Setelah menunggu 1 jam kemudian akhirnya jenazah pak soedarmo tiba di rumah duka. Air mata Kinan yang tadinya di tahan kini pecah bak bendungan yang tak bisa lagi menahan banyaknya debit air yang datang...
"Huhuhu, Ayah,.... Ayah,... " tangis Kinan sambil terus memeluk jasad ayahnya yang tak bisa lagi bergerak. Bu Lastri dan Maya ikut menangis di sebelah Kinan, bahkan bu Lastri secara tiba-tiba pingsan. "Mas,.. Mas,... " ucap Bu Lastri sebelum tak sadarkan diri...
Para pelayan membantu menggotong tubuh Bu Lastri, Maya pun ikut bersama ke kamar menemani ibunya yang pingsan...
"Bu, sudah aman" bisik Maya dan Bu Lastri langsung bangun. "Gimana akting Ibu, bagus tidak?" tanya Bu Lastri. Maya langsung mengajukan kedua jempolnya, "Keren, Ibu paling jago deh kalau akting" sahut Maya...
"Lebih baik kita di sini saja sayang, di luar panas, biarin si anak s*alan itu yang ngubur kan bapaknya yang tidak berguna itu" ucap Bu Lastri dan Maya langsung mengangguk. "Benar, Maya juga baru kemarin perawatan, kalau kena sinar UV langsung nanti gelap lagi, gak mau" sahut Maya...
Mereka berdua pun tiduran bersama di kamar, sementara Kinan dia terus menghadapi semua orang sambil terus menangis. Tapi Kinan tak sendiri, walau terlihat sendirian oleh orang lain, nyatanya Mas ocong masih terus berdiri di sekitar Kinan, dia bahkan tak meninggalkan Kinan sedetikpun...
"Yang tabah y nak, bapak mu insyaallah khusnul khotimah" ucap Pak Joko wakil bupati, patner Pak soedarmo waktu menjabat. Pak soedarmo memiliki kebiasaan dari dulu, walaupun dia orang terkemuka, tapi dia tidak ingin bersombong diri harus di ikuti oleh orang-orang kemanapun dia pergi, baginya cukup Allah Ta'ala saja yang dia perlukan untuk menentukan takdirnya, jadi wajar jika kejadian itu bisa terjadi, sebab tak ada satupun mobil penjagaan lain yang mengikuti pak soedarmo...
"Makasih y pak Joko" sahut Kinan sambil menyeka air matanya yang terus mengalir. Setelah selesai memandikan jenazah pak soedarmo mereka lanjut untuk mengkafaninya, tapi saat yang lain mengkafani salah seorang yang ikut memandikan jenazah pak soedarmo menarik tangan Kinan dan berbicara padanya 4 mata...
"Nak, mohon maaf sebelumnya, Bapak tidak ada maksud apapun, tapi alangkah baiknya jika beliau meninggal di ketahui sebab dan akibatnya" ucap Pak Amir. "Iya Pak, memangnya ada apa y?" tanya Kinan yang bingung. "Begini nak, saat bapak dan tim memandikan jenazah pak soedarmo, bapak melihat lubang di bagian perut pak soedarmo, dan itu bukan hanya 1 ada lebih dari 3 tusukan di sana" jelas Pak Amir...
"Maksud bapak ayah saya meninggal tidak karena kecelakaan, melainkan karena tikaman dari senjata tajam begitu?" tanya Kinan dan Pak Amir langsung mengangguk. "Benar nak, sebaiknya kamu lakukan penyelidikan lagi mengenai hal ini" sahut Pak Amir. Kinan hanya terdiam dan mulai memikirkan segalanya...
Satu jam kemudian, akhirnya jenazah pak soedarmo bisa di kebumikan dengan layak. Semua orang yang tadinya ikut mendoakan di makam perlahan mulai pergi. Kini hanya tersisa Kinan dan Mbok Ijah. "Non, yok pulang sudah sore" ucap Mjok Ijah, tapi Kinan masih ingin bersama dengan sang ayah...
Mbok Ijah pun gak punya solusi jadi dia pulang duluan. Kini hanya tersisa Kinan dan Mas ocong saja di sana. Kinan terus mengelus lembut papan nisan sang ayah. "Ayah, Ayah baik-baik y di sana, Kinan akan jaga diri kok di sini" ucap Kinan mencoba menguatkan dirinya sendiri...
"Ayah,.. huhuhu,..."
Mas ocong hanya menatap Kinan dari samping sambil tangannya mengelus lembut kepala gadis yang saat ini tengah menangis tersedu-sedu di atas makam sang ayah...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Ayo Kinan usut kematian Ayah Kamu😌😌
2024-09-23
0
🍭ͪ ͩ𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻☪️¢ᖱ'D⃤
pasti Kinan sangat kehilangan yaaa
2022-11-19
1
➥ᴄᴀɴͣɢᷢᴋͧɪᷠʀͥᴋᷜᴏᷧᴘɪ
drama queen bingitz seh Anda ya Salam😒
2022-11-16
0