Ares bersama dengan anggota party New Olympus saat ini sedang berkumpul di salah satu tenda di perkemahan. Ares terlihat tidak percaya saat Jedi menceritakan apa yang ia lakukan saat melawan Hob-Goblin.
"Hem, kalau kamu tidak bohong sepertinya itu efek samping dari skill," Ares menyimpulkan penjelasan Jedi sambil menggigit ibu jarinya.
"Mungkin saja, tapi itu sangat berbahaya, sungguh," Jedi berkata dengan sangat serius sambil menatap mata Ares.
"Asal menang aku tidak peduli, walaupun aku agak terganggu dengan Demon yang muncul itu," Ares merenggangkan kedua tangannya dan berucap dengan tidak peduli.
"Bagaimana jika itu melukai temanmu?" Iris yang sedari tadi diam tiba tiba bertanya yang membuat Ares bungkam.
"Tidak akan, aku akan menghindari hal itu terjadi," Ucap Ares dengan sangat serius, saat ia berdiri dan keluar dari tenda.
"Dia!!! Selalu seenaknya saja! Huh," Iris yang merasa geram dengan perilaku Ares pada akhirnya hanya bisa menghela napas dengan pasrah.
"He... Kamu dekat dengan Ares ya? Iris," Mendengar apa yang Iris katakan, Minerva bertanya dengan menggoda.
"Tidak tahu," Iris asal menjawab saat ia memanggil Wolfshef yang sedari tadi ada di pojok tenda.
Ares yang sudah berada di luar tenda melihat ke arah hutan yang mengarah ke Desa Goblin. Dalam pandangan matanya ada beberapa bayangan yang sedang berlari ke arah perkemahan.
"Kalian sudah kembali ya?" Gumam Ares saat mengetahui lima bayangan masuk kedalam tenda paling besar yang ada di perkemahan.
Ares berjalan ke arah tenda paling besar yang merupakan tenda utama, selain dia ada beberapa ketua party juga yang berjalan kesana setelah melihat kelima bayangan yang masuk.
"Ternyata benar kalian. Jadi, bagaimana? Ares tersenyum kecil melihat kelima orang thief di depannya.
"Kalian tidak akan menyangka ini," Lysa yang merupakan pemimpin thief yang mengintai memberikan video yang ia rekam kepada para ketua party.
Mengamati apa yang ada di dalam video, Ares mengerutkan keningnya terlebih lagi saat ia melihat adanya Goblin Chief yang merupakan monster berlevel 100. Itu merupakan hal yang sangat sulit untuk dilawan. Hal terburuknya sebenarnya bukanlah itu melainkan ada lima Hob-Goblin yang terlihat di dalam video, tapi itu tidak menjamin jumlah Hob-Goblin hanya itu, karena Ares bisa menemukan Hob-Goblin di patroli Goblin membuat kemungkinan jumlah Hob-Goblin jauh lebih banyak ketimbang perkiraan.
"Apa kita bisa menang?" Salah satu ketua yang memiliki rambut hitam panjang dengan rapier di pinggangnya bertanya.
"Aku tidak tau, tapi kita harus menang, kalian juga akan berpikir begitu setelah melihat ini," Lysa kali ini mengirimkan dua rekaman video yang lain. Didalam salah satu video itu terlihat banyak wanita dari berbagai ras yang terkurung di sebuah sangkar burung.
Melihat itu mata Ares bersinar, dia sekarang yakin jika cucu Kakek Wasa ada di Desa Goblin itu. Akan tetapi, saat Ares melihat video kedua, ia merasa sangat muram, di dalam video singkat itu terlihat beberapa wanita dengan perut buncit yang terbaring tidak sadarkan diri.
"Gila! Ini benar-benar keterlaluan!" Oscar yang melihat video kedua yang dikirim Lysa berteriak, matanya menyala dengan amarah. Begitu juga dengan ketua yang lain, semuanya merasa jika itu sudah keterlaluan dan marah, tetapi Ares dan Shira tetap diam. Ares yang sedang menggigit ibu jarinya sedang mencoba meresap semua informasi yang baru saja masuk sedangkan Shira yang sedang membetulkan posisi kacamatanya sedang mencari sebuah kemungkinan mereka menang.
"Kita tidak bisa menang," Ucap Ares dan Shira bersamaan. Mereka berdua telah menyimpulkan jika kesempatan menang mereka sangat kecil.
