"Nona, udara di luar semakin dingin, lebih baik kita segera kembali ke paviliun" Lily mengingatkan
"Umm.. Lily tolong siapkan teh hangat untukku, aku ingin di campur jeruk nipis dan madu" ucap She Xia
"Baik nona.." ucap Lily sambil bergegas menuju dapur menyiapkan teh untuk She Xia
"Lien, apakah kita punya persediaan jahe? Cuaca semakin dingin, minum teh jahe atau susu jahe paling cocok disaat udara dingin seperti ini" tanya She Xia
"Sepertinya masih ada nona, apa nona ingin minum teh jahe nya sekarang?" tanya Lien
"Tidak, itu untuk besok saja" jawab She Xia tenang, melangkahkan kakinya menuju ke paviliun
"She Xia.." panggil Jun Jiang
"Eh.." She Xia kaget karena tak merasakan keberadaan Jun Jiang
"Apa kakak membuatmu kaget?" tanya Jun Jiang
"Umm.." jawaban singkat dari mulut She Xia
"Apa kau tidak merindukan ku?" tanya Jun Jiang kembali
"Tidak" jawaban tegas meluncur dengan santai dari mulut She Xia. Entah kenapa mendengar jawaban She Xia membuat sudut hati Jun Jiang merasa terusik
"Apa kau ada waktu untuk bicara sebentar dengan kakak mu?" tanya Jun Jiang
"Mungkin lain kali" jawaban She Xia dingin
"Empat hari lagi kakak harus kembali ke perbatasan" ucap Jun Jiang sambil memperhatikan raut wajah She Xia
"Umm.. hati-hati dijalan" seolah tak perduli dan seolah tak pernah saling mengenal, kata-kata She Xia membuat hati Jun Jiang semakin merasakan sesak
"Saya harus segera kembali ke kediaman, mohon tuan muda Jun Jiang eh Jendral Jun Jiang memberi jalan" ucap She Xia tanpa mengindahkan tatapan sendu Jun Jiang
"Ayo Lien, aku ingin beristirahat" ucap She Xia sambil menarik lengan Lien
"Eh.. eh.. i.. iya nona" Lien merasa kikuk dengan perlakuan She Xia
Jun Jiang semakin galau, pikirannya benar-benar kacau, hatinya benar-benar kalut, apa yang terjadi pada adiknya? Kenapa dia seolah-olah tidak mengenalnya? Dan apakah hatinya telah tertutup untuk Jun Jiang? Apakah sebesar itu kebencian She Xia? Sehingga bertatap muka atau pun bertegur sapa pun seolah enggan, Jun Jiang melangkahkan kaki nya kembali ke ruang kerjanya dengan kepala berdenyut, ada rasa nyeri namun tak berdarah, tak terlihat namun terasa, begitu mengiris pedih hingga relung hati terdalam nya.
"Apakah aku melakukan kesalahan besar? Tidak kah kau melihat kasih sayangku masih sama seperti dulu She Xia, meskipun aku tak menerima cintamu, tapi kasih sayangku sebagai seorang kakak masih sama besarnya seperti dulu, apa aku mengecewakan mu?" gumam Jun Jiang entah pada siapa
Sementara She Xia sedang bersantai bersama kedua pelayan nya
"Lily, Lien, aku ingin kalian berdua mencari rumah yang cukup besar di tempat yang jauh dari sini, beli 2 rumah atas nama kalian" ucap She Xia sambil mengeluarkan 2 peti koin emas
"Baik nona, besok kami akan berangkat untuk mencari nya" jawab Lien dan juga Lily serempak
"Aku ingin kalian berdua memiliki hidup yang lebih baik setelah ini, buatlah usaha, dan jangan jadi pelayan lagi" She Xia meniup cangkir teh nya dengan lembut, wajahnya terlihat serius
"Apakah nona berniat untuk membuang kami?" tanya Lien dengan mata yang berkaca-kaca
"Aku sudah menganggap kalian berdua seperti saudaraku, aku ingin kalian memiliki hidup yang baik, memiliki rumah, usaha dan juga menikah" ujar She Xia
"Nona, pelayan seperti ku hanya ingin mengabdikan hidup nya untuk nona" jawab Lily
"Mungkin aku akan pergi dalam waktu dekat ini, aku tidak ingin kalian mengikutiku, aku belum cukup kuat untuk bisa melindungi kalian" ujar She Xia
