Chapter 12

Sesampainya di kamar, She xia pun segera merebahkan tubuhnya diatas pembaringan. Tadinya dia ingin kembali ke kediaman paman dan bibi nya hari ini, tapi Wu Zhuang tidak memperbolehkan nya, akhirnya setelah perdebatan tak penting mereka, She Xia pun memutuskan akan kembali besok

"Kenapa Dewi Kehidupan tak pernah muncul setelah aku menemukan pedang dan juga naga kehancuran ya? Apa dia sudah kembali ke alam Dewi?" pikir She xia sambil berdiri dari tidurnya dan mendudukkan dirinya di kursi. Dia pun mulai mengingat-ingat sesuatu yang sempat dia lupakan akhir-akhir ini

"Astaga, bukankah aku seharusnya mempelajari kitab dewa obat? Kenapa aku melupakan nya?" pikir She Xia sambil membayangkan kitab itu dan akhirnya kitab dewa obat pun muncul di hadapan She xia

"Kenapa kitabnya tak bisa di buka?" pikir She Xia sambil membolak-balikan kitab itu

"Huh... Apa yang harus aku pelajari kalau kitabnya saja tak bisa dibuka" ucap She Xia sambil melemparkan kitabnya kembali ke ruang jiwa nya. Akhirnya She Xia pun tertidur di kursi. Wu Zhuang yang saat itu masuk ke kamarnya dan melihat She Xia yang tertidur di kursi pun segera menggendongnya ke pembaringan.

"Dasar gadis ini..." omel Wu Zhuang sambil mencolek-colek hidung She Xia.

Keesokan harinya, She xia pun keluar dari kerajaan kegelapan dengan bantuan teleportasi Wu Zhuang. Dia pun sudah kembali ke tempat dia dulu masuk ke hutan iblis, langsung mengeluarkan kudanya dari kantong penyimpanan, She Xia dan Fei pun segera memacu kudanya menuju ibukota kerajaan Li. Tapi sebelum sampai disana, She Xia segera membelokan arahnya menuju kota lain.

"Yang mulia, bukan kah saat ini kita berada di jalan yang salah? Ini bukanlah jalan menuju ke ibukota" ucap Fei pelan

"Kau benar Fei, aku ingin bertemu dengan Lily dan juga Lien terlebih dahulu sebelum sampai di ibukota, aku benar-benar merindukan mereka" ucap She Xia

"Fei, mulai sekarang kau harus memanggil ku nona, aku harus menyembunyikan identitas ku terlebih dahulu, jangan sampai ada yang tahu kalau aku calon istri A-Zhu sebelum aku sendiri yang mengungkapkan nya" tutur She Xia

"Baiklah nona, bawahan ini mengerti" ucap Fei

Akhirnya Fei dan She Xia pun sampai di kediaman Lily dan juga Lien. Dari jauh She Xia melihat Lily dan juga Lien yang sedang menimang anak-anak mereka, hatinya pun menghangat. Inilah yang dia inginkan, dia ingin kedua pelayan nya itu menikah dan memiliki anak

"Lien... Lily..." panggil She Xia

"Nona..." jawab mereka serempak dan langsung berlari menghampiri She xia dan memeluknya

"Hei... Lepaskan! Apa kalian ingin membunuhku?" ucap She Xia saat Lien dan juga Lily memeluknya dengan erat

"Maafkan kami nona..." ucap keduanya serempak. Akhirnya Lien dan Lily pun mengajak She Xia dan Fei masuk

"Nona, siapa dia? Apa dia itu calon suami nona?" tanya Lily

"Waah... Dia benar-benar tampan nona" ucap Lien dengan mata yang berbinar

"Hai... Jaga mata kalian. Ingat sekarang kalian sudah memiliki suami dan juga anak" ucap She Xia

"Maafkan kami nona" mereka pun menundukkan kepala mereka

"Sudahlah, aku senang melihat keadaan kalian sekarang. Inilah yang aku inginkan selama ini, aku ingin melihat kalian memiliki keluarga, rumah, usaha, dan juga anak-anak yang nantinya akan menjaga kalian" ucap She Xia panjang lebar

"Tapi nona, izinkan kami tetap melayani nona" ucap Lien

"Benar nona, kami akan tetap jadi pelayan nona" ucap Lily

"Tidak, mulai sekarang kalian tidak boleh jadi pelayan lagi. Kalian harus mengurus dan menjaga keluarga baru kalian dengan baik" putus She Xia