"Saat ini yang memiliki level tertinggi adalah Tuan Sadawira yang berlevel 110 dan para prajuritnya yang berlevel 70 sampai 75, jika Tuan Sadawira melawan Goblin Chief seorang diri, walaupun levelnya lebih tinggi itu tidak menjamin kemenangan karena Goblin Chief adalah seorang Elite dan lagi Goblin Chief juga merupakan Mini Boss," Shira mencoba mengungkapkan pikirannya mengenai hal ini.
"Benar, dan lagi dari yang dilihat di dalam video sepertinya juga ada banyak Goblin Archer dan Goblin Shaman yang akan sangat merepotkan pasukan kita," Ares menambahi dengan wajah muram.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan? Kita tidak bisa diam saja!" Ryoku berteriak saat melihat orang yang ada di dalam tenda terlihat putus asa.
"Kita tidak akan diam saja!" Ares membentak Ryoku saat ia mulai menggigit ibu jarinya lagi,"pasti ada! Pasti ada caranya," Ucap Ares dengan pelan saat ia mulai berpikir keras.
"Ada," Ucap Shira dengan sangat serius,"Tapi, sebelum itu aku butuh bantuan orang yang bisa membantu menyusun strategi," Lanjut Shira sambil membetulkan posisi kacamatanya.
"Kuro, tolong panggilkan Minerva, aku dan Minerva akan membantu, yang lain?" Ucap Ares dan bertanya pada yang lain siapa lagi yang akan membantu.
"Oke," Kuro menjawab singkat dan menghilang dari pandangan.
"Aku ikut," Ucap Lysa dengan sangat serius.
"Jeff bisa ikut membantu, dia cukup pintar," Oscar yang dari tadi diam memberikan usulan,"akan kupanggilkan," Lanjut Oscar saat ia berlari keluar tenda.
Beberapa saat menunggu, Minerva, Oscar dan Jeff masuk kedalam tenda. Ketua yang lain juga sudah menyiapkan dua tempat duduk tambahan untuk Minerva dan Jeff yang akan membantu menyusun strategi.
"Pertama kita memerlukan bantuan," Ucap Shira sambil mengetuk meja dengan jarinya.
"Aku bisa mencoba mencari bantuan tapi sepertinya akan memakan waktu beberapa hari jika seperti itu," Ucap Ares dengan mata terpejam.
"Itu masih lebih baik daripada kita akan kalah total," Shira menjawab dengan nada serius.
"Lalu, coba kalian lihat peta wilayah sekitar Desa Goblin ini," Lanjut Shira saat ia menunjukkan peta wilayah sekitar Desa Goblin yang menjadi tujuan mereka.
"Dari yang terlihat sepertinya tidak ada yang khusus, tapi bukit yang ada di belakang desa? Itu yang kau maksud?" Minerva yang sedang mengamati peta tiba tiba bertanya dengan santai.
"Benar, karena itu tidak terlalu jauh, jika kelompok Archer dan Mage bisa menyerang dari sana pasti akan menyebabkan kepanikan dari para Goblin sialan itu," Ucap Shira saat ia membetulkan posisi kacamatanya.
"Disaat ada kepanikan, para Thief bisa membebaskan tawanan, paling tidak tawanan yang masih bisa berjalan dan berlari," Ucap Lysa saat ia mulai paham dengan diskusi yang sedang dilakukan.
"Benar, untuk garis depan, Tuan Sadawira bisa memimpin dengan prajuritnya beserta player berlevel 70an, sedangkan yang berlevel lebih rendah bisa bertarung dengan terpisah, tentu saja jangan sampai terkepung," Shira menjelaskan lebih jauh lagi tentang rencananya.
"Tetapi, garis depan kita bisa hancur jika seperti itu," Jeff yang menemukan kelemahan dari strategi yang disarankan Shira menyela.
"Bagaimana jika kita membagi kelompok Archer dan Mage sebagai pembuat kepanikan dan sebagai support garis depan?" Minerva bertanya sambil memegang dagunya,"Dan untuk player yang levelnya rendah lebih baik bertarung sebagai tim menurutku," Lanjut Minerva sambil tersenyum manis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Anastasia
hai kak, aku mampir lagi😁
semangat buat up kak😉
ditunggu kelanjutan ceritanya😊
2020-05-27
0