Keesokan harinya She Xia pun berjalan-jalan di taman bunga yang berada di belakang paviliun miliknya, sambil mengambil seruling giok yang beberapa hari lalu di hadiahkan oleh Wu Zhuang untuk nya, duduk bersandar di bawah pohon sakura, rambut hitamnya meliuk-liuk terbawa angin. Membuat siapa pun yang memandang nya pasti akan merasa takjub, bibir mungil nya mulai meniup seruling, jemari lentik nya dengan lincah membuka dan menutup seruling itu. Irama kerinduan terasa begitu mendebarkan siapa pun yang mendengarnya. Kali ini She Xia melantunkan irama yang sarat akan cinta yang mendalam, membuat degup jantung siapa pun yang mendengarnya merasa ikut terhanyut dalam irama rindunya. Sungguh cinta yang mendalam, dengan penuh penghayatan. Jun Jiang yang berdiri di depan jendela kamarnya terusik dengan lantunan melody cinta yang membara, wajah tampan nya memandang sosok mungil She Xia yang begitu mempesona hingga membuatnya menahan napas dan juga pandangan matanya
"Kau terlihat semakin cantik dan mempesona, aku benar-benar tidak menyangka bisa melihat keindahan yang sempurna bak titisan dewi She Xia. Apakah hatimu masih milikku? Apakah kerinduan yang kau lantunkan itu untuk ku?" gumam Jun Jiang dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya
"Maafkan aku yang pernah menolak mu She Xia, andai saja aku tahu bahwa rasa yang aku miliki terhadapmu ini adalah cinta, aku pasti tak akan pernah menolakmu. Tapi kau tenang saja, aku akan selalu menjagamu dan berusaha untuk membuatmu kembali mencintaiku meskipun butuh waktu dan perjuangan yang panjang, aku yakin kau bisa kembali mencintaiku seperti dulu She Xia" ucap Jun Jiang dengan mata yang mengobarkan semangat yang membara.
Sementara itu dua orang pelayan datang mendekati She Xia
"Nona muda" panggil nya
Sedangkan She Xia hanya melirik sekilas melihat keberadaan dua pelayan itu
"Nyonya menyuruh kami untuk membantu nona muda untuk bersiap-siap" ucap pelayan itu sopan sambil menundukkan kepala nya
"Siapkan air mandiku, jangan lupa campurkan wewangian aroma melati dan juga taburan bunga melati dan susu murni. Pastikan air nya siap dalam 10 menit" titah She Xia sambil bangun dari duduknya dan berjalan melewati kedua pelayan itu. Pelayan itu pun membungkuk hormat dan segera menyiapkan keperluan nona mudanya.
"Fei!" panggil She Xia
"Hamba nona" jawab Fei
"Kapan A-Zhu akan menjemputku? Baru saja beberapa hari aku sudah merindukannya" ucap She Xia terus terang
"Haruskah hamba tanyakan pada yang mulia nona?" tanya Fei
"Haiss.. Sudahlah tidak perlu. Dia pasti sangat sibuk sekarang" ucap She Xia sambil cemberut
"Bukankah nona bisa memanggil yang mulia lewat cincin di jari nona itu?" tanya Fei
"Aku belum mencobanya, apakah dia akan datang jika aku memanggilnya?" tanya She Xia penasaran
"Tentu nona, yang mulia pasti akan langsung datang begitu nona memanggilnya" jawab Fei
"Secepat itu?" tanya She Xia sambil menggigit kuku ibu jarinya
"Benar nona, apa nona lupa siapa yang mulia?" tanya Fei
"Ya aku ingat, aku akan mencoba memanggilnya nanti" ucap She Xia sambil berlari dengan riang menuju kamar nya, sedangkan Fei hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan She Xia yang kekanakan.
Dua jam kemudian, She Xia pun telah siap dengan hanfu sederhana nya, rambutnya hanya di gelung sebagian dan sebagian lagi di biarkan terurai, satu buah tusuk rambut giok terpasang di rambutnya, sekilas tidak ada yang berbeda, tapi jika orang yang teliti melihatnya, mereka pun akan tahu jika tusuk rambut giok yang She Xia pakai adalah giok yang sangat mahal dan juga langka.
"She Xia kau sudah siap?" tanya Jun Jiang yang tiba-tiba saja berjalan di samping She Xia. Sedangkan yang ditanya hanya mengangguk saja tanpa melirik sedikit pun pada Jun Jiang padahal Jun Jiang telah bergonta-ganti baju sampai 30 pasang selama dua jam itu agar bisa menarik perhatian She Xia
Penampilan Jun Jiang
"She xia, kau terlihat sangat cantik nak, tapi kenapa kau tidak menggunakan pakaian juga perhiasan yang bibi kirim untuk mu?" tanya bibinya
"Aku tidak terlalu suka dengan pakaian yang berat dan juga perhiasan yang terlalu banyak bibi, cukup anting dan tusuk rambut ini saja" ucap She Xia menjelaskan
"Ya sudah tidak apa-apa jika She Xia tidak ingin memakainya, lebih baik kita segera naik ke kereta, jangan sampai kita terlambat" ucap pamannya
Akhirnya semua orang pun naik kereta, kecuali Jun jiang dan beberapa prajurit yang memang menggunakan kuda mereka.
