9

Aku pindah ke ruang VIP dan mendapatkan perawatan terbaik dari rumah sakit. Akhirnya sekiam lama aku bisa memegang handphone, ya selama menjadi seekor kucing aku hanya bisa makan minum tidur dan berjalan-jalan di dalam rumah saja.

Hanya banyak spam, bahkan pacarku sendiri tidak ada menghubungiku sama sekali apa dia sudah melupakanku sekarang. Aku sangat rindu padanya dan aku sangat berharap dia di sini menemaniku, tapi itu tidak mungkin karena dia orang yang sangat sibuk di perusahaan percetakan itu.

Kondisi ku semakin hari semakin membaik berkat perawatan yang aku dapatkan dari pada sebelumnya, ya itulah enaknya bekerja di perusahaan besar fasilitas yang di berikan bukan main-main tapi sebanding dengan apa yang harus di kerjakan. Sebuah kerja keras akan membuahkan kasil yang bagus juga, semoga saja aku tidak di pecat oleh Jonathan jika itu terjadi aku tidak tahu lagi harus kemana mencari pekerjaan untuk menghidupi diriku sendiri karena aku tidak bisa selamanya meminta kepada orang tuaku, mereka punya tanggungan sendiri juga sekarang.

..." Selamat pagi Nona Vania"." Ah pagi dokter"." Anda terlihat sedih ada apa? Padahal besok anda sudah bisa pulang"." Benarkah dok. Apa saya sudah sembuh total sekarang"." Menurut analisa kami ya, nona sudah membaik, tapi jika anda merasa kurang nyaman datanglah kerumah sakit untuk pemeriksaan"." Baik dok. Terimakasih banyak"." Ya nona, saya permisi"." Ya"....

Akhirnya aku bisa keluar dari rumah sakit ini, sudah lama sekali sepertinya aku tidak melihat dunia luar, berada di rumah sakit terus tentu saja tidak enak walaupun di berikan pelayanan yang terbaik. Tapi ketika mendapatkan perawatan terbaik juga akan mendapat pemulihan yang sangat cepat. Yah, itulah kekuasaan uang. Apapun bisa jika ada uang memikirkan uang membuatku pusing, sebaiknya aku banyak istirahat dan segera pulang besok. Tentu saja aku akan berterima kasih nanti dengan Jonathan yang terpenting aku mau bertemu Leo dulu.

Keesokkan paginya.

Tidak ada yang menjemputku ya malangnya nasibku bahkan orang tuaku tidak kunjung menjemputku. Baiklah aku akan pulang sendiri, setelah pamit dengan dokter dan perawat aku memutuskan untuk pulang sendiri saja dengan taksi.

Tinnn..

Ya ampun mobil siapa sih bikin kaget aja.

..." orang tuamu dimana?"." Ah, pak Jonathan. Oh orang tua saya sedang sibuk"." Kamu sudah boleh pulang"." Ya pak"." Dimana keluargamu"." Saya bisa naik taksi pak"." Masuklah aku akan mengantarmu pulang"." Tidak tidak saya bisa sendiri"." Masuk". Hanya dengan kata masuk, entah kenapa aku lamgsung menurut saja dengan ucapannya....

Aku duduk di bangku belakang dia terlihat tidak suka, apa aku melakukan kesalahan lagi. Aku hanya diam saja, setelah mengirimkan alamat rumahku ke navigasi dia mengantarku pulang. Rasanya dingin sekali apa karena AC mobil sepertinya tidak aura pria satu ini terlalu dingin.

Aku melihat lihat-lihat ke dalam sekitar interior mobilnya, dia sangat pembersih dan ah gantungan hias saja ada foto Mika, sudah lama sekali aku rasanya rindu dengan kucing malang ini, mungkin nanti sebaiknya aku menjenguknya saja.

..." Mika". Gumamku." Ada apa"." Ah tidak pak saya hanya melamun saja"." Hmmm"....

Hampir saja dan untungnya dia tidak menanyakan dari mana aku tahu nama itukan, kalaupun dia tanya aku akan jawab apa nantinya. Baiklah mari kita fokus ke jalan saja. Hais wangi parfum khas Jonathan ini sangat mengganggu aku jadi tidak bisa konsentrasi jika begini. Wangi yang aku kenal dan terasa familiar aku suka wanginya tapi sadarlah Van kamu sudah punya pacar dan dia adalah bosmu, duniamu terlalu jauh dengannya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!