Sebelum pergi Mas ocong melemparkan sekepal tanah kuburan ke arah rumah Kinan yang sekarang di tempati oleh bu Lastri dan juga Maya itu dengan maksud agar malapetaka dan nasib sial akan terus menimpa mereka berdua...
"Itu ganjaran atas semua perbuatan kalian, bukan hanya Ibu Raya, tapi Pak Soedarmo pun kalian habisi, jangan karena Kinan tidak tau terus aku akan diam saja dengan kalian para manusia busuk, sekarang nikmatilah kemalangan kalian" ucap Mas ocong dan ikut naik mobil bersama Kinan dan Bi Ijah...
Bu Lastri yang murka karena rencananya telah gagal untuk mendapatkan semua harta keluarga Soedarmo dengan marah menghancurkan semua barang-barang yang ada di meja. PRANK, PRANK, PRANK,... "Aahhh... " teriak bu Lastri dengan marah. "Bu, tenanglah, jika ibu hancurkan semua, terus apa yang bisa kita jual nantinya untuk hidup kita sehari-hari" ucap Maya yang tak mau hidup melarat...
"Awas kamu Kinan, aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang, Ah,... " ucap Bu Lastri sambil melempar sebuah vas bunga ke lantai. PRANK, Maya hanya bisa menutup telinganya kaget dan mencoba menutup mulutnya agar ibunya tidak memarahinya...
***
Di dalam mobil, Kinan kembali meneteskan air matanya, dia masih teringat akan hari-harinya bersama Pak soedarmo. Mas ocong yang duduk di sebelah Kinan mencoba untuk menyentuh Kinan dan membagi kesedihan bersamanya, tapi itu tidak berhasil, tangan Mas ocong langsung melewati tubuh Kinan begitu saja...
"Sial, kekuatan ku sudah tidak ada lagi" ucap Mas ocong, mengingat ini sudah lewat bulan suro dan Mas ocong kini tak bisa lagi menampakkan diri atau menyentuh Kinan lagi...
Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai, di sana Pak Jali penjaga rumah telah menunggu di luar pagar. Kinan langsung menyuruh Bi Ijah untuk masuk bersama Pak Jali, sementara dia pergi untuk menenangkan pikirannya...
"Non, Hati-hati" ucap Bi Ijah yang paham betul saat ini kondisi mental Kinan lagi tidak baik. Kinan hanya tersenyum dan menutup kembali kaca mobilnya. Di temani Mas ocong di sebelahnya, Kinan tancap gas menuju sebuah diskotik yang jaraknya lumayan jauh dari kediamannya...
"Jep, ajep,. ajep,.. ajep,.. ajep.. " musik DJ mulai terdengar nyaring di telinga. Kinan masuk ke dalam diskotik dan memesan sebuah wiski dingin. Terlihat banyak orang yang sedang menari-nari mengikuti musik sang DJ, dan ada beberapa lainnya yang hanya duduk sambil menikmati minuman mereka...
Suasana yang begitu ramai, tapi terasa sepi bagi Kinan. Dia pun jadi teringat akan sosok Mas ocong yang pernah beradu malam penuh nikmat bersamanya waktu itu. "Aku merindukannya" ucap Kinan sambil mengotak-ngatik wiski nya. "Aku di sini Kinan" sahut Mas ocong yang sama sekali tidak di dengar oleh Kinan...
Tak lama tiba-tiba seorang pria datang menghampiri Kinan. "Hay, sendirian aje" ucap pria bertubuh bak atlit itu pada Kinan. "Iya,.. " sahut Kinan yang bingung. Mas ocong memutar matanya jijik dan ilfil melihat pria yang mencoba mendekati Kinan itu tapi dia tidak bisa berbuat apapun...
Kinan dan pria itupun mengobrol beberapa hal, bahkan Kinan sesekali tertawa karena pria itu pandai membuat lelucon lucu. "Halah, dulu saya juga jago ngelawak, bahkan para pasien anak-anak sangat mengidolakan, kamu kan dulu sangat menyukai ku Kinan" gerutu Mas ocong...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Waduh cembokur mas Ocong nya🤣🤣
2024-09-23
0
🍾⃝🐇ωεɪıɑ xɪɑи⍣⃝కꫝ 🎸
wah wah mas ocong yang sabar yaa
2022-12-19
2
SenjaKala
Mas ocong cemburu😂
2022-11-23
0