Akhirnya setelah 1 jam perjalanan, kereta mereka pun sampai di istana. Paman She Xia turun dari kereta nya dan segera mengulurkan tangannya membantu istrinya untuk turun. Saat Jun Jiang akan mengulurkan tangannya untuk membantu She Xia turun, tiba-tiba ada tangan lain yang terulur dengan sikap penuh hormat membantu She Xia turun dari kereta. Tangan itu adalah milik Fei sang pengawal pribadi She Xia. Tiba-tiba semua orang yang hadir disana pun menoleh ke arah She Xia yang menunjukkan sikap dingin dan acuh nya. Wajah She Xia terlihat datar dengan mata tajam dan tatapan yang mengintimidasi. Tidak ada senyum manis atau pun antusias terlihat dari wajahnya, hanya langkah malas dan acuh yang terlihat dengan sedikit kearoganan dalam penampilannya
"Apakah itu nona muda She Xia? Dia terlihat sangat cantik dan begitu menawan" ucap bangsawan A
"Nona She Xia terlihat berbeda saat ini, dia bukan lagi gadis manja seperti dulu" ucap bangsawan B
"Nona She Xia sungguh cantik seperti dewi" puji tuan muda A
"Sepertinya nona She Xia ini sangat cocok menjadi istriku" ucap tuan muda B dengan tingkah narsisnya
"Apakah itu She Xia yang dulu pernah di tolak jendral Jun Jiang?" tanya nona muda A
"Benar, dia sungguh tak punya malu masih mendekati jendral muda itu" cibir nona B
"Cantik apanya? Lihatlah bahkan dia menggunakan pakaian yang begitu polos dan tak menggunakan riasan apa pun. Apa dia sedang mencari simpati dari pria lain?" cibir nona C
"Aaah... Jendral jun jiang terlihat begitu tampan" sorak nona E
"Benar, jendral berbakat seperti dia mana mungkin pantas berdampingan dengan She Xia yang bodoh itu" cerca nona D
"Sungguh anak yatim piatu yang malang" ucap nona F
Seketika semua yang ada di aula pun heboh mencaci maki dan juga mencibir She Xia, sementara orang yang terus di gunjingkan mereka hanya duduk manis sambil melipat kedua tangannya di dadanya dan memejamkan mata, seolah hinaan dan juga cibiran orang-orang itu hanya angin lalu. Sedangkan Jun Jiang wajahnya sudah memerah menahan kemarahan dalam hatinya, dia melirik She Xia dengan tatapan yang sendu.
"Pantas saja dulu She Xia sampai prustasi dan berusaha untuk melenyapkan dirinya sendiri, ternyata mereka memang benar-benar keterlaluan. Maafkan aku She Xia" gumam Jun jiang dalam hatinya.
Tak lama kasim pun mengumumkan kedatangan kaisar dan juga seluruh keluarga nya
"yang mulia kaisar, permaisuri, putra mahkota, para selir, pangeran dan putri memasuki aula.." teriaknya lantang
Semua orang pun bersujud dan memberikan salam
"Salam kepada yang mulia kaisar, permaisuri, putra mahkota, para selir, para pangeran dan putri" ucap mereka serempak
"Bangunlah" ucap kaisar sambil berjalan menuju singgasana nya. Putra mahkota mengedarkan pandangannya pada seluruh tamu, dan matanya terkunci menatap seorang gadis yang terlihat begitu acuh dengan wajah datar dan tatapan tak pedulinya, mengenakan hanfu putih polos dan tanpa riasan tapi justru membuatnya terlihar seperti dewi, sungguh kecantikan surga
"Siapa dia?" pikir putra mahkota Liu Shang
Putra mahkota pun segera mengikuti langkah kaisar dan berjalan menuju tempat duduknya, tatapannya belum teralihkan, masih terlihat memperhatikan gerak-gerik She xia
"Putra mahkota, ada apa?" tanya kaisar
"Ayahanda, bolehkah putra mahkota ini meminta sesuatu?" tanya Liu Shang
"Katakan lah" ucap kaisar
"Aku ingin menjadikan nona itu sebagai permaisuriku" ucap putra mahkota lantang sambil menunjuk ke arah She Xia
Jedeeer...
Bagaikan terkena sambaran petir, Jun Jiang langsung merasa lemas, tubuhnya seolah tak memiliki tulang mendengar pernyataan yang di lontarkan putra mahkota
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Bima Sakti
Mama tuch jun Jiang jiahahaha 😂🤣🤣 (aku baca nya kok jadi gunjiang ya🤔🤭🤭)
2024-10-01
2
GuGuGaGa_90
wah²...mantap lah watak n gambar² dlm nie...nice
2024-05-14
3
lily
jaman dlu udah ada Jak dinding kah? serius nanya ini soalnya itu kan ada perintah semua disiapin dalam 10 menit gtu kan
2024-05-11
2