Kevin sepulangnya dari taman mulai mencari informasi tentang guild Fire Garuda.
Setelah mencari cari di internet, Kevin mengetahui jika Fire Garuda merupakan guild Kecil dari Indonesia yang paling mendekati posisi menjadi guild sedang.
Ketua Guild Fire Garuda dikenal dengan nama The Troublemaker! Lien! Seorang player berlevel 191 yang terkenal karena sering berbuat onar di manapun ia berada. Di forum bahkan, Kevin menemukan rumor jika Lien akan selalu mengincar orang yang berani menentangnya di Terra Online membuat kebanyakan orang memilih untuk menghindarinya.
Kevin juga berhasil menemukan identitas dari kepala cabang di kotanya, ia mempunyai nama Fero, dan dikenal dengan Rusty di Terra Online, mempunyai level 180. Selain itu, ia juga mendapatkan alamat dari kantor cabang Fire Garuda.
Mengetahui itu, Kevin tersenyum sinis. Ia tidak akan membiarkan orang yang penting baginya menderita. Ia akan melakukan apapun, walaupun itu berarti orang ia anggap penting itu akan membencinya.
Selesai mencari informasi tentang guild Fire Garuda, Kevin membuka Mall Online dan mengecek tentang barang dagangannya.
"Hem, sudah terjual habis? Kenapa cepat sekali?" Walaupun senang Kevin menjadi sedikit meragukan apa yang terjadi, ini sudah yang ketiga kalinya ia menjual Escape Rune dan selalu habis dengan cepat jadi ia memutuskan untuk melihat ke kolom komentar.
[Revel: Wow!!! Siapa sebenarnya si Dewa Perang ini! Dia kembali menjual Escape Rune dan kali ini dengan jumlah lebih banyak! Yah walaupun ia menjualnya dengan harga lebih tinggi...]
[Ace:Halo, Tuan Dewa Perang, bergabunglah dengan Puma, aku akan memfasilitasi dan akan memberikanmu gaji yang pas! Bisa menyediakan banyak rune kau pasti orang hebat!]
[Fleur: Hey hey, Ace! Kau mengambil start lebih dulu! Dewa Perang bergabunglah dengan Bloody Neo saja!]
[Ace: Ah, Fleur, jangan seperti itu, aku hanya ingin menawarinya, kami akan berperang kau tau? Jadi kami perlu banyak alat untuk membantu]
[Fleur: Memangnya aku peduli? Ace!]
[Zeus: Jangan bertengkar disini! Kalian sialan!]
[Vergo: Wow, hebat! White Slayer Ace dari Puma dan Magic Queen Fleur dari Bloody Neo menawarinya untuk bergabung dengan mereka!]
[Genos: Benar Vergo! Kalo aku jadi dia aku pasti akan bergabung! Ini adalah kesempatan yang sangat langka!]
[Kenzie: Bergabung saja dengan kami kawan, Danadyaksa akan selalu menyambutmu,]
[Remi: Hebat sekali! Tiga ketua dari empat guild teratas mengajaknya bergabung!]
Kevin yang membaca ulasan dan komentar mengernyitkan dahinya. Ia tidak menyangka kalau Escape Rune akan sepopuler ini. Ia juga agak tertarik dengan orang yang bernama Ace, karena dia bilang membutuhkan alat untuk perang jadi Kevin langsung menghubunginya secara pribadi, walaupun fitur ini mempunyai kerugian ia tidak bisa menyamarkan identitasnya karena menggunakan ID Terra Online.
[Ares: Halo Tuan Ace, apa benar anda membutuhkan Escape Rune untuk perang? Perang apa?
Ace: Hay, anda pasti Dewa Perang! Ya, itu untuk perang dengan Ras Demon di Atlantik.
Ares: Bagaimana bila saya menjual 500 Escape Rune dengan harga 4 Chip Emas per satu rune pada anda Tuan Ace? Tetapi, sebelum itu maaf saya menolak tawaran anda, karena tidak berniat untuk bergabung dengan guild manapun saat ini.
Ace: Ya sangat disayangkan, tetapi tidak apa, kita masih bisa berteman kan? Saya akan membelinya!
Ares: Tentu! Kita bisa berteman untuk rune nya saya akan mengirimnya besok, untuk uangnya bisa ditransfer ke rekening saya.
Ace: Baik, Terimakasih]
Kevin yang masih agak kepikiran Instruktur Reo, dan mengetahui tujuan Ace membeli Escape Rune untuk membantu perang disana memutuskan untuk menjual Escape Rune secara pribadi pada Ace.
Kevin yang sudah selesai menghubungi Ace kembali tertarik pada seseorang yang berkomentar di kolom komentar. Orang bernama Kenzie, Kevin tau orang ini, ia yang dijuluki Red Captain! Kenzie! Ketua guild teratas kerajaan Nusantara! Danadyaksa!
Tanpa membuang-buang waktu, Kevin juga mulai menghubungi Kenzie untuk mengajaknya berbisnis.
[Ares: Tuan Kenzie, maaf saya menolak tawaran anda karena saya tidak berminat untuk masuk ke dalam guild untuk saat ini. Tetapi, apakah kita bisa berteman dan berbisnis?
Kenzie: Yeah, tentu, anda pasti Dewa Perang kan? Yo! Bisnis apa yang ingin anda bicarakan?
Ares: Saya ingin menawari anda 200 Escape Rune ditambah dengan 200 Power Rune.
Kenzie: Power Rune? Kamu mempunyai itu? Sebanyak itu?! Sungguh?! Aku akan membelinya! Berapa harganya?!
Ares: Tidak aku tidak membutuhkan uangnya, aku ingin anda menghancurkan Fire Garuda.
Kenzie: Apa? Fire Garuda? Kenapa?
Ares: Yah, bisa dibilang aku mempunyai dendam dengan salah satu ketua cabang mereka. Jadi, apa anda mau membuat kesepakatan? Jika anda mau, selain yang saya sebutkan tadi saya bisa memberikan 100 Escape Rune setiap minggu selama tiga bulan untuk menghancurkan Fire Garuda.
Kenzie: Kamu benar benar serius? Itu semua sudah lebih dari 600 Juta! Hanya untuk menghancurkan sebuah guild kecil? Kalo begitu kita sepakat!
Ares: Yah, Tuan Kenzie, saya akan mengirimkannya besok sore. Dan saya akan menunggu kabar kehancuran mereka.
Kenzie: Baik! Kamu bisa menunggunya.]
Kevin tersenyum, ia tidak menyangka dirinya akan menggunakan cara seperti ini untuk melawan Fire Garuda. Tapi, dia tidak peduli lagi, apapun itu untuk orang yang penting baginya, ia akan melakukan apapun!
"Baru jam lima?" Melihat jam dinding dari tempat tidurnya, Kevin menguap. Ia masih sangat mengantuk.
Untuk menghilangkan perasaan mengantuk Kevin memutuskan untuk mandi dan menyiapkan perlengkapan sekolah miliknya.
Kevin yang baru saja sampai di sekolah, segera menempati tempat duduknya dan bersiap untuk tidur.
"Heh Vin!" Mendengar suara yang memanggilnya, Kevin menengok dengan tatapan tajam yang menusuk.
"Kau sudah melihat berita di forum? Guild teratas dari Indonesia yang mendiami Kerajaan Nusantara, Danadyaksa menyatakan perang melawan guild kecil Fire Garuda!" Ucap Farel dengan nada suara yang bersemangat, ini adalah hal yang sangat jarang terjadi, guild besar yang menyatakan peperangan dengan guild kecil? Itu hampir seperti pembantaian!
"Aku ingin tau apa alasan mereka," Lanjut Farel dengan suara sedikit lirih, sedangkan Kevin hanya bersikap sangat biasa dan terlihat tidak tertarik walaupun, ia merasa sangat tertarik dengan itu.
