Kinan terus menangis dan menjerit memanggil mas ocong. "Maaf tapi saat ini, aku tidak bisa menampakkan diri seperti waktu itu" ucap Mas ocong...
Jeritan Kinan membuat Pak Kodir dan Pak Asep yang ronda merasa merinding. "Waduh Dir, suara ape itu Dir? Jangan bilang poci yang waktu itu kita lihat sekarang lagi sekedikapkap sama Mbak Kunti Dir" ucap Pak Asep sambil menarik baju Pak Kodir. "Hus, jangan sembarangan lu Sep" sahut Pak Kodir sambil menepis tangan Pak Asep dari bajunya...
"Pikiran kotor mu itu jangan di bawa sama orang lain Sep, lu kira semua orang sama kek elu y, dikit-dikit sekedikapkap, sono lu sekedikapkap sama bini lu jangan sama cabe di pokel lu" tambah Pak Kodir menceramahi Pak Asep.
"Ya elah Dir, gua kan ke pokel cuma anu aje" sahut Pak Asep mengelas.
"Halah bac*t lu banyak Sep, mending gua ke pos minum kopi terus makan martabak wenak" ucap Pak Kodir dan meninggalkan Pak Asep sendiri...
"Weh Dir, tungguin gua napa, main tinggalin aje lu, gua juga mau martabak Dir, ape lagi di campur susu cair cap Mpok Ipeh wuh mantep pasti" sahut Pak Asep sambil mengejar Pak Kodir yang sudah jalan duluan di depan...
Melihat Kinan yang seperti itu membuat Mas ocong tak tega, jadi dia meminta bantuan Mbak Kunti untuk membawa Kinan pulang ke rumahnya. "Kun, tolongin gua bawa dia ke rumahnya" ucap Mas ocong. "Siapa dia? Calon gebetan lu y?" tanya Mbak Kunti. "Bukan calon gebetan Kun, tapi calon istri gak kesampaian" jawab Mas ocong yang spontan membuat Mbak Kunti ngakak...
"Kikkikkikkikki.... lucu y, tapi kasian kalian cinta beda alam" tambah Mbak Kunti. "Udah Kun, bawa dia, gua mau ke altar minta tolong Mbah Jati" ucap Mas ocong dan Mbak Kunti langsung setuju dan langsung menyamar jadi gadis cantik...
Dengan kekuatannya Mbak Kunti berhasil menghilangkan kesadaran Kinan dan membuatnya patuh pada Mbak Kunti untuk pulang ke rumah. Sementara itu Mas ocong terus melompat-lompat menuju altar doa di tengah hutan terlarang untuk menemui Mbah Jati yang sedang bertapa...
Tepat di bawah pokok beringin, duduklah seorang kakek tua sambil mengkomat-kamit kan beberapa mantra yang tak bisa di pahami oleh orang awam.
"Koe karo dia ora iso bersama sampai kapanpun" ucap Mbah Jati yang sepertinya sudah tau maksud dan tujuan Mas ocong datang padanya...
"Aku telah bertapa selama 10 tahun, tapi kekuatan ku hanya bisa di gunakan saat bulan suroh atau malam jumat kliwon, itu sangat tidak adil Mbah" ucap Mas ocong komplain. "Kunti sudah berada di sini selama lebih dari 50 tahun, tapi dia tidak pernah melanggar larangan ku, tapi koe, koe bahkan dengan sengaja membawa gadis itu dan bersetubuh dengannya, bahkan sampean merobek kain kafan sampean untuk melindunginya" jelas Mbah Jati dengan nada sedikit marah pada Mas ocong...
"Maaf Mbah, tapi itu darurat, ikatan batin ku dengannya membuat ku begitu tertarik dan ingin terus melindungi dan berada di sisinya" sahut Mas ocong. Mbah Jati menarik napas, menahan emosinya dan bertanya keinginan dari Mas ocong...
"Sudahlah, sudah terjadi juga. Sekarang apa yang sampean inginkan?" tanya Mbah Jati. Dengan yakin Mas ocong meminta untuk di beri kesempatan bisa berada di sisi Kinan dan melindunginya dengan kekuatannya. "Aku akan mengabulkan keinginan sampean, tapi ada harga yang harus sampean bayar" ucap Mbah Jati. "Tak peduli apapun itu, demi dirinya akan ku lakukan Mbah" sahut Mas ocong dengan yakin...
"Sampean hanya memiliki waktu selama 1 tahun bersamanya, setelah itu sampean akan menghilang dan dia tidak akan pernah bisa lagi melihat sampean, bahkan tak akan mengingat sampean" jelas Mbah Jati. Awalnya Mas ocong ragu, tapi saat mengingat saat ini Kinan sangat membutuhkannya, membuatnya mengambil keputusan itu. "Aku setuju Mbah, 1 tahun adalah waktu yang cukup untuk ku membuatnya menjadi gadis yang tegar dan bertemu dengan pria baik" sahut Mas ocong...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Cuma 1 tahun singkat banget Mbah,,gak di tambahin😌😌
2024-09-23
0
Kennie Re
Kok sedih sih🥺
2022-11-28
1
Kennie Re
Org ini lagi🤣🤣🤣
2022-11-28
0