Didalam kamar yang sangat mewah kini tengah tertidur seorang remaja berusia 18 tahun nampak begitu lelap meski sudah menampakkan diri di ufuk timur, nyatanya pemuda itu masih belum bangun dari mimpi indahnya sekitam jam 06:15 pemuda itu akhirnya membuka kedua matanya lalu mengambil hp yang ada di meja dekat tempat tidurnya,
"Astaga udah hampir setengah tujuh"kemudian Rein bergegas untuk mandi dan memakai seragam sekolah nya karena takut terlambat untuk sekolah
Kini Rein sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah nya dengan menggunakan motor sport merahnya, karena waktu sudah tidak sempat lagi untuk sarapan Rein memilih untuk sarapan nanti di kantin sekolah
Susana di sekolah tempat Rein belajar saat ini sudah ramai karena sudah hampir memasuki banyak mobil mobil mewah diparkiran sekolah itu , Karsan memang untuk sekolah bertaraf internasional seperti ini bukanlah hal yang wajar untuk siswa nya memiliki mobil mewah untuk di kendarai karena rata rata siswa disini merupakan keluarga kaya di ibukota, termasuk ketiga remaja yang selalu membuly dan nyaris membunuhnya kemarin di Hutan, mereka memliki mobil sport seharga 3 milyar untuk di gunakan ke sekolah, tapi jika di bandingkan dengan motor sport yang Rein bawa Mobil mereka hanya akan jadi tertawaan jika membandingkan dengan motor sport edisi terbatas tersebut,
Kini para siswa dan siswi sudah pada masuk ke kelas maung masing karena 10 menit lagi pelajaran akan dimulai
Tapi dari kejauhan nampak pemuda dengan motor sport warna merah yang melaju kencang memasuki gerbang yang hampir tertutup dan memarkirkan motor tersebut dengan cepat dan berlari menuju kelasnya agar tidak terlambat, ya pemuda tersebut adalah Rein yang baru saja tiba,
Rein yang tidak melihat kiri kanan akhirnya menabrak seseorang hingga membuatnya menoleh untuk melihat siapa yang telah menabraknya ,
"Rein apakah itu kamu?"suara lembut yang selalu membantu Rein selama ini tiba tiba terdengar memanggil nya
"Bu Rina, maaf Bu saya tadi buru buru"ucap Rein seraya mengambil tangan Bu Rina dan meletakkan di keningnya untuk Salim,
"Sudah gapapa, apakah ini bener an kamu Rein,? Kenapa kamu kelihatan tambah Tinggi dan juga kamu tambah dewasa"tanya Bu Rina dengan heran pasalnya penampilan Rein sekarang tidak seperti anak anak lagi Karena tubuhnya sekarang lebih padat dan juga bertambah tinggi tak lupa juga wajahnya yang semakin tampan
"Itu mungkin perasaan ibu saja, mari masuk Bu Karsan sebentar lagi bel masuk kelas bunyi"ucap Rein mengalihkan perhatian Bu Rina yang masih menatap wajah dan tubuh Rein dengan intens,
"Baiklah tapi nanti setelah jam pulang sekolah tiba kamu jangan pulang dulu temui ibu di kantor ada yang ingin ibu bicarakan "ucapnya dengan tajam menatap Rein karena dia tau ada yang janggal dengan murid nya ini.
"Baik Bu" Rein hanya pasrah dan mengikuti Bu Rina memasuki kelas
Didalam kelas kini tengah duduk seluruh siswa kelas 3A yang mana kelas Rein saat ini, Diman kelas 3 dibagi menjadi 3 yaitu A,B,C
Dan Rein kebetulan ada di kelas A sedangkan siswa yang sering kebulinya adalah kelas 3B yang merasa tersaingi oleh bakat dan Ketampanan saja Rein sehingga mereka selalu menargetkan Rein.
