19

menangis sejadi-jadinya di nisan Mika, aku tidak tahu kenapa harus begini ku akui aku memang suka pada kelembuatn Jonathan tapi itu tidak sebanding dengan rasa sayangku pada Leo 5 tahun bukan waktu yang singkat, aku mengenalnya sejak duduk di bangku SMA kami selalu bersama suka duka senang selalu bersama. tapi apa yang ku dapatkan sekarang penghianatan seorang pacar dengan kakak sendiri. Milka kenapa kamu tidak membawaku saja kalau tahu begini hidupku, aku takkan pernah ingin bangun lagi.

"kamu kenapa?".

eh suara ini, aku mengenalnya jangan-jangan. aa benar saja dia Jonathan.

"sedang apa kamu disini?"." tu.. tuan Jonathan. ah maksud saya...."." kamu kenapa?"." tii... tidak apa maaf saya permisi".

Dia terheran-heran melihatku berlari menjauhinya.

"Hey sobat kecil, apa kamu kenal gadis itu, sebentar dia kan karyawan kantorku kalau tidak salah dia kan temannya Nana. sebaiknya aku menelponnya".

" Jo, ini hari minggu"." aku tahu, hey aku kan ke rumah sobat kecilku"." Mika. lalu?"." aku melihat temanmu habis menangis di sini. apa dia kenal Mika"." bercanda kamu, mana mungkin dia tahu dengan Mika. sudahya aku masih ngantuk"." oke Bye"." Jo tunggu. kamu bilang Vania kesana kan"." ya"." ada apa dengan gadis itu"." entah, kamu kan temannya"." hais para lelaki. ya sudah Bye".

Jo masih bertanya-tanya apa yang aku lakukan disini, menangis dengan sangat keras di makam teman kecilnya. sekarang aku tidak tahu harus kemana. aku tidak punya tujuan lagi sekarang apa sebaiknya aku menyewa rumah atau tinggal di kos-kosan saja ya. aku malas pulang kerumah itu lagi.

" hik hik hik. Nana"." kamu kenapa, kamu dimana"." di makan bahagia"." apa yang kamu lakukan disana? tunggu aku"." iya".

beberapa menit kemudian, kulihat dari kejauhan mobil Nana terparkir dengan rapi dia buru-buru keluar sampai lupa untuk mengunci mobilnya dan dia kembali lagi seperti ketinggalan sesuatu. Lucu saja melihatnya begitu tapi dia adalah sekertaris yang hebat.

"kamu kenapa? aku kaget Jonathan menelponku"." tidak apa. kenapa bos menelponmu"." hais, dia kan tahu kamu adalah temanku, kamu kenapa jangan membuatku khawatir begini"." maaf"." kamu sudah makan?"." sudah tapi aku tidak selera makan"." ayo kita kerumahku dulu"." baik"

Rumah, itu artinya rumah milik orang tuanya dia tidak tinggal di kos lagi kah? sepertinya.

Rumah utama keluarga Nana sangat besar, dia adalah nona muda yang kabur dari rumah karena tekanan orang  tuanya yang mengharuskannya menikah dengan orang yang lebih atau setara dengan keluarganya.

kami di sambut hangat oleh para pelayan dan kepala pelayan masih ingat dengan diriku.

"Nana, kenapa buru-buru berangkat bahkan kamu belum sarapan"." maaf ma darurat"." eh ada Vania, hallo cantik, loh kamu kenapa? Nana kamu apakan dia sampai begini"." inilah alasanku pergi Ma"." oh sayang ada apa". Tanya mama Nana padaku." Ma, anak kandung mama siapa sih,aku apa Vania"." mama bosan denganmu. Nah nak kamu kenapa?".

sejak masih sekolah Mama Nana sangat baik padaku, katanya aku sudah seperti anaknya sendiri. Rasanya keluarga ini terasa hangat, aku bahkan kadang lupa jika sudah bersama keluarga ini, mereka terlalu baik. terutama kedua orang tua Nana dan Nananya juga. tapi tidak ada anak yang bisa memilih bagaimana orang tuanya kan, seandainya bisa memilih aku akan memilih keluarga Nana dan hidup bersama dengannya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!