Di dalam suatu rumah di kota Loka, Ares sedang duduk di kursi menunggu beberapa orang yang ia undang kesana.
Rumah yang dipakai Ares untuk menunggu adalah rumah pribadi yang baru saja ia beli, karena ia merasa jika biaya hotel akan menjadi pengeluaran yang sia sia jika ia bisa membeli rumah untuk beristirahat dan membuat rune, dan lagi rumah juga memberikan efek double exp sama halnya dengan hotel.
Tok tok tok
"Masuk saja," Ares menjawab dengan tidak peduli, ia sudah bisa menebak jika orang yang datang adalah salah satu yang ia undang, karena hanya mereka yang tau.
"Hay Kev- tidak maksudku Ares," Seorang Elf perempuan masuk, ia memiliki kulit putih berkilau dengan rambut kuning keemasan yang diuraikan. Satu satunya yang bisa di pikirkan Ares adalah sangat cantik. Di atas kepalanya tertulis 'Iris' yang merupakan nama game Nayara. Ares tahu setelah pembicaraan dengannya kemarin. Setelah melihatnya lagi Iris mempunyai level 48, hal itu membuat Ares bersyukur ia semalam levelling sampai level 60.
---
"Vin, apa maksudnya kamu yang melakukannya?" Nayara bertanya tanya sejak mereka masih dijalan, tetapi sampai saat ini Kevin belum menjawabnya.
"Hem, aku membayarnya dan dia menulis kontrak tidak akan mengganggumu lagi," Kevin menjawab dengan malas saat ia sudah selesai memesan makanan yang ia inginkan.
"Uang darimana?! Aku tau keluarga kamu Kevin!" Nayara menahan teriakannya, di pelupuk matanya terlihat titik titik air mata yang siap keluar kapan saja.
"Aku menjual item dalam jumlah besar ke beberapa guild di Terra Online," Kevin menjawab kembali dengan senyum kecil sambil menatap Nayara yang duduk didepannya.
"Tapi, itu kan banyak...hutangnya, pasti sangat membebani," Ucap Nayara dengan suara lirih sambil menggigit bibir bawahnya.
"Tenang saja, aku tidak bisa melihat temanku sedih. Jadi, jangan sedih lagi Nay," Kevin berucap dengan nada serius sambil mengusap pipi Nayara menghapus air matanya.
"Ka-ka-kamu ma-main Te-Terra Online kan?" Nayara yang merasakan panas di pipinya berkata dengan gugup.
"Oh ya, masih baru, kamu main?" Kevin menjawab dengan senyum kecil dan memakan makanan yang baru saja diantar untuknya.
"Eh ya, aku main namaku Iris, kamu di kota mana?" Nayara menjawab sambil meminum milkshake yang ia pesan sebelumnya untuk menstabilkan perasaannya.
"Loka," Kevin menjawab dan melanjutkan makan makanan yang sudah tersaji, ia benar benar merasa lapar saat ini.
---
"Light Elf? Bagaimana bisa?" Ares menatap Iris dengan bingung, Light Elf seharusnya merupakan Ras Elf yang tidak bisa dipakai oleh Player.
"He? Aku tidak tahu, hanya memilih opsi Ras Elf dan Sub Ras random dan aku jadi seperti ini," Mengerti apa yang dimaksud oleh Ares, Iris menjawabnya dengan polos.
"Huh, duduk jangan berdiri di depan pintu," menghela nafasnya, Ares meminta Iris untuk duduk, sedangkan Ares mengeluarkan Wolfshef yang ada di mode chibi dan memberinya makan.
Melihat Wolfshef yang imut, mata Iris mengeluarkan sinar. "Ares, apa itu?" Iris bertanya dengan penasaran sambil menunjuk ke arah Wolfshef.
"Wolfshef, dia temanku," Ares menjawab secara spontan sedangkan fokusnya masih pada daging yang ia berikan pada Wolfshef.
"Boleh kupegang?" Iris bertanya dengan harap, sangat jarang bisa melihat peliharaan binatang buas dalam bentuk chibi, apalagi tidak semua orang bisa menjinakkannya.
"Tentu, Wolfshef dia temanku, yang baik ya," Ucap Ares sambil menunjuk ke arah Iris. Wolfshef yang mengerti melolong sekali dan berlari ke pelukan Iris.
Tok...tok...
Beberapa menit hanya berdua, bertiga dengan Wolfshef, seseorang mengetuk pintu kembali. Ares tentu saja menyuruhnya masuk.
"Yo! Ar-" sapaan orang berkulit gelap dengan pakaian bewarna hitam dan belati di pinggangnya berhenti. Mata orang itu teralihkan ke arah Iris yang sedang bermain dengan Wolfshef.
"Siapakah namamu wahai bidadari?"orang itu berlutut dan bersikap seolah ksatria sambil memegang tangan Iris.
"Eh?" Iris merasa bingung sedangkan Ares merasa sedikit geram dan memukul kepala orang itu.
"Diamlah Kuro!" Mata Ares bersinar dan terlihat kejam sambil menatap Kuro yang baru saja ia pukul.
"Ares sialan! Itu sakit oy!" Kuro berteriak, tapi saat ia melihat sorot mata Ares ia berhenti dan hanya mengumpat di dalam hatinya.
"Bagus, dia Iris," Ares memperkenalkan Iris pada Kuro yang terlihat sangat penasaran.
"Dimana kau kenal dengannya?" Kuro dengan hati hati berbisik pada Ares.
"Dia Nayara," Ares menjawab dengan cuek, sedangkan Kuro yang diberitahu terdiam, ia sangat tidak menyangka hal ini.
"Kamu Farel kan? Makasih ya udah nyebut aku bidadari," Iris tersenyum mengejek, Kuro dan Iris di dunia nyata memang sering saling ejek sejak dari SMP.
"Sial! Aku sangat sial!" Kuro bergumam sangat pelan untuk memastikan hanya dