Pelayan itu pun bergidik ngeri mendengar ucapan frontal yang mengalir begitu saja dari mulut She Xia, dengan langkah besar, dia pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan She Xia dan langsung mengajak pelayan yang lain untuk pergi dari sana.
"Ada apa? Kenapa nona She Xia memanggilmu?" tanya pelayan A
"Apalagi kalau bukan memarahiku? Dia bahkan menyebutku lalat pengganggu. Andai saja dia bukan anak angkat nyonya, pasti sudah ku robek mulut kasarnya itu" dengus nya sambil meninggalkan kumpulan para pelayan yang terlihat heran
"Bukankah nona She Xia selalu bersikap ramah pada pelayan? Kenapa sekarang dia berubah jadi begitu mengerikan?" ucap pelayan A lagi yang di jawab gelengan kepala oleh pelayan lain.
She Xia akhirnya memutuskan untuk berangkat hari ini, dia pergi bersama Lien dan juga Lily menuju kota cahaya, She Xia sengaja mengantar Lily dan juga Lien terlebih dahulu sambil melihat rumah yang telah di beli oleh kedua pelayannya itu. 6 jam perjalanan dengan kereta, akhirnya mereka pun masuk ke kota cahaya, mengedarkan matanya ke sekeliling, She Xia pun melihat begitu banyak orang yang berlalu lalang
"Kota ini cukup ramai, apakah kalian sudah memutuskan untuk membuat usaha?" tanya She Xia pada Lily dan juga Lien
"Mungkin membuat restaurant dan toko kue akan bagus disini nona.." ujar Lily
"Kurasa membuka toko pakaian lebih menguntungkan" jawab Lien
"Baiklah kalian siapkan saja usaha yang menurut kalian baik di lakukan di kota ini, semoga saja ke depannya usaha itu bisa menjamin masa depan kita" ucap She Xia
"Nona, menurut anda, pakaian apa yang harus ku jual nanti?" tanya Lien
"Buatlah hanfu yang lebih ringan, dan juga tidak terlalu ribet untuk di gunakan, tapi jangan mengurangi keindahannya" ujar She xia. Sedangkan Lien dan Lily hanya mendengarkan
"Nona, kita sudah sampai, itu rumah baru nona" tunjuk Lily
"Baiklah, kita turun sekarang" ucap She xia sambil melangkah keluar dari kereta di bantu Lily dan juga Lien.
"Rumah yang indah, ayo kita segera masuk, rasanya aku benar-benar lelah dan ingin beristirahat" ujar She Xia. Lien segera mengeluarkan kunci rumahnya dan mempersilahkan She Xia masuk untuk beristirahat.
"Besok pagi aku akan memulai perjalananku menuju akademi tianzi, aku harap kalian tidak menggangguku malam ini, aku ingin beristirahat untuk perjalanan panjangku"ucap She Xia
"Baiklah nona.."
She Xia pun langsung memasuki kamarnya untuk beristirahat, tak lupa mengunci seluruh pintu dan juga jendela agar aman.keesokan paginya setelah mandi dan sarapan, She xia pun langsung bersiap-siap menuju kudanya, dia mengenakan hanfu pria polos warna putih, rambutnya dikuncir tinggi, dia sengaja tak memakai riasan apa pun dan tetap mempertahankan penampilan sederhananya. She Xia segera berpamitan dengan Lily maupun Lien. She Xia memacu kudanya dengan kecepatan penuh, dia ingin segera memulai pertualangannya di hutan iblis, setelah menempuh perjalanan selama 10 hari, akhirnya She Xia pun sampai di hutan iblis. Hutan itu terlihat gelap dan juga gersang. pohon-pohon besar nampak menjulang dan rimbun, bahkan matahari pun seolah tak bisa menembus hutan itu
"Apakah ini tempatnya?" tanya She Xia
"Benar, carilah tempat yang cocok untuk memulai berkultivasi. Kau harus segera kuat untuk bisa mengaktifkan mata dewa mu" ujar suara dalam pikiran she xia
"Apakah tubuhku sudah cukup kuat? Ataukah aku harus melakukan latihan fisik lagi?" tanya She Xia lagi
"Tubuhmu sudah cukup kuat She xia"
"Baiklah, aku akan mencari sungai untuk memulai kultivasiku" ujar She Xia, dia pun melangkah mencari keberadaan sungai agar mempermudah untuk nya melakukan kultivasi, dia ingin tempat yang nyaman dan sejuk juga bersih, setelah berkeliling selama 2 jam, She Xia pun menemukan sungai, mencari batu yang agak besar, dia pun duduk bersila, matanya terpejam, mengosongkan pikirannya dan mulai menyerap semua energi alam yang ada di sekitarnya, tubuhnya menyerap setiap energi itu dengan rakus, hingga tubuhnya pun terasa akan meledak, She Xia berusaha keras untuk menyeimbangkan keseluruhan energi itu, dengan napas yang terengah-engah, akhirnya She Xia pun berhasil. She xia melihat begitu banyak warna elemen yang mencoba menerobos tubuh nya, dia pun menyerap semua elemen itu dengan santai dan menyimpan nya pada dentian nya. Tak terasa waktu telah berlalu dengan cepat, kultivasi She Xia pun sudah mencapai tahap abadi setelah 5 tahun, batu yang diduduki she Xia terlihat sudah berlumut, tapi mata She Xia masih saja enggan untuk terbuka. Tubuh she xia terlilit tumbuhan dan terbungkus cahaya putih, sementara langit semakin gelap, kilatan petir terlihat menyambar-nyambar,
jedeer...
