Kami lanjut berjalan ke dalam dan menelusuri ruang bawah tanah yang luas itu, kami masih menggunakan senter hp untuk menerangi jalannya.
"Kenapa kita tidak terjebak paradox?" Kenzu keheranan.
"Kemungkinan pintu ini adalah penjaga kristal yang ada di dalam sini" teori ku
"Bagaimana kau tahu kalau ada kristal di dalam sini?" Orez lanjut bertanya,
"Karena dari kristal yang ku masukkan ke dalam pintu gelap itu, dan membuka pintu yang gelap menjadi sebuah ruang bawah tanah yang belum media ketahui sebelumnya" teori ku
"Dan artinya O.C. itu adalah only cryptide kan?" Kenko kemudian bertanya juga
"C.O. bukan O.C. , itulah alasan kenapa pintu ini menerima kristal ini karena termasuk bagian cryptide" aku membantahnya.
"Hehe, kebalik" Kenko tertawa.
Ketika kami berjalan sudah sangat jauh, kami menemukan suatu ruangan besar yang di dalamnya banyak koleksi seperti emas, barang antik, dan harta sebagainya. Tetapi kami menemukan sesuatu yang lebih mengejutkan.
"Apakah itu . . . . ?"
"Itu sebuah kristal?" mata kami semua tertuju oleh kristal berwarna merah seperti darah di dalam kurungan kaca.
"Kupikir kristal ini sama seperti di dalam mimpiku di kereta" aku kemudian mengingat mimpi tadi pagi.
"Mimpi buruk mu di kereta tadi pagi?" Akuta bertanya
"Kalau di mimpiku warnanya hijau tua, namun disini berwarna merah. Mungkin ada sesuatu yang janggal disini" heran ku.
Beberapa saat kemudian ada langkah kaki berjalan dari arah belakang, kami semua mendengarnya. Suara hentakan kaki itu bukan hanya 1 orang, tapi seperti berkelompok.
"Bang! Bang!" ada seseorang muncul dengan gaya tangan nya seperti memperagakan pistol.
Ternyata dia tidak sendiri, dia seperti memiliki kelompok yang bukan hanya satu orang. Mereka juga menggunakan seragam cyber yang memiliki nama di belakang seragam nya "Phouse".
"Faksi?" pikirku, sepertinya itu adalah salah satu faksi di kota ini.
"Wah hebat sekali bisa bertemu pengguna kristal juga, sepertinya ini adalah takdir" dengan bersikap mengesalkan, membuatku muak.
"Siapa kau?" aku bertanya kepadanya.
"Perkenalkan, aku adalah pemimpin faksi Phouse. Nama ku adalah Vermin Hakuba, dan aku akan mengambil kristal itu" Vermin memperkenalkan diri dan mulai jalan ke arah ku.
"Dengar, aku tidak ingin ada kekerasan sebenarnya. Tapi karena kau sudah melihat kami semua, terpaksa aku harus membunuh kalian semua hahaha" dia tertawa seolah itu lucu.
Dia langsung membuka seragamnya dan langsung menusuk kristal itu ke dadanya.
"Loh?" aku heran apa yang dia lakukan.
Kemudian dia meneriakkan "Create, armor, up!" dan berubah memakai armor zirah mekanik nya berwarna silver.
Nama di lengannya adalah "*SoundSmoker**12*", dia kemudian mementalkan kami dalam bentuk gelombang ultrasonik yang membuat kami semua terpental dan terjatuh, untung saja para wanita berhasil menghindar.
"Kevy, dia bernomor 12" sebut Akuta
"Ya, aku tahu" aku mengambil kristal ku di tas kecil di saku celanaku, kemudian aku berubah menjadi Sci-Libur mecha form.
"Create, armor, up!" dan aku langsung maju sambil mengayunkan pedang ke arahnya dengan zig-zag.
Dia sepertinya tersenyum di balik helm bermotif kelelawar nya, lalu dia mengeluarkan baton besi tajam dari lengannya yang berwarna silver. Lalu dia menahan ayunan pedangku dengan cepat.
Disini aku masih bertarung dengan sengit dengan Vermin, tapi teman-teman ku yang lain juga diserang anak buah nya Vermin. Akuta, Kenzu ,dan Orez masih bisa sedikit melawan, tapi Kenko dan Yuusha harus dijadikan tawanan oleh anak buah nya vermin. Kenzu dan orez mencoba menahan dan menyerang anak buah yang lain.
"Aku harus bagaimana?" Akuta berpikir keras dalam situasi tersebut, kemudian dia melihat ke arah kristal yang ada di dalam kotak berwarna merah itu.
Akuta mencoba berlari untuk mengambilnya tapi berhasil dicegah oleh anak buah nya Vermin, sehingga kami semua dalam keadaan yang tidak terduga.
