Bu Lastri dan Maya telah duduk rapi di ruang tamu, mereka sepertinya sedang menunggu kedatangan seseorang yang penting. "Aduh Ibu sudah tidak sabar sayang untuk dapatkan segalanya" ucap Bu Lastri dengan senang. "Sama Bu, Maya juga udah gak sabar bisa shoping sepuasnya" sahut Maya...
15 menit kemudian akhirnya yang di tunggu-tunggu datang. "Assalamu'alaikum" ucap Pak Mansyur masuk ke dalam rumah. Bu Lastri langsung mempersilahkan Pak Mansyur pengacara keluarga soedarmo untuk duduk. "Wa'alaikumussalam Pak, silahkan duduk" ucap Bu Lastri...
"Aman kan Pak?" tanya Bu Lastri. "Aman Bu, semua sudah saya siapkan" jawab Pak Mansyur. Bu Lastri langsung memanggil Bi Ijah untuk memanggil Kinan turun dan mendengar apa yang di sampaikan oleh Pak Mansyur dengan seksama...
Bi Ijah langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Kinan yang berada di lantai dua. TOK TOK TOK, "Non, ini Bi Ijah, Nona di panggil sama Nyonya di bawah, ada hal penting katanya Non" ucap Bi Ijah. Kinan langsung membuka pintu kamarnya sambil menggeret sebuah koper. "Eh, Non, nona mau kemana?" tanya Bi Ijah yang kaget melihat Nona nya yang membawa koper seperti hendak pindah...
"Tidak apa Bi, lebih baik mempersiapkan dari pada harus menunggu" sahut Kinan sambil berjalan turun. Bi Ijah pun mencoba membantu Kinan membawa kopernya turun. Mata Bu Lastri dan Maya langsung membulat melihat Kinan yang sepertinya sudah sadar diri harus angkat kaki dari rumah ini...
"Oh, jadi kau sudah tau posisimu?" ucap Bu Lastri. "Baguslah kalau kau sadar, jadi aku tidak perlu menggunakan tindakan kekerasan padamu" tambahnya. "Rumah ini penuh dengan kenangan kelam, aku masih terus bertahan di sini hanya karena Ayah ku saja, tapi kini dia sudah tiada, jadi tidak ada alasan untuk ku tetap tinggal di sini" ucap Kinan...
"Sudahlah gak usah banyak bac*t, kalau kau mau pergi, pergi saja, tapi tanda tangani dulu surat ini" ucap Maya sambil melemparkan surat pernyataan untuk tidak menuntut apapun pada Bu Lastri di kemudian hari...
Kinan mengambil surat yang di campakkan di lantai itu dan dengan gamblang hendak menandatangani nya. Sepertinya semangat Kinan untuk membalas semua perbuatan Ibu dan saudara tirinya sudah padam. Dia bagaikan pohon yang telah tumbang, tak ada niat untuk bangkit dan bertahan lagi...
Mas ocong yang berada di samping Kinan merasa kesal dengan sikap Kinan yang menyerah begitu saja. "Hey Gadis bodoh, jangan menandatangi nya. Aku mati bukan untuk melihat kau menyerah seperti ini, ayolah ingat kata-kata mu semalam, kau harus membalas mereka Kinan" ucap Mas ocong yang kesal, tapi tidak bisa di dengar oleh Kinan...
"Tunggu Non, itu hak Nona, jangan biarkan mereka berdua menang begitu saja Nona. Nona juga harus memikirkan masa depan Nona" ucap Bi Ijah mencoba menghentikan Kinan. "Hey pembantu si*lan, jangan ikut campur kamu y" ucap Maya. "Bi, sudahlah aku hanya ingin hidup dengan tenang sekarang" sahut Kinan. "Bagus Kinan cepat dan tanda tangani sekarang" ucap Bu Lastri...
Mas ocong terus berusaha berkomunikasi dengan Kinan. sampai dia menggunakan kekuatannya untuk menjatuhkan vas bunga di sampingnya. PRANK, kuatnya suara pecahan itu membuat orang yang berada di sana menjerit kaget....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Ingat Kinan,itu semua hak kamu mereka gak berhak,,kalau Kamu serahkan ke Mereka pasti almarhum Ortu Kamu bakal sedig😒😒
2024-09-23
0
🍭ͪ ͩ𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻☪️¢ᖱ'D⃤
Ayooo mas Ocong beraksi buat Bu lastri dan anaknya ketakutan karena telah serakah dengan harta yg di rebut paksa
2022-11-19
2
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
ayoo mas ocong beri kinan semangat aku gak mau ngeliat kinan nyerah gitu aja
2022-11-18
1