jedeeer...
dua kali petir ungu menyambar She xia, sudut bibir she xia terlihat mengeluarkan darah, tumbuhan yang melilit tubuhnya pun memudar, She Xia menyerap esensi langit dan bumi, dia pun menjadikan petir yang menyambarnya sebagai elemen. Menerima sambaran petir ke tiga yang berwarna merah kehitaman, petir api surgawi. She xia hampir saja kehilangan kesadarannya, petir itu membuat tubuh nya serasa hancur lebur, namun secara perlahan, tubuhnya semakin membaik dan dia pun akhirnya bisa memurnikan elemen api dan juga petirnya dengan api surgawi. Perlahan she xia membuka kelopak matanya, memperhatikan seluruh tempat itu, dia menyadari banyak tumbuhan yang mati, batu-batu yang berlumut dan juga tanah yang tandus dan pecah-pecah. Dengan menggunakan penggabungan elemen air dan juga elemen tumbuhan, She Xia membuat tanah itu kembali subur, dan tumbuhan pun kembali hidup.
"huft... Sungguh melelahkan" she xia segera membersihkan dirinya di sungai, dan berpakaian. Setelah itu dia pun mulai mengaktifkan mata dewa nya yang mana membuat matanya terasa sangat sakit dan terbakar, setelah berjuang menstabilkan dirinya selama enam jam, akhirnya mata dewa pun terpasang, She Xia bisa melihat masa lalu dan juga masa depan, jarak pandang nya pun semakin jauh, dia bisa melihat apapun dengan jarak sepuluh km dari dirinya
"Harga yang sangat pantas untuk sebuah kekuatan yang sangat besar" ujar She xia.
karena kelelahan, akhirnya She Xia pun memutuskan untuk tidur di dahan pohon yang besar, matanya terpejam. Sementara disisi lain seorang pemuda bertopeng nampak memperhatikan She Xia yang tertidur dengan nyaman itu dengan mata merah dan iris vertikalnya, senyum manis tersungging di bibirnya, tangannya mengibas ke udara dan melemparkan angin ke arah She Xia. Tiba-tiba saja sebuah cincin terpasang di jari manis She Xia, cincin permata hijau itu nampak berkilauan
"Mulai hari ini, kau adalah milik raja ini gadis kecil.." ucap pria itu sebelum menghilang bagai hembusan angin
sementara She xia yang mendengar gumaman pria itu pun membuka matanya
"Siapa?" tanya She Xia
"Huft" akhirnya She Xia pun meloncat turun dari dahan pohon itu, perut nya terasa sangat lapar, dia ingin berburu agar bisa makan daging. Tapi saat dia hendak mengambil pedang nya, tanpa sengaja matanya melihat cincin di jari manis tangan kirinya
"Eh, cincin siapa ini? Sejak kapan aku memiliki cincin ini?" pikirnya sambil mengangkat kedua bahunya
"Takdirmu telah datang She Xia" ucap suara dari pikirannya
"Takdir apa?" tanya She Xia
"Jodohmu telah datang, dia telah mengikatmu dengan cincin itu" ucap suara itu lagi
"Dewi kehidupan, bisakah kau menampakan dirimu? Aku jadi Seperti orang gila karena bicara sendiri" ujar She Xia. Tak lama terlihat cahaya putih pun bersinar, dan memunculkan seorang gadis cantik di samping She Xia
"Kau mengganggu tidur cantik ku saja She xia" dengus dewi kehidupan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Emak Aries
bukan Jendral lg jodoh She Xia tp Raja. keren/Angry//Angry/
2025-04-02
0
Puch🍒❄
awww imut bangett😆😍
2024-07-17
2
Grey
wehh pelanggaran Ki😂
2024-06-18
5