Ares mengepalkan tinjunya, ia sangat bingung bagaimana caranya menyelesaikan quest yang diberikan oleh Kakek Wasa.
Kembali ke rumah yang dijadikan markas party baru mereka, Ares masuk ke dalam rumah dengan perasaan campur aduk, sedangkan Kuro mengikuti dibelakangnya. Di dalam rumah, anggota party yang lain masih saling berbincang.
"Kenapa kalian kembali lagi?" Jedi bertanya saat ia melihat Ares dan Kuro masuk ke dalam rumah.
"Huft, Kami bertemu patroli goblin yang berisi Hob-Goblin," Kuro menghela nafas dan menjawab pertanyaan Jedi.
"Hob-Goblin? Bukankah itu berarti ada kemungkinan di markas mereka ada Goblin Chief dan paling buruknya ada Goblin Champion!" Minerva memberitahu informasi yang ia punya tentang struktural desa goblin.
"Benar, karena itulah kami mundur," Ares mengucapkannya dengan menutup matanya untuk menurunkan amarahnya.
"Benar juga, kenapa kau tidak menyewa pasukan?" Minerva bertanya saat ia melihat Ares.
"Menyewa pasukan? Memang bisa?" Ares bertanya dengan bingung, pikirannya tidak tenang untuk saat ini.
"Jika poin respect mu cukup bisa ditukar dengan pasukan, ataupun untuk menyewa pasukan beberapa hari," Minerva menjelaskan mekanisme untuk memperoleh pasukan dengan menukar poin respect.
"Ah, begitu? Aku akan ke rumah Count sebentar," Ucap Ares saat ia berdiri dan bersiap untuk pergi ke rumah Count di distrik bangsawan.
"Aku akan ikut," Ucap Minerva saat ia berdiri sambil menggerakkan telinga kelincinya dan mengedipkan matanya.
Melihat tidak ada penolakan, Minerva mulai berjalan mengikuti Ares yang sudah berjalan keluar duluan.
"Eeeh! Aku ikut!" Mengambil staff miliknya yang ia letakkan di dekat dinding, Iris berlari menyusul Minerva dan Ares dengan buru buru.
"Kenapa dengan anak itu?" Jedi bertanya saat Iris sudah berlari keluar.
"Entahlah ia memang aneh," Kuro menjawab asal dengan tidak peduli, dan memutuskan untuk beristirahat sejenak di dalam rumah sambil mengumpulkan double exp.
Diluar rumah, Ares merasa bingung kenapa Iris berlari mengejar ia dan Minerva.
"Kenapa lari lari?" Ares bertanya saat langkah Iris sudah sejajar dengannya dan Minerva yang menahan tawanya.
"Huh...huh...ga...ga...papa" Jawab Iris sambil menstabilkan napasnya, melihatnya Ares menjadi semakin bingung dan menghela napasnya lalu melanjutkan perjalanannya ke rumah Count Wedanta.
Di depan distrik bangsawan, Ares dihadapkan oleh kelompok yang tidak ia duga, yang ia lihat adalah enam orang dari Fire Garuda yang dulu pernah membunuhnya, tetapi Ares merasakan keanehan saat ia melihat level mereka baru 35 padahal saat mereka membunubnya dulu level mereka sudah level 25.
Tidak menghiraukan mereka, Ares bersama Minerva dan Iris hendak berjalan melewati mereka dengan damai.
"Hey kau! Kau yang waktu itu kan?" Salah satu dari enam orang itu berteriak ke arah Ares, Ares mengingat orang yang berteriak, dia adalah Werewolf yang membunuhnya waktu itu, mana mungkin Ares melupakannya.
Hanya menatapnya beberapa detik, Ares menghela napas. Ia tidak menyangka salah satu dari mereka ada yang mengingatnya, untuk menghindari kejadian buruk Ares mendekati mereka dengan acuh.
"Hehe, kau masih ingat dengan kami?" Seorang Elf yang memegang rapier bertanya kepada Ares yang mendekati mereka.
"Mengingat kalian? Jangan bercanda, tentu aku ingat," Ares menjawab dengan nada yang sangat dingin, dia menatap keenam orang didepannya seakan akan hewan buas yang menatap mangsanya. Minerva dan Iris yang melihatnya tidak menggangu dan hanya bergerak sedikit menjauh atas saran Minerva.
"Wolfshef!" Mendengar panggilan Ares, Wolfshef yang tadinya bersama dengan Iris berlari menuju Ares dengan sangat cepat dan berubah menjadi wujud normalnya.