Para siswa yang melihat Bu Rina masuk bersama pemuda tampan tampak bertanya tanya siapakah pemuda tersebut apalagi para siswi yang menatapnya dengan tatapan penuh kekaguman melihat wajah tampan pemuda tersebut,
"Silahkan duduk Rein , mari kita mulai pelajarannya"ucap Bu Rina, yang membuat mereka semua jadi terperangah mendengarnya pasalnya Rein yang kemarin sangat kurus dan tidak setinggi ini, meskipun sama sama tampan , sedangkan yang sekarang sungguh sangat keren dan gagah menurut mereka
Lalu Rein duduk di bangkunya membiarkan mereka menatapnya , sedangkan dirinya hanya acuh tak acuh dan mulai mgikiuti pelajaran sampai bel bunyi tanda pergantian pelajaran terdengar , setelah Bu Rina keluar siswi di kelas itu pada mengerubungi bangku Yang Rein tempati dan mengajaknya mengobrol tapi tidak Rein tanggapi Karena Rein tau Mereke berbuat begitu karena melihat Rein berubah, bukan murni karena ingin dekat dengannya,
Tak terasa jam pulang sudah tiba kini Rein sedang menuju kantor untuk menemui Bu Rina yang tadi pagi ingin berbicara dengannya,
"Silahkan duduk Rein"ucap Bu Rina dan di angguki oleh Rein kemudian dia duduk
"Ada apa Bu, apakah ada sesuatu yang perlu Rein kerjakan "ucap Rein membuka suara
"Tidak , tapi kamu harus menjawab pertanyaan ibu dengan jujur oke"ucap Bu Rina dengan tajam
"Baik Bu"ucap Rein dengan senyum di paksakan Karsan dia tau pasti Bu Rina akan bertanya tentang perubahan tubuhnya
"Baiklah sekarang apakah kamu bisa jelaskan tentang perubahan pada tubuhmu apakah kamu menggunakan obat obatan terlarang ?"cecar Bu Rina pada Rein, dia bukannya marah melainkan takut Trik menggunakan obat obatan terlarang yang mengubah tubuhnya
"Tidak bu, Rein hanya rajin olahraga dan juga sekarang Rein sudah memiliki pekerjaan yang lumayan bagus sehingga bisa membeli sabun yang bagus yang cocok untuk wajah Rein"ucap nya beralasan karena tidak mungkin dia jujur soal system' pada Bu Rina
"Baiklah kami boleh pulang , ingat untuk memberi tahu ibu jika kamu membutuhkan bantuan"meskipun ada yang menjanggal dengan jawaban Rein, Bu Rina hanya bisa diam dan tidak mananyakan lebih lanjut
"Iya buk terimakasih atas perhatian ibu selama ini pada Rein ," setalah itu Rein pamit untuk pulang Karena dia sangat lapar karena tadi belum sempat sarapan ...
Sesampainya di parkiran dia menemukan tempat itu telah sepi karena siswa lainnya sudah pada pulang, lalu Rein memacu motornya untuk mencari makan
Di pinggir jalan dia menemukan penjual bakso yang ramai dia memutuskan untuk makan di tempat itu
Kehadiran nya di tempat itu membuat orang yang sedang makan dan yang lagi memesan bakso di buat takjub melihat ketampanan dan juga dengan motor sportnya menambah kagum di hati Mereke pada pemuda tersebut,
"Buk tolong buatkan bakso seporsi ya ,"ucap Rein dengan sopan
"Baik nak tunggu sebentar "ucap pemilik warung bakso tersebut yang ternyata seorang wanita paruh baya di temani anak nya yang membantu nya berjualan
Akhirnya setelah menunggu lama bakso yang dia pesan akhirnya datang juga,
Disisi lain kini Bu Rina yang sedang berhenti memarkirkan mobilnya di pinggir jalan tengah memikirkan Rein yang tiba tiba berubah dalam sehari , bahkan tubuh anak itu sekarang tambah tinggi dan sangat tampan berbeda sekali dengan kemarin yang masih sangat kurus walaupun masih tampan juga,
"ah sudah lah mungkin hanya perasaan ku saja ,semoga Rein tidak melakukan seperti yang aku pikirkan"lalu Bu Rina kembali melanjutkan menyetir mobilnya untuk pulang
Backo to MC yang lagi makan bakso😂
.
.
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Halik M
ini si karsannya di manapun selalu ada,
2024-12-23
1
Ardi Provision
nah lo jumpa Bu karsan 😂😂🤣🤣🤣🤣😂😂
2025-02-24
0
Jumadi 0707
ngetiknya jng terburu2 Thor dibaca lg banyak kata yang salah
2024-11-13
0