Di kota Astacala, karena masih ada sekitar satu jam sebelum waktu yang dijanjikan dengan Kenzie. Ares memilih untuk pergi ke pasar kota Astacala untuk membeli bahan-bahan pembuatan rune miliknya.
Ares yang telah mendapatkan semua yang ia ingin beli selama setengah jam, berjalan menuju salah satu restoran yang ada di kota Astacala dan memberitahu Kenzie dimana ia berada.
Setelah beberapa menit menunggu dan merasa bosan, Ares memutuskan untuk memesan makanan dan minuman.
Ares sekali lagi merasa terkesan dengan aspek realistis dari Terra Online. Makanan dan minuman yang ia rasakan benar benar berasa enak, jika ia tahu makanan disini akan sangat enak, ia akan selalu membelinya bukannya hanya membeli roti kering yang berasa hambar.
Masih makan dengan sangat lahap, Ares tidak menyadari kedatangan dari Kenzie beserta dua orang kepercayaannya.
Saat tiga orang mendekatinya, Ares meningkatkan kewaspadaannya. Tetapi, saat melihat ada salah satu player yang bernama Kenzie. Ares melonggarkan kewaspadaannya dan menatap ke arah ketiga orang yang baru datang.
"Tuan Kenzie, selamat datang," Ares menyapa terlebih dahulu dengan sedikit senyuman.
"Ya, Ares, panggil Kenzie saja tidak perlu formal. Jadi, bisa kita mulai?" Ucap Kenzie, dengan balutan armor merahnya, Kenzie terlihat sangat berkharisma. Ditambah dengan rambut merahnya yang berkibar menambah pesona ketampanannya yang terlihat di atas manusia rata rata, walaupun ia menggunakan Ras Manusia.
"Baiklah, Kenzie kamu tau kota ini kan? Markas utama Fire Garuda, aku ingin menemui salah satu orang yang ada di dalam markasnya. Jadi, aku meminta bantuan darimu karena, jika aku sendiri aku pasti akan habis," Ares mengucapkannya dengan senyum biasa dan acuh, ia seakan tidak peduli jika tempat yang ia tuju adalah markas musuh. Setelah mengucapkannya, Ares mengeluarkan selembar kertas dan pena kemudian menuliskan kontrak antara dia dengan Kenzie.
"Yah, kita hanya berkunjung kan?"Jawab Kenzie.
"Nah, ini kontrak kita, kamu menghancurkan Fire Garuda dan aku memasok Escape Rune selama sembilan minggu," Ares menyerahkan selembar kertas yang barusan ia tulis. Kertas kontrak disini berfungsi sebagai pengaman supaya tidak ada yang menyalahi kontraknya. Walaupun mekanisme nya agak unik yaitu dengan kertas biasa yang dialiri mana kedua belah pihak sebagai identifikasi siapa yang terikat dengan kontrak dan jika salah satu ada yang tidak menepati maka akan terjadi hal buruk seperti pengurangan status secara permanen.
"Baiklah," Kenzie menerima surat kontraknya dan menyalurkan mana miliknya pada kertas kontrak.
Saat Kenzie selesai menyalurkan mana kedalam kertas kontrak, kertas kontrak yang awalnya bewarna putih berubah menjadi bewarna merah sesaat, berkelap-kelip lalu kembali menjadi warna merah. Itu merupakan tanda kontrak berhasil dibuat.
"Oh iya, perkenalkan mereka
temanku, Verruct dan Laks," Kenzie menunjuk kepada dua orang di belakangnya.
"Hay, aku Laks, salam kenal ya!" Salah satu orang yang berada di belakang Kenzie memperkenalkan dirinya, ia terlihat tinggi dengan model rambut quiff dengan jubah bewarna putih khas admiral dengan lambang matahari setengah lingkaran yang membuat Ares langsung menyadari jika job yang dipilih oleh Laks adalah Admiral yang merupakan perkembangan job Pirate.
"Kukira kau tidak akan memperkenalkan kami Ken, hay aku Verruct, salam kenal Ares," Kali ini yang memperkenalkan dirinya adalah orang dengan rambut pendek dan wajah oval, ia menggunakan jubah ala penyihir dengan tongkat di pinggangnya.
"Salam kenal," Ares menjawab singkat dengan senyuman." Jadi, kita berangkat sekarang?"
"Tentu," Kenzie menjawab dengan penuh keyakinan sedangkan Verruct dan Laks mengangguk menyetujui.
Berjalan beberapa saat, mereka berempat akhirnya sampai di depan markas utama Fire Garuda, di depan markas terlihat beberapa player berlevel 25-35 yang berjaga.