Sepulang sekolah Kevin langsung melakukan login kedalam Terra Online, ia berniat untuk menghubungi Kenzie kembali, kali ini dari dalam Terra Online.
[Pesan Pribadi Kenzie
Ares: Tuan Kenzie, bisa kita bertemu? Aku akan menandatangani kontrak sekaligus memberikan rune yang akan kuberikan.
Kenzie: Baik, dimana?
Ares: Kota Astacala, Jawa Barat, nanti jam tiga waktu dalam game
Kenzie: Astacala? Ya itu tidak jauh, aku akan kesana!]
Ares yang sedang dalam suasana hati yang baik menuju ke pasar dan kembali memasang spanduk yang bertuliskan 'membeli Blue Gel terbatas 5000 hanya membeli batch berisi minimal 100! Membeli Forest Wolf Fur terbatas 2500! Hanya batch berisi minimal 50! Membeli Power Ore! Terbatas 2000 hanya membeli batch minimal 10! Membeli Purple Rex Leaf! Terbatas 1000!'
Kali ini Ares tidak hanya membeli Blue Gel dan Forest Wolf Fur, Tetapi juga Power Ore dan Purple Rex Leaf untuk membuat Power Rune.
"Hey! Lihat itu! Orang itu datang lagi! Dia akan membeli semua Blue Gel dan Forest Wolf Fur milik kita!"
"Orang itu datang! Bagus ayo jual barang kita!"
Satu persatu orang mulai mendatangi tempat Ares. tanpa ia sadari, dia sudah menjadi terkenal di pasar kota Loka karena membeli hal yang dianggap tidak penting oleh kebanyakan pemain.
Telah mendapatkan semua yang ia butuhkan, Ares memilih untuk masuk ke hotel selama dua jam, karena waktu perjanjian dengan Kenzie masih empat jam itu akan baik baik saja jika ia didalam hotel selama dua jam untuk membuat rune.
Menyelesaikan pembuatan rune dengan jumlah yang lumayan banyak, Ares mengirimkan bagian milik Ace segera, karena Ace sudah mentransfer uang pembayarannya. Sedangkan bagian milik Kenzie, ia menyisihkannya karena akan ia berikan secara langsung.
Ares segera menuju ke rumah teleportasi. Rumah teleportasi merupakan tempat yang akan selalu dikunjungi pemain yang ingin pergi jauh, karena hanya dengan membayar beberapa Chip ia bisa langsung diteleportasikan menuju ke tempat tujuan dengan aman dan selamat.
"Selamat datang tuan! Apakah anda berniat untuk melakukan teleportasi?" Saat memasuki rumah teleportasi, seorang Elf yang terlihat sangat cantik dengan pakaian serba hijau bertanya dengan antusias.
"Ah, iya, ke ko-kota Astacala, berapa biayanya?" Ares bertanya dengan gugup.
"Kota Astacala, biayanya 10 Chip Perak!" Menyerahkan Chip yang diperlukan, Ares langsung menuju ke altar teleportasi yang disediakan.
Saat telah berada di atas altar, Ares merasa ia akan jatuh, matanya menjadi berat, seakan ia belum tidur berhari hari, dan akhirnya semua menjadi gelap.
Melihat sekeliling, Ares tidak kenal dengan bangunan bangunan yang ada disekitarnya, itu artinya ia sudah sampai ke Kota Astacala. Meskipun, ia tidak terlalu mengerti cara kerja altar teleportasi dan tidak terlalu menyukainya karena kejadian barusan, Ares harus mengakui kalo itu sangatlah efektif dan membantu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Hera Hera Smiley
tidak ada seorangpun yang curiga semua bahan sampah itu digunakan untuk apa.
2020-07-19
3
Pramita
Hai Thor aku mampir lagi nih bawa like buat kamu biar semangat terus
2020-05-20
1
Anastasia
hai kak, aku mampir nih😁
aku juga udah ninggalin jejak😊
mampir juga ya ke karyaku🤗
aku tunggu kedatangannya kak😉
semangat buat up❤️
2020-05-20
0