Chapter 04

Jun Jiang akhirnya memutuskan untuk pergi dari kediaman She Xia dan kembali ke ruang kerjanya, dia benar-benar merasa prustasi sekarang. Melihat She Xia yang tersenyum manis pada Lien dan juga Lily, tapi selalu bersikap acuh dan sinis padanya, dia merindukan She Xia kecilnya yang imut dan manis yang selalu bergelayut manja padanya, dan selalu merengek minta ini dan itu, tapi lihatlah..

She Xia yang sekarang bagaikan patung, acuh dan benar-benar dingin. Jun Jiang pun menghembuskan napas pasrah, tak ingin berlarut dengan perasaannya yang tak menentu, Jun Jiang pun mulai membuka satu persatu gulungan laporan yang di terimanya. Dia hanya bisa memijit pelipisnya saat melihat gulungan berkas yang menggunung di atas meja kerja nya.

sementara di tempat lain saat ini She Xia sedang berjalan di dampingi oleh Lien dan juga Lily menuju kediaman bibi dan juga pamannya, dia akan meminta izin kepada kedua nya untuk pergi satu minggu lagi.

"Salam paman, salam bibi.." ucap she xia sambil membungkuk

"Kemarilah nak.." panggil sang bibi dengan lembut.

she xia pun langsung melangkahkan kakinya menuju kursi gazebo tempat paman dan bibi nya berada

"Apa yang membuat putri cantik bibi ini datang kemari hhmm? Apakah ada yang kamu butuhkan nak?" tanya sang bibi dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibir nya

"She Xia ingin masuk akademi bi" jawab she xia

"Benarkah putri kecil paman ini ingin masuk akademi?" tanya sang paman dan langsung di angguki she xia

"Akademi mana yang kamu inginkan nak? Paman akan mengurusnya untuk mu" ujar sang paman menawarkan bantuan pada she xia

"Aku akan pergi ke benua timur paman, dan akan masuk akademi tianzi" jawab she xia

paman dan bibinya pun kaget mendengar keinginan She Xia

"Nak, bukankah disini juga banyak akademi yang bagus? Kenapa harus jauh-jauh pergi ke benua timur untuk belajar? Apa kau tahu, perjalanan menuju kesana membutuhkan waktu hingga dua bulan lamanya" ujar sang paman

"Paman, aku ingin membuka lembaran baru, aku tidak ingin tinggal disini lagi" jawab She Xia terus terang

"Apakah ini ada hubungannya dengan Jun Jiang" ucap bibinya menyelidiki

"Bibi, kejadian 1 tahun yang lalu masih di ingat dengan baik oleh semua warga disini. jika aku masuk ke akademi disini, yang ada semua orang akan kembali menghina dan mencemoohku. Dan aku tak tahu apakah aku masih bisa memiliki wajah atau pun tidak" ucap She Xia sambil menunduk

''Lupakan Jun Jiang nak, masa depan mu masih panjang" sang bibi pun mulai menasehati nya

"Iya bi, aku sudah melupakannya. Aku tidak ingin terus terjebak dalam masa lalu. Aku akan memulai hidup baruku di benua timur dengan orang-orang yang baru dan juga lingkungan yang baru" ucap she xia panjang lebar. Akhirnya bibi dan pamannya pun menyetujui dan mengijinkan she xia pergi

"Baiklah jika itu kemauanmu nak, paman akan mengantarmu sampai ke benua timur" ucap sang paman

"Tidak paman, aku akan berangkat sendiri menuju kesana" jawab she xia dengan tenang

"Nak, perjalanan menuju benua timur tidaklah mudah, lebih baik jika pamanmu ikut mengantarmu sampai kesana" bibinya pun mulai memaksa

"Tidak bi, She Xia akan tetap pergi sendiri, she xia akan menyamar menggunakan pakaian pria. Agar tetap aman saat di perjalanan"ucap She Xia

"Tapi nak..." ucapan sang paman pun terhenti karena jawaban she xia

"Tidak ada tapi tapian paman, aku akan tetap pergi sendiri" potong she xia

"Hah baiklah" pamannya pun akhir nya mengalah

"Kapan kau akan pergi nak?" tanya bibinya

"Satu minggu lagi bi, dan tolong jangan beri tahu jun jiang tentang rencanaku ini" ucap she xia

"Baiklah nak, paman dan bibi berjanji. Tapi ingatlah untuk makan yang teratur dan menjaga dirimu disana" jawab bibi nya

"Tentu bibi, aku akan menjaga diriku dengan baik" ucap she xia sambil tersenyum manis, entah kenapa melihat senyum manis she xia membuat hati paman dan bibinya serasa sakit.

"Entah apa yang ada dalam pikiran jun jiang hingga tega menolak she xia yang begitu baik dan cantik, semoga kamu selalu sehat dan bisa menemukan laki-laki yang benar-benar tulus mencintaimu nak" doa sang bibi dalam hati

"Paman, bibi, aku akan kembali ke paviliunku, aku akan segera berkemas. Tolong jangan terlalu keras dalam bekerja, paman dan bibi harus memikirkan kesehatan" ucap she xia sambil memeluk paman dan bibinya

"Bagaimana bibimu ini bisa hidup dengan baik nak, mengingat kelakuan putraku yang sudah begitu menyakitimu. Bibimu ini sangat menyayangimu seperti putri bibi sendiri, semoga kamu bisa menemukan kebahagiaanmu disana nanti" gumam bibinya dalam hati sambil membalas pelukan she xia

"Paman dan bibi pasti akan sangat merindukan mu nak" ucap sang bibi

"Aku juga pasti akan sangat merindukan kalian" jawab She Xia

"Pergilah istirahat nak, dan ingat untuk tidak banyak berpikir, lupakan semua masa lalu, kamu harus kuat She Xia" paman nya pun merengkuh She Xia dengan lembut

Terpopuler

Comments

Wo Lee Meyce

Wo Lee Meyce

cukup seru crtax,,aku suka

2024-02-06

3

Oi Min

Oi Min

ternyata paman dan bibi She Xia baik

2023-09-22

3

ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ

ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ

Untung saja paman dan bibi dari shen xia say sangat menyayangi dia, semoga saja perjalanannya dilancarkan

2023-07-28

2

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 83 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!