"Conqueror Aura," Ares yang tidak ingin membuang waktu segera menggunakan Conqueror Aura, auru dirinya perlahan mulai mengamuk dan terlihat mengerikan. Player yang berjaga hanya bisa terdiam sebelum K.O tetapi ada juga beberapa yang hanya terkena efek fainted dan terjatuh.
"Apa apaan itu tadi?" Verruct bertanya dalam kebingungannya.
"Penindasan aura? Tapi itu tidak mungkin," Laks menanggapi dengan kebingungan yang sama, penindasan aura adalah sebuah skill yang biasanya diterima oleh player yang sudah banyak mengikuti peperangan ataupun pertempuran sengit, sedangkan untuk Ares ia bahkan baru berlevel 32!
"Conqueror item? Benar kan Ares," Kenzie berbisik di telinga Ares, ia tidak ingin yang lain tahu, karena ini merupakan hal yang sangat langka. Ia takut teman temannya akan kehilangan kendali mengetahui benda sehebat itu ada.
"Ya," Ares menjawab dengan acuh tak acuh dan kembali berjalan kedalam markas utama Fire Garuda.
Kenzie hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Ares, ini adalah pertama kalinya ia mendapatkan perlakuan seperti ini.
Mencapai kedalam markas, mereka berempat dikepung dari segala arah, kebanyakan pemain memiliki kemarahan yang terlihat di mata mereka saat memperhatikan Kenzie.
"Mau apa kalian?!" Salah seorang player bertanya dengan nada tegas dan terlihat mengancam.
"Dimana Rusty?" Ares menjawab dengan nada biasa dan tidak peduli, lagipula yang ada didepannya hanyalah pemain pemain level 40 yang masih bisa ia hadapi jika bertarung satu lawan satu.
"Kau mencariku?" Seorang pria bertubuh besar turun dari atap langsung di hadapan Ares, ia tidak membawa senjata apapun yang menandakan ia adalah petarung tangan kosong.
"Yah, berapa hutang paman Lingga? Aku akan melunasinya," Ares bertanya dengan tatapan tajam yang membuat Rusty marah.
"Sebelum bertanya perkenalkan dirimu dulu sialan!" Rusty berteriak dan bersiap melepaskan pukulan pada Ares. Tetapi, saat itu juga Laks sudah mengeluarkan flintlock miliknya dan mengarahkannya tepat ke kepala Rusty," Jika aku menjadi kau, aku tidak akan memukulnya."
"Cih, 100 juta," Melihat dirinya terdesak, Rusty menurunkan tangannya dan memilih menjawab. Ia tidak ingin mati konyol.
"Sekarang berikan nomer rekeningmu, aku akan mentransfer uangnya," Ares masih dengan acuh berbicara dengan Rusty.
Rusty yang tidak memiliki pilihan lain menyerahkan nomer rekening miliknya. Mendapatkan nomer rekening Rusty, Ares mengirimkan uang dengan jumlah yang diucapkan Rusty dengan beberapa tambahan jikalau Rusty akan mempermasalahkan bunga atau semacamnya.
"Sekarang, jangan ganggu Nayara lagi," kali ini sorot mata Ares terlihat begitu mengancam. Hal itu bahkan menyebabkan auranya yang awalnya tenang mulai berkobar.
Rusty yang mendengarnya mengerutkan keningnya," Jangan ganggu? Aku tidak pernah mengganggu dia," Rusty tersenyum bangga, sekarang ia paham Ares adalah orang yang menyukai Nayara jadi, dia ingin menyingkirkannya.
"Kau!" Kilatan kemarahan terlihat di mata Ares, ia mengeluarkan kertas kontrak yang telah ia buat, yang berisi jika, Rusty mengganggu Nayara lagi ia akan kehilangan akun Terra Online miliknya.
Ares membuat kontrak itu karena jika player melakukan pelanggaran kontrak diluar game, itu masih dapat diproses asalkan player yang lain memiliki bukti yang cukup dan akurat.
Melihat kontrak yang ada didepannya, Rusty mau tidak mau menelan ludah, ia sangat ingin memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi orang orang didepannya, tetapi ia tau itu mustahil.
Rusty yang benar benar terdesak dengan terpaksa menyalurkan mananya ke kertas kontrak dan menyetujui kontrak yang diberikan.
"Bagus, sekarang kita bisa pergi," Ucap Ares dengan senyum diwajahnya. Tetapi, sebelum itu ia sempat memerintahkan Wolfshef untuk mengacau di dalam markas Fire Garuda.
"Kita pergi? Sekarang?" Kenzie walaupun bingung, ia tetap menyarungkan pedangnya kembali bersiap untuk pergi, begitu juga dengan Verruct sedangkan Laks masih menodongkan Flintlock miliknya ke arah Rusty.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Hera Hera Smiley
entah apa yang mau di komentari di chepter ini.
2020-07-19
1
Maisa leta
Like like like 😊
2020-07-05
1