"Tidak peduli kemana pun nona pergi, tolong bawalah pelayan hina ini nona, hamba rela melakukan apapun untuk nona" ujar Lien sambil menangis dan bersujud di depan She Xia di ikuti oleh Lily, membenturkan dahinya hingga berdarah
"Hei.. apa yang kalian lakukan? Bangunlah.." She Xia membantu Lily dan Lien bangun, mengusap air mata kedua pelayan setia nya dan langsung memeluknya
"Aku meminta kalian berdua membeli rumah dan juga tempat usaha, agar kalian tidak jadi pelayan lagi, aku akan pergi untuk berlatih, meningkatkan kemampuan dan kakuatan fisik ku, agar di kemudian hari tidak ada lagi orang yang menindasku, aku ingin kalian memiliki rumah, agar aku memiliki tempat pulang dan merasa memiliki keluarga, aku ingin kalian berdua menungguku" ujar She Xia panjang lebar
"Jadi maksud nya nona mau masuk akademi?" tanya Lien dan juga Lily
"Benar, aku harus masuk akademi untuk masa depanku" jawab She Xia berbohong
"Maafkan aku Lien, Lily, aku terpaksa berbohong, aku tak mungkin mengatakan akan pergi ke hutan iblis untuk mencari buah iblis dan juga pedang naga kehancuran, aku ingin kalian bahagia, aku tak tahu bisa kembali dengan selamat atau tidak dari sana" gumam She Xia dalam hati
"Baiklah nona, kami akan melakukan semua yang nona inginkan, kami juga akan selalu menunggu nona kembali" ujar Lily
"Terima kasih Lien, Lily, kalian berdua adalah sahabat dan juga saudara terbaik ku" She Xia kembali memeluk kedua pelayan nya dengan tenang
"Kapan nona akan berangkat?" tanya Lien
"Mungkin 1 minggu lagi, kita akan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang selama seminggu ini" jawab She Xia
"Apakah nona masih mencintai jendral Jun Jiang?" tanya Lily
"Tidak" jawab She Xia tegas
"Dia hanyalah bagian dari masa laluku, tapi saat ini aku bisa mengatakan dengan tegas, aku tidak mencintai Jun Jiang, aku hanya ingin hidup dengan tenang, menyongsong masa depanku dan membuka hatiku untuk laki-laki yang benar-benar tulus mencintaiku, aku tidak akan mengemis atau pun meratap pada siapa pun, sudah cukup kebodohan yang aku buat dimasa lalu, untuk saat ini dan kedepan nya, aku tidak akan lagi mengingat nama itu, akan ku buktikan dimasa depan, hinaan dan cemoohan yang aku dengar dimasa lalu hanyalah angin lewat. Aku akan berdiri lebih tinggi dari siapa pun" ujar She Xia menggebu-gebu
Jedeeeerrr..
Bagaikan tersambar petir, Jun Jiang yang berniat mengunjungi She Xia mendengar ucapan lugas itu, dadanya tiba-tiba saja merasa sesak
Deg... deg... deg...
Degup jantung nya memburu tak beraturan, ada rasa sakit yang mengena di hatinya, dia bahagia mendengar adik nya mau berubah tapi entah kenapa ada perasaan sakit dan tak rela saat She xia bilang akan membuka hatinya untuk pria lain. Entah kenapa pertemuan nya dengan She Xia tadi terus saja membuat kebimbangan dalam pikirannya, ada perasaan sedih, sakit, kecewa, tidak rela dan juga nyeri yang berkecamuk di hatinya.
"Ada apa denganku? Kenapa aku menangis mendengar ucapan nya?" pikir Jun Jiang sambil mengusap wajahnya dengan gusar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Annisa
emang enak dasar jenderal dodol?
2024-12-09
1
RS
rasain loe Daras jendral kampret,,,,
2023-08-20
3
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
rasain kau Jun Jiang mangkanya jangan pernah menyakiti hati seseorang sekarang lihatkan akibatnya ketika orang itu mulai menjauh kau merasa kehilangan tapi semua sudah terlambat
2023-07-28
3