanya begitu membekas di hati dan ingatannya. Bagaimana dulu ayahnya sering memukulnya hanya karena dia menghina selingkuhan Ayahnya. Alex hanya mencoba menyadarkan ayahnya untuk tidak menyakiti ibunya. Tapi apa yang dia dapat? Pukulan dan caci maki yang dia dapatkan. Untuk itu dia sangat membenci Ayahnya.
Mereka dengan lantang mengucapkan janji suci yang mengikat mereka dalam satu ikatan pernikahan. Tapi pada akhirnya salah satu dari mereka mengingkari nya. Lalu untuk apa mereka menikah jika bukan kebahagiaan yang mereka dapatkan tapi justru perpisahan.
"Kau sudah menentukan nya?" Tanya Diana
"Kenapa mommy sangat ingin aku menikah? Bukankah mommy tahu jika aku paling benci dengan pernikahan? Pernikahan mengikat dua hati yang saling mencintai untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia. Tapi jangan kebahagiaan, selama ini apa yang kita dapatkan?"
"Al.....
"Mommy tahu betul apa yang aku alami, bahkan aku pernah dikhianati kekasihku. Aku.....
"Sayang!!" Diana menggenggam tangan Alex. Dia tahu betul apa yang dialami putra semata wayangnya itu. Bukan hanya Alex, bahkan dirinya mendapat siksaan batin yang teramat sangat dengan pengkhianatan yang di lakukan mantan suaminya. Tapi Diana hanya ingin Alex tahu jika tidak semua pernikahan berakhir sama seperti yang dialaminya. Masih banyak mereka yang masih bersama bahkan sampai maut memisahkan. Untuk itu Diana ingin Alex mencoba nya agar Alex bisa keluar dari kenangan pahit yang menyebabkan Alex trauma.
"Maaf mom, aku harus segera ke kantor. Jika mommy memaksa ku untuk menikah hanya untuk mendapatkan keturunan, mommy tenang saja. Aku akan memberikan mommy cucu tanpa harus terikat pernikahan." Alex mencium kening Diana dan pergi. Dia harus segera ke kantor karena dia sudah sangat terlambat. Lagi pula dia juga malas membahas hal yang sangat dia benci.
Alex masuk kedalam mobilnya. Dia melonggarkan dasinya dan menghela nafas panjang. Dia yakin ibunya pasti kecewa dengan jawabannya. Tapi harus nya ibunya tahu alasan Alex menolak permintaan nya.
"Sorry Mom." Alex menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal gas. Dia meninggalkan pekarangan rumah mewah milik keluarga Wiratama. Dulu dia tinggal di sana tapi semenjak ibunya terus memintanya untuk menikah, Alex memilih untuk tinggal di apartemen.
Diana menatap mobil Alex yang menghilang dari pagar rumah. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi meyakinkan putranya. Dia hanya ingin Alex bahagia. Tapi sepertinya trauma yang dialami Alex terlalu dalam.
"Mommy tidak akan membiarkan mu terlalu larut dalam kenangan masa kelam mommy, Al. Tapi bagaimana caranya agar kau mengerti jika tidak semua orang mengalami hal yang sama seperti kita." Diana terdiam sejenak. Dia teringat ucapan Alex sebelum pergi yang akan memberinya cucu tanpa terikat pernikahan.
Diana melebarkan kedua matanya. "Apa maksud Alex berkata seperti itu? Apa dia berniat menghamili anak orang? Ini tidak bisa di biarkan." Diana mengambil ponselnya dan menghubungi asisten pribadi Alex.
"Halo Nyonya. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Leo, asisten pribadi Alex di seberang sana.
"Aku punya tugas untukmu."
...****************...
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Moodnya benar-benar hancur karena permintaan ibunya. Sudah berapa kali dia menolak perjodohan yang ibunya lakukan. Tapi hal itu tidak membuat Diana menyerah.
Mobil Alex terparkir sempurna di depan kantor. Dia turun dari mobil dan melemparkan kunci mobil pada satpam yang berjaga.
Penampilannya yang awalnya rapi, kini terlihat berantakan. Dasi yang tidak terpasang dengan benar, lengan kemeja yang di gulung sampai batas siku dan jas nya yang dia tenteng di lengannya.
Walaupun penampilan nya seperti itu, tapi tidak mengurangi kadar ketampanannya. Bahkan Alex terlihat seksi dan menggoda.
Alex masuk keruangan dan menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Dia menghela nafas panjang dan mulai berkutat dengan pekerjaannya.
Tok Tok Tok
"Masuk!!"
Leo, asisten pribadi Alex. Masuk dan membacakan jadwal pria itu.
Alex menghela nafas panjang. Lagi-lagi jadwalnya sangat padat. Di tambah suasana hatinya yang buruk membuatnya frustasi.
"Apa ada masalah Tuan?" tanya Leo
"Mommy ingin aku segera menikah. Padahal dia tahu jika aku membenci hal itu." ujar Alex
"Tapi Tuan, Nyonya besar mempunyai maksud yang baik. Beliau ingin ada yang mengurus Anda. Apa anda akan sendiri terus sampai menua nanti?"
Alex menatap Leo curiga. Dia berdiri dan menghadap jendela besar di belakangnya. "Kau tahu, Leo. Aku paling tidak suka dengan pengkhianat. Jadi aku harap kau tidak melakukan hal bodoh."
glek
Leo menelan kasar ludahnya. Seperti biasa, tuannya mempunyai insting yang tajam.
"Katakan!!"
"Ma_maaf Tuan. Nyonya hanya ingin memastikan jika anda tidak menghamili anak orang." ucap Leo
Alex tersenyum sinis karena ibunya terlambat untuk memperingatkannya. Dia sudah meniduri banyak wanita dan itu semua hanya untuk kesenangan saja. Dan sekarang, dia sudah meniduri anak orang. Bahkan dia berniat untuk membuatnya hamil anaknya.
Dia tidak perduli jika Diana menentang perbuatannya. Yang jelas dia melakukan hal ini juga untuk Diana.
Dia akan mempunyai anak tanpa harus menikah. Anak itu yang nantinya akan menemaninya hingga tua nanti. Dan Alex yakin Diana akan menerimanya secara perlahan. Bukankah itu yang Diana inginkan? Seorang cucu yang menggemaskan.
"Pergi ke apartemen ku dan minta daftar keperluan wanita itu. Belikan apapun yang dia butuhkan." titah Alex
" Baik Tuan." Leo membungkuk dan keluar dari ruangan Alex.
Alex masih memandangi gedung-gedung pencakar langit yang berdiri kokoh di luar sana. Pikirannya melayang pada wanita yang dia sewa rahimnya. Ingin rasanya dia pulang sekarang juga dan melakukan hal yang menyenangkan dengannya.
Tapi sayangnya pekerjaannya sangat menumpuk. Dan mungkin dia akan pulang terlambat malam ini.
Alex menghela nafasnya. Dia kembali duduk di kursi kebesarannya tapi tiba-tiba....
BRAKH
"Apa kau merindukanku, Alex?"
deg
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments