"Lari, aku harus lari, y Tuhan tolong aku" ucap Kinan yang terus berlari. Sekelompok preman tengah mengejarnya dari tadi, entah siapa yang menyuruh mereka, tapi orang-orang itu ingin mencelakai Kinan...
"Woy, jangan lari lu wanita jal*ng" ucap seorang preman berbadan besar. Sambil berlari di tengah hutan lebat, Kinan berusaha untuk menghubungi ayahnya, tapi karena saat ini dia tengah berada di sebuah perkampungan ujung kota, dia tak mendapatkan sinyal. Dengan panik Kinan hanya bisa terus berlari, dengan suasana hening malam yang gelap Kinan bahkan tak bisa melihat jalan, dia hanya bisa mengandalkan instingnya untuk terus berlari menjauh dari para preman itu...
Sampai di sebuah lorong gelap, samar-samar dia melihat seseorang di sana, tanpa berpikir panjang, Kinan langsung meminta bantuan orang tersebut. "Tolong, ku mohon tolong aku" ucap Kinan sambil memegang lengan pria itu, walaupun agak sedikit aneh, sebab di tak bisa menemukan letak tangan pria itu, tapi dia tak peduli, saat ini keselamatannya adalah yang terpenting baginya...
Kinan tak tau bahwa pria yang saat ini dia mintai tolong bukanlah seorang manusia, melainkan makhluk astral, Pocong pria yang meninggal sudah 10 tahun yang lalu, dan telah menghuni lorong itu selama 10 tahun, bahkan di depan lorong itu telah tergeletak berbagai macam sesajen dan menyan...
Mungkin akibat ketakutan dan kepanikan, membuat Kinan tak lagi mencium aroma menyan, sebab di pikirannya saat ini hanyalah bagaimana cara agar bisa lolos dari para penjahat itu...
"Berikan aku tubuh mu" ujar Mas ocong. Tanpa berpikir panjang Kinan langsung mengiyakan apa yang Mas ocong inginkan, sebab baginya lebih baik tidur dengan pria asing ini dari pada harus mati sia-sia dan mendapatkan perlakuan yang brutal sebelum ajal menjemput...
"Woy, akhirnya jumpa juga lu" ucap salah seorang preman itu. "Apa mau kalian? Kenapa kalian ingin menyakiti ku?" ucap Kinan yang penasaran. "Gak usah banyak bacot lu, gak penting siapa yang nyuruh kita, yang penting kita akan bersenang-senang dengan mu j*lang, y kan teman-teman" sahut preman itu dan 4 rekannya langsung mengiyakan...
Kinan yang takut hanya bisa bersembunyi di belakang Mas ocong yang berdiri tegap di depannya. "Eh, lu jangan ikut campur, pergi lu sana atau kita habisin" ucap seorang preman. Karena gelap mereka semua tak menyadari bahwa yang mereka hadapi adalah makhluk astral yang sudah pernah meninggal dan tak ada senjata yang bisa menyakitinya juga, sebab orang mati gak bisa di bunuh lagi juga...
Mas ocong menyuruh Kinan mundur dan menjauh. "Bersembunyi lah dan jangan lihat ke depan" ucap Mas ocong dan Kinan langsung mengangguk. Setelah Kinan pergi, Mas ocong langsung menunjukkan identitasnya dengan menghidupkan lampu lorong yang telah 10 tahun mati itu. "Ahh!!!" Para preman itu menjerit ketakutan. "Pe... pe... pocong.... " Semua preman itu langsung berlari kalang kabut, padahal Mas ocong belum melakukan apapun, dia cuma lihatin wajahnya sama mereka...
Dasar cemen, cuma lihat begitu aje udah pada kabur, preman, premangan ini yang ianya..
Setelah di rasa aman, Kinan berusaha melihat ke arah mereka, tapi alangkah terkejutnya dia, saat ternyata Mas ocong telah berdiri di hadapannya. "Astaghfirullah!" ucap Kinan yang kaget...
Sambil mengelus dadanya, Kinan menarik napas panjang, "Huft, kau mengagetkan ku saja" ucap Kinan. "Sekarang aku mau bayarannya" sahut Mas ocong. Kinan hanya bisa menelan cairan salivanya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Dasar Mas Ocong mesum🤣🤣
2024-09-23
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
preman, libur pere mangan 🤣🤣🤣
2022-11-28
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
berikan aku tubuh mu, bah ocong ini main tembak langsung aja
2022-11-28
0