Setelah mengingat semua kejadian yang lalu, kini Kinan mencoba untuk mencari keberadaan Mas ocong, dia merasa di permainkan, sebab setelah merasakan kenikmatan yang begitu luar biasa membuatnya ingin lagi dan lagi...
***
Ayah Kinan Tuan Soedarmo masuk ke dalam kamar dan menyadarkan Kinan yang sejak tadi duduk termenung dalam lamunannya. "Sayang, ada apa? Kenapa kau melamun?" Tanya Pak Soedarmo sambil menyentuh lembut pundak putri kesayangannya itu...
"Eh, Ayah" Jawab Kinan yang kaget. "Jangan melamun di tengah malam begini sayang, tidak baik, nanti ada makhluk astral yang nyasar dan masukin tubuh kamu loh" ucap Pak Soedarmo dan membuat Kinan langsung memukul-mukul keningnya. "Amit-amit, jambang baik" sahut Kinan.
"Ayah, jangan menakut-nakuti ku di tengah malam begini ih" Tambah nya yang mulai merasa merinding. Pak soedarmo langsung tertawa lepas melihat reaksi imut putrinya...
"Hahaha, anak ayah ternyata punya takut juga"
"Ayah ih, jangan becanda begituan, ayah tau sendiri kan, Kinan itu paling takut sama yang kayak begitu sejak kecil"
"Hehehe, maaf sayang, makanya jangan melamun ah, kalau kamu suntuk jalan-jalan, atau belanja, jangan duduk termenung begini"
"Ayah, ini sudah tengah malam, mall mana yang masih buka? Lagi pula, aku hanya mengingat seseorang saja"
Pak soedarmo terdiam sejenak dan langsung mengerti, ternyata saat ini putrinya sedang kasmaran...
"Siapa pria yang berhasil membuat putri ayah jadi seperti ini? Undang lah ke rumah dan kenalkan ke ayah sayang" ucap pak soedarmo, tapi apa yang mau di kata oleh Kinan, sementara dia sendiri kini kehilangan jejak dari Mas ocong...
Kinan langsung mengubah topik dan menyuruh ayahnya untuk pergi. "Ayah, Kinan mengantuk, huwam" ucap Kinan dan Pak soedarmo langsung mengerti dan langsung pergi meninggalkan Kinan...
Setelah menutup pintu kamarnya, Kinan mulai berbaring di kasurnya, tapi perasaannya masih galau dengan keberadaan mas ocong yang entah di mana. Tapi yang Kinan tidak tau adalah sebenarnya Mas ocong sampai sekarang masih terus berada di sisinya...

***
Keesokan harinya, Kinan yang telah bangun langsung turun ke bawah, "Pagi ayah" ucap Kinan sambil mencium pipi kiri Pak soedarmo. "Pagi sayang, sarapan dulu" sahut Pak soedarmo. Kinan pun langsung duduk di sebelah kursi Pak soedarmo dan mulai mengoleskan selai kacang kesukaannya di atas roti panggungnya...
"Eh tumben ayah sudah rapi sekali seperti ini?" tanya Kinan yang tak biasa ayahnya berpakaian dinas seperti ini, kecuali saat ada kerjaan keluar kota. "Bentar, jangan bilang kalau ayah mau pergi lagi?" ucap Kinan dan Pak soedarmo dengan lembut memberitahukan pada putrinya itu bahwa mendadak ada panggilan dan dia harus segera ke sana...
Kinan yang kesal, sebab ayahnya baru saja pulang kemarin langsung mencampakkan sendok makannya ke atas piring.
PRANK
Kuatnya suara itu membuat Bu Lastri langsung kaget dan memarahi Kinan...
"Apa-apaan ini Kinan, masih pagi, kenapa kau selalu membuat keributan" ucap Bu Lastri. Kinan tak memperdulikan celotehan Bu Lastri, dia hanya fokus dengan penjelasan dari ayahnya saja...
Melihat amukan putrinya membuat Pak soedarmo tak tinggal diam, dia mencoba menjelaskan segala situasinya dan alasan penting mengapa dia harus pergi kembali padahal dia baru saja pulang ke rumah...
Setelah mendengar alasan sang ayah, Kinan perlahan tenang, dia pun setuju dan mengantar ayahnya, tak lupa dia menyuruh ayahnya untuk selalu berhati-hati...
Setelah Pak soedarmo pergi entah mengapa kepergiannya kali ini membuat hati Kinan tak tenang, dia sepertinya enggan untuk melepaskan ayahnya pergi kali ini, tapi apa boleh buat, dia hanya bisa berdoa dan menyerahkan segalanya pada Tuhan untuk keselamatan ayahnya saja...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Semoga Ayah Kinan gak kenapa2,,kok firasat Kinan gak enak😌😌
2024-09-23
0
𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀
astgfrllah ketagihan dia
2022-11-26
2
𝐀⃝🥀👙𝐄𝐥𝐥𝖘𝖍𝖆𝖓 E𝆯⃟🚀
mas ocong knapa ga milih sebangsanya aja sih,ini mlh ska manusia
2022-11-26
2