"Dire Wolf!" Salah satu orang dengan pedang pendek berteriak dan langsung bersiaga, ia mulai merasakan ancaman.
"Mau apa kau? Balas dendam?" Dwarf yang memiliki rambut panjang memegang pedang besarnya dengan tatapan tajam kearah Ares.
"Balas dendam? Seriuslah, aku tadinya hanya ingin lewat dengan damai," Ares menjawabnya sambil tersenyum sinis dan matanya berubah menjadi sangat tajam.
"Kubunuh kau bocah!" Tanpa aba aba seorang thief menyerang Ares menggunakan skill hidden attack. Ares yang sudah merasakannya tersenyum makin lebar.
"Kau pikir aku akan terkena serangan yang sama dua kali?" Ares mengucapkannya saat ia telah menggunakan Conqueror Aura dan membuat thief yang hendak menyerangnya terjatuh. Yang terjatuh tidak hanya thief itu tapi semua dari kelompok mereka terjatuh terkena efek K.O.
Telah kehilangan minatnya, Ares memanggil Minerva dan Iris yang agak menjauh untuk melanjutkan jalan ke rumah Count, Sedangkan Wolfshef kembali ke wujud chibi dan melompat ke arah Iris yang dengan senang hati memeluknya.
"Ares, Ares, dengarkan aku!" Menggelembungkan pipinya, Minerva berteriak pada Ares yang tidak peduli sama sekali.
"Mereka itu siapa?" Lanjut Minerva dengan perasaan kesal karena tidak dihiraukan sama sekali.
"Player dan kukira kamu seharusnya sedang melakukan hal penting saat kemarin kutanya bisa datang ke pertemuan tadi atau tidak," Ares menjawab dengan acuh.
"Hi...shi...shi... Kan sudah kubilang untukmu apa yang tidak akan kulakukan," Minerva menjawab dengan tawa miliknya yang khas.
"Terserah," Ucap Ares sambil memalingkan wajahnya ke arah Iris yang sedang sibuk memeluk Wolfshef dengan bahagia.
"Kau menyukai Iris ya? Hi...shi...shi..." Minerva berbisik di telinga Ares saat ia melihat mata Ares yang sedang melihat ke arah Iris.
"Entahlah," Ares menjawab dengan asal dan masuk ke halaman rumah Count Wedanta.
Tok...tok...tok...
Ares mengetuk pintu dengan sabar, ia menggigit ibu jarinya, berpikir bagaimana cara menyelamatkan cucu Kakek Wasa jika, Count Wedanta tidak bisa memberikan pasukannya.
" Oh, Ares ya? Masuk masuk, Ada apa?" Count Wedanta menyapa dengan ramah setelah membuka pintu rumah.
"Tidak perlu repot-repot Pak Wedanta, saya ingin bertanya. Bolehkah saya meminjam pasukan anda?" Ares bertanya dengan sopan kepada Count Wedanta yang berdiri di depan pintu.
"Pasukan? Untuk apa?" Count Wedanta bertanya dengan serius saat ia mendengar kata pasukan dari Ares.
"Saya dimintai tolong oleh seorang kakek untuk menyelamatkan cucunya yang diculik oleh gerombolan goblin. Akan tetapi, saya tidak cukup kuat untuk melawan desa goblin yang berisi banyak goblin, apalagi saya dan teman saya tadi melihat ada Hob-Goblin yang berpatroli," Area menjelaskan masalah yang ia hadapi ke Count Wedanta.
Count Wedanta yang mendengarkan Ares mengerutkan keningnya saat mendengar kata Hob-Goblin.
"Sepertinya gawat, aku akan meminjamkan 100 pasukan pribadiku, masing masing dari mereka lebih kuat dari kepala penjaga kota ini yang pernah kau kalahkan jadi tenanglah. Aku juga akan mengeluarkan Quest Perburuan goblin besok." Count Wedanta menjawab dengan serius," Jadi, kuharap kau mau menunggu sampai besok Ares," Lanjut Count Wedanta sambil memegang bahu Ares dan tersenyum.
Ares melihatnya tersenyum dan mengangguk. Ia senang Count Wedanta mau membantunya, ditambah lagi sedari tadi ia tidak menerima notifikasi jika poin respect miliknya berkurang. Hal itu membuatnya menjadi lebih senang lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
hppines
poin respect berkurang kok senang?
2021-05-31
0
Hena Poput
knpa fire garuda d kota Loka g d Libas aj xkalian..?🤔🤔🤔
2021-05-18
3