"Maaf jika kau harus mati disini tanpa memberi perpisahan kepada keluargamu, hahahahaha" Vermin mengatakan itu sambil menyerang ku berkali-kali.
"Aku bingung kenapa rata rata musuhku selalu tertawa saat melawanku" aku masih sabar dan menahan diri sambil mencoba menghindar dari ayunan baton dari lengannya itu.
"Double Side Fang Fury" dia langsung mengeluarkan jurus nya ke arah ku.
Tentu saja aku menghindar dengan cepat, lalu aku lompat ke beberapa pilar untuk menghancurkan pilarnya agar menjatuhkan batu-batu di atas ruangan itu agar menghantam Vermin. Namun Vermin mengeluarkan tameng sayap dari punggungnya agar tidak terkena batu-batu itu.
"Taktik mu terlalu mudah, aku bisa melawan yang lebih kuat daripada dirimu!" kata Vermin dengan sombongnya, lalu dia menembakan baton itu dari lengannya dan menancap di dadaku.
Tentu itu memang tidak terasa sakitnya tapi armor ku terkena lecet dan sedikit tidak berfungsi, lalu aku melemparkan kembali baton yang menancap di dadaku kearahnya. Dia menangkap nya dan kembali memasangnya kembali ke lengannya.
"Lihat, aku belum ada lecet sedikit pun hahahahaha" lalu Vermin mengeluarkan suara ultrasonik yang membuat lantai bergetar dadi tangannya, sehingga membuat kaki ku terjebak.
Vermin maju perlahan-lahan ke arahku sambil tertawa, dia juga memainkan pisau baton nya seperti akan menusukku.
Sementara itu disaat Vermin dan aku sedang bertarung, Akuta masih mencoba melawan anak buah yang lain untuk menyelamatkan Kenko dan Yuusha. Lalu Akuta memukul salah satu anak buah Vermin dan lari ke arah kristal merah itu, "Aku akan mengambilnya" Akuta sambil berlari ke arah kristal itu.
Kemudian Akuta membuka tutup kristal yang dari kaca itu, dia langsung mengambil dan mendadak Akuta seperti pusing dan halusinasi sejenak. Tidak lama, Akuta kembali sadar. Dia bangkit lagi dan memegang kristal itu, tetapi ada yang berbeda dari dirinya . . . .
...[BRRRR..BRRR]...
Kemudian Akuta mengubah kristal itu menjadi gergaji mesin berwarna merah. Gergaji mesin itu bernama "Slashy Blood03"
Akuta langsung maju ke semua anak buah itu dan langsung menebas semua kepalanya. Akuta menggila dengan gergaji mesin itu seperti . . . . seperti itu bukan Akuta yang bergerak.
"Kenikmatan darah ini, aku menyukai nya hahahaha" Akuta berteriak terkagum-kagum, suaranya berbeda dengan Akuta.
Vermin tersorot oleh Akuta yang sedang bermain gila, melihat itu kemudian dia mencoba mengejar Akuta. Aku mencoba untuk menahannya, tetapi aku tidak bisa menggapainya. Akuta juga sama-sama melihat ke arah Vermin, kali ini Vermin dan Akuta saling bertatapan dan tersenyum.
"Create, armor, up" Akuta dengan riangnya dia berubah menjadi armor zirah mekanik nya itu, perlahan warna merah menyelimuti tubuh nya seperti darah.
Lalu membentuk zirah mekanik yang berwarna merah, helmnya bermotif anjing yang aku tidak tahu nama anjingnya. Tetapi jelas itu mengerikan muncul asap berwarna merah. Dibalik asap itu ada sinar cahaya dari helm yang digunakan Akuta. Dengan suara gergaji mesin dan armor bernama "*Slashy Blood**03*" itu berjalan perlahan mengarah ke Vermin dengan suara ketawa di balik helm nya itu sepertinya.
Vermin sepertinya juga senang dengan ekspresi Akuta, kemudian Vermin juga berjalan perlahan mengarah ke Akuta diikuti dengan suara baton besi tajamnya yang di gesek-gesek olehnya.
Aku melihat nya sembari terjebak oleh retakan ini, teman-teman yang lain juga melihat ke arah Akuta dengan wajah yang sedikit merinding oleh sikap Akuta yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
"Nah, bagaimana dengan pesta darah ini?" Akuta dengan nada geram kesenangan.
"Aku sangat menantikannya hahahahaha" Respon Vermin yang juga kesenangan.
Vermin langsung maju secepat kilat diikuti ayunan baton besi tajam dari lengannya ke depan, lalu Akuta juga ikut maju secepat kilat dengan gergaji mesin nya. . . . .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments