My home but not sweet home.
Tidak ada yang menyambutku pulang, bahkan Leo tidak ada menghubungiku juga, menanyakan kabarpun tidak hais.
..." Aku pulang"." Ah, nona Vania sudah pulang"." Hallo bibi apa kabar. Orang rumah dimana"." Nyonya dan tuan ada urusan di sekolah nona Keysha, nona Clarissa sedang bekerja. Apa nona Vania lapar"." Ya aku sangat lapar"." Baiklah sebaiknya nona beres-beres saja dulu akan saya siapkan"." Baik terimakasih bi"....
Bibi Megan, orang satu-satunya yang sangat baik padaku. Seperti apa bentuk rupa kamarku ya, apa kamarku juga sudah dia ambil alih oleh Key.
Benar saja banyak barang-barangku yang tidak ada padahal barang-barang itu adalah kesayanganku.
Jam tangan CA, tas Hosh, untung laptopku masih ada, jika tidak aku akan pusing dengan pekerjaanku nanti di kantor. Ngomong-ngomong soal kantor apa aku masih bekerja di sana atau tidak ya, karena kan saat aku berada di tubuh Mika Jonathan berencana untuk mencari karyawan baru.
..." Nona makan siang anda sudah siap"." Baik bi terimakasih"....
Ah aku sangat rindu masakan Bibi yang sangat enak ini. Beberapa kali aku melihat ke layar hpku tidak ada yang mencariku. Ku beranikan diri untuk menghubungi Leo, semoga saja dia tidak sibuk.
..." ada apa?"." Leo, aku sudah keluar dari rumah sakit. Kamu dimana apa kamu sibuk"." Apa sudah keluar bagaimana bisa"." Aku sudah sembuh tentu saja aku bisa keluar dari rumah sakit"." Kamu dimana sekarang"." Aku dirumah sedang makan siang"." Baiklah 20 menit lagi aku akan ke sana. Sekarang aku sangat sibuk"." Baiklah". ...
Apa baru sekarang dia mencariku, apa aku yang terlalu berharap padanya. Tiga bulan di rumah sakit membuat kulitku semakin putih saja, padahal kulitku tidak seperti ini, kulitku belang dan tidak menarik, tapi beruntung sekali aku mendapatkan pacar yang baik seperti Leo.
20 menit sudah dia tidak datang juga,
40 menit juga belum datang.
Apa dia sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk menemui pacarnya walau hanya sebentar saja, aku kan sangat kangen dengannya.
50 menit, sebuah mobil sedan merah terparkir rapi di depan rumah, seorang pria yang aku sudah lama rindukan akhirnya datang.
aku berlari layaknya anak kecil yang sudah lama tidak bertemu dengan orang tuanya.
..." hey jangan lari-lari. Kamu bukan anak kecil"." Aku kangen"." Ya aku juga"." Kenapa sangat lama"." Jalannya sangat macet"." Hmm"....
Aku membawa Leo masuk kerumah dan meminta bibi membuatkannya minuman karena harinya sangat panas, tapi apa parfum yang Leo gunakan memang sangat menyengat ya seperti bau parfum wanita. Berhentilah berfikir yang tidak tidak Van.
..." sayang"." Kenapa?"." Apa selama aku koma di rumah sakit kamu sering mengunjungiku"." Te...tentu saja aku selalu menemanimu. Tanya saja para suster"." Benarkah, apa kamu tidak sibuk menemaniku terus di rumah sakit"." Hanya beberapa rapat saja yang lain bisa ku atasi. Pacarmu ini kan sangat hebat"." Ya benar-benar snagat hebat"....
Aku kembali memeluknya, tapi Leo menciumku tapi aku tahu dari ciumannya ini, dia ingin tidur bersamaku.
..." bibi ada di rumah. Aku malu"." Apa perlu kita menyewa hotel hari ini"." Aku baru keluar dari rumah sakit bagaimana kalau nanti saja"." Hais nanti-nanti lagi. Aku kangen sama kamu tahu"." Iya aku tahu tapi sabar ya"....
Leo hanya bisa menghela nafas, dia terlihat sangat kecewa tapi mau bagaimana lagi aku baru saja sembuh dan pulang kerumah dia bukannya menyuruhku untuk istirahat malah ingin tidur denganku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments