Kinan mulai berjalan menuruni tangga, tapi saat di ruang tamu Lastri, Ibu tiri Kinan menghentikan langkahnya.
"Kamu itu yah, anak gadis tapi hobinya pergi ke diskotik, pulang larut malam, mana pakainya juga udah kayak perempuan gak beres, sadar Kinan, Bapak mu itu seorang Bupati, apa kata orang nantinya" Ceramah Bu Lastri yang lumayan membuat telinga pengang...
Kinan menjawab santai semua celotehan Bu Lastri. Dia membalikkan apa yang Bu Lastri katakan padanya kepada Maya putri kandungnya itu...
"Haduh, hari gini masih ceramahin anak orang, tapi anak sendiri lebih gak beres dari aku" sahut Kinan sambil memutar mata malas dengan ocehan Bu Lastri.
"Jaga mulut kamu ya Kinan, Maya itu anak baik, bagaimana bisa di samakan sama kamu yang gak beres" ujar Bu Lastri yang tak mau putri satu-satunya itu di jelek-jelekkan oleh Kinan..
Kinan yang tak mau berdebat, langsung pergi tanpa peduli dengan ocehan Bu Lastri yang menurutnya sangatlah membosankan. "Kinan, tunggu,.. kau itu yah... " ucap Bu Lastri mencoba menghentikan Kinan, tapi Kinan tak peduli, dia terus berjalan ke arah parkiran...
Kebetulan sekali, saat Kinan hendak pergi, Pak Soedarmo pulang dari perjalanan dinasnya. Saat melihat ayahnya pulang, Kinan tak jadi pergi, dia malah berlari ke arah Ayah kesayangannya itu dan memeluknya. "Ayah.. " Kinan melompat ke dalam dekapan hangat sang ayah...
"Sayang, kau rindu ayah juga ternyata" ujar Pak Soedarmo. "Tentu saja, ayah itu adalah keluarga satu-satunya yang Kinan punya, jelas Kinan pasti rindu" sahut Kinan...
Kinan terus menggandeng tangan Pak Soedarmo masuk ke dalam rumah. Bu Lastri dan Maya juga telah menunggu di dalam. Dengan lembut Bu Lastri langsung menyuguhkan teh pada Pak Soedarmo, tapi Pak Soedarmo menolak, sebab saat ini dia sedang bersama dengan putri kesayangannya itu...
"Taruh di meja saja, saya masih mau mendengar cerita dari putri ku ini, apa saja yang telah dia lakukan, sampai-sampai tidak pernah menghubungi ayahnya selama di luar kota" ujar Pak soedarmo..
"Ih ayah, Kinan kan sudah besar, umur juga sudah 20 tahun" sahut Kinan penuh manja. Maya yang melihat kedekatan Pak soedarmo dan Kinan merasa cemburu, tapi dia tidak bisa mengatakannya, dia hanya bisa menahannya dalam hati...
"Oh begitu kah, kalau begitu, anak ayah sudah pantas untuk menikah" ucap Pak soedarmo lagi. Kinan langsung menolak dengan menyilangkan kedua tangannya, dia sangat anti dengan perjodohan dari dulu...
"Tidak, Aku tidak mau di jodohkan ayah, aku ingin menemukan sosok pria yang perkasa dan juga hebat seperti ayah sendiri" sahut Kinan sambil pikirannya terus mengingat sosok Mas ocong yang sangat perkasa...
"Mas, Kinan itu kerjanya main terus, gak mau belajar, semua yang urus Maya" ujar Bu Lastri menonjolkan putrinya pada Pak soedarmo. "Itu kan memang tugas seorang kakak, lagi pula bukankah lebih tua Maya setahun dari pada ku ayah" Sahut Kinan yang membuat Bu Lastri tak senang...
"Tapi Kinan kau itu,... " belum selesai Bu Lastri berbicara, Kinan memotongnya. "Ayah jangan bandingkan aku dong dengan Maya, aku kan anak kandung ayah, kalau Maya kan bukan" ucapan Kinan sontak membuat Maya merasa semakin kesal dengannya. Pak soedarmo juga langsung menyangkal ucapan Bu Lastri tentang Kinan, dia tak ingin mendengar hal buruk tentang putrinya lagi, terutama jika itu keluar dari mulut Bu Lastri yang kini telah menjadi istrinya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Untung ayahnya Kinan sayang sama Kinan,,gak percaya sama mulut Emak tirinya yang Muna🙄😏😏
2024-09-23
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
yang di inget kok perkasa nya too kinan
2022-11-28
0
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
bener ayah jangan dengarkan ibu tiri dengarkan Kinan ayah
2022-11-26
0