Di kamar Nyonya Lastri terlihat sedang menelepon seseorang. "Baiklah laksanakan sekarang" ucap Nyonya Lastri. "Beres Nyonya semua berjalan sesuai rencana" jawab pria misterius itu...
Rara yang menguping pembicaraan ibunya dengan seorang pria langsung duduk di atas kasur. "Ibu benar-benar melakukannya?" Tanya Maya pada Nyonya Lastri. "Tentu sayang, ibu akan terus melakukannya demi masa depanmu" sahut Nyonya Lastri...
"Apa ibu sudah tidak waras? bagaimana jika ketahuan nantinya?" ucap Maya yang tidak ingin masuk penjara. "Tenanglah, itu tidak akan terjadi, kalau pun ia, maka ibu sendiri yang akan mempertanggungjawabkan semuanya, kau tenang saja sayangku" sahut Nyonya Lastri...
Ternyata Nyonya Lastri telah berencana untuk menghabisi nyawa Tuan Soedarmo, ayah Kinan yang dia anggap sangat mengganggu dan tak lagi dia butuhkan itu. Jadi dia menyuruh semua komplotan pembunuh untuk menghabisi nyawa Tuan Soedarmo tapi dengan cara seolah-olah dia mengalami kecelakaan...
Di sisi lain di tengah perjalanan tiba-tiba mobil Tuan Soedarmo mengalami kemogokan. "Waduh Pak'e mobil nyo mogol takye" ucap Pak Juki sopir pribadi keluarga Soedarmo. "Gimana sih Ki, apa gak kamu periksa sebelum berangkat tadi?" Tanya Pak soedarmo...
"Sudah di periksa tadi Pak, tapi endak tau kenapa ini kok mogok takye" Jawab Pak Juki sambil keluar dan memeriksa jok depan. Pak Juki terus melihat dan memeriksa karburator mobil dengan seksama. "Lah ini kok bisa kosong takye, padahal sudah saya isi" gerutu pak Juki...
Saat pak Juki hendak mengisi ulang karburator tiba-tiba keluar dari balik semak-semak beberapa orang bertopeng. "Eh siapa sampean-sampean ini?" ucap Pak Juki yang curiga dengan kedatang 6 pria misterius itu...
Tanpa berkata apapun salah seorang dari mereka langsung menikam perut Pak Juki. SLUK, "Ah.. " teriakan Pak Juki menyadarkan Pak soedarmo dan membuatnya keluar dari dalam mobil. Dalam panik Pak soedarmo yang ketakutan langsung berlari ke dalam hutan lebat itu...
TAP TAP TAP, pak soedarmo terus berlari dengan tergopoh- gopoh. Keenam pembunuh bayaran itu juga ikut berlari mengejar pak soedarmo. Di rumah, entah mengapa tiba-tiba hati Kinan menjadi sangat gelisah. "Hem, ada apa ini, kenapa dada ku terasa sesak" ucap Kinan sambil menatap ke arah balkon kamarnya...
Pak soedarmo terus berlari dengan terengah-engah sampai di ujung dia yang sudah tak sanggup lagi berlari akhirnya terkepung oleh para pembunuh itu. "Si.. siapa kalian? Jika kalian butuh uang aku bisa berikan, katakan saja berapa jumlahnya" ucap Pak soedarmo agar para pembunuh itu melepaskannya...
Tapi para pembunuh itu tidak bisa di suap, sekali menerima tugas mereka akan melakukannya sampai tuntas. SLUK,... SLUK,... SLUK, pembunuh itu melontarkan tusukan lebih dari satu kali ke tubuh Pak soedarmo. Kini tubuh Pak soedarmo penuh dengan darah yang terus mengalir keluar. Dalam keadaan setengah sadar, di saat-saat terakhirnya Pak soedarmo masih terus menggenggam foto putri kesayangannya itu sampai napas terakhirnya...
Setelah melihat Pak soedarmo meninggal para pembunuh itu mengangkat tubuhnya dan memasukkan kembali tubuh dia dan sopirnya itu ke dalam mobil, dan di depan tebing, para pembunuh itu menekan pedal gasnya dan menabrakkan mobil itu ke sisi jalan...
DUAR, kuatnya benturan hingga membuat mobil itu meledak. PRANK, tiba-tiba foto Kinan dan Pak soedarmo terjatuh. "Ah!" Kinan terkejut, tapi dia langsung membereskan pecahan-pecahan kaca itu. "Ayah kau baik-baik saja kan" ucap yang khawatir Kinan...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
We ternyata ulah Emak tirinya Kinan,kenapa mas Ocong gak bantu,kasihan Kinan pasti sedih😭😭
2024-09-23
0
🍭ͪ ͩ𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻☪️¢ᖱ'D⃤
Ternyata bu lastri... tegaa demi harta yang nggak bisa di bawa mati membunuh pak Sudarmo
2022-11-19
3
Bųŋɖą Aʑƙą ıŋąყąɧ⒋ⷨ͢⚤•§¢•
astaga ibu tiri sialan, tega nya bunuh suami sendiri😠
2022-11-17
2