"Ingatlah Lien, Lily aku sudah menganggap kalian berdua sebagai saudara ku. Jadi mulai sekarang jangan menundukkan kepala kalian lagi di depanku" ucap She Xia

"Tapi nona, siapa nanti yang akan mengurus nona?" tanya Lien

"Ada Fei yang akan mengurus semua keperluan ku" ucap She Xia

"Dia..?" tunjuk Lien dan Lily

"Benar, dia adalah pengawal pribadiku, jadi kalian tak perlu khawatir lagi sekarang" ucap She Xia

Setelah beristirahat selama dua hari di kediaman Lien dan juga Lily, She xia dan Fei pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman paman dan bibinya She Xia, memacu kuda nya dengan lambat, She Xia benar-benar ingin menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan nya. Akhirnya mereka pun sampai

"Salam nona muda.." ucap penjaga gerbang saat melihat She Xia datang

"Apakah paman dan bibi ada?" tanya She Xia

"Nyonya dan tuan ada di gazebo nona, mari saya antar" ucapnya sambil menawarkan diri mengantar She xia

"Paman... Bibi..." panggil She Xia saat melihat paman dan juga bibinya, Jun Jiang yang mendengar suara yang sangat di rindukannya pun menoleh dan nampaklah She Xia yang berjalan beriringan bersama Fei. Hati Jun Jiang merasa panas, ada rasa tidak rela melihat gadis yang telah mengusik ketenangan hatinya selama 5 tahun terakhir itu terlihat berjalan bersama pria lain

"Siapa dia? Apa dia kekasih She Xia? Tidak mungkin, She Xia hanya mencintai ku" pikir Jun Jiang yang mulai terbakar cemburu

"She Xia kau kembali nak..." ucap bibinya sambil berderai air mata dan memeluk She Xia

"Aku merindukan paman dan bibi" ucap She Xia sambil memeluk paman dan bibinya bergantian

"Apa kau tidak merindukanku?" tanya Jun Jiang sambil berdiri dari duduknya

"Tidak" jawab She xia dengan dingin dan acuh

"Siapa dia nak?" tanya paman nya sambil menunjuk Fei

"Nama nya Fei, dia itu pengawal ku" ucap She Xia sambil duduk

"Pengawal? Sejak kapan kau memiliki pengawal?" tanya Jun Jiang lagi

"Bukan urusan mu" jawab She Xia, sedangkan Fei menahan diri untuk tidak tertawa melihat kelakuan nona nya yang begitu dingin terhadap Jun Jiang.

"Apa kau sudah makan?" tanya bibinya

"umm, tadi kami makan di perjalanan bi" ucap She Xia

"Ya sudah lebih kau beristirahat dulu di paviliun mu, dan besok kau bisa ikut bersama kami ke perjamuan ulang tahun kaisar di istana" ucap pamannya sambil mengelus surai hitam She Xia

"Ya" ucap She Xia singkat sambil berjalan menuju paviliunnya di ikuti fei

"Apa nona yakin akan ikut ke perjamuan nona?" tanya Fei

"Ya" jawab She Xia

"baiklah, tapi nona harus berhati-hati besok" ucap fei

"Kenapa?" tanya She Xia

"Biasanya pada saat perjamuan seperti itu, para nona muda maupun putri dari kekaisaran suka membuat ulah dan saling mempermalukan satu sama lain" ucap Fei menjelaskan

"Kau tak perlu khawatir Fei, lagi pula aku bukanlah She Xia yang penakut seperti dulu. Siapa pun yang berani mengusikku, aku akan membalasnya dengan lebih" ucap She Xia sambil tersenyum, tapi fei menyadari itu bukanlah senyuman melainkan seringaian. She Xia menyeringai. Fei pun bergidik ngeri

"Sepertinya kedua tuanku benar-benar serasi. Mereka memiliki sifat dan juga kekejaman yang sama" fikir Fei sambil menarik napas panjang nya

Terpopuler

Comments

Bima Sakti

Bima Sakti

woiii.. sadar wooii.. dasar kutu kupret. mo di jadiin cicak loe Ama raja guguk, jun Jiang kupret 🤣🤣🤣

2024-10-01

3

Mry_~

Mry_~

nyadar dirii Lo itu gak pantas😇

2024-05-06

3

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Liat Fei aja orang udh hah heh hoh sama
Ketampanan Fei. Apalagi kalau liat Yang Mulia A-Zhu

2024-04-22

3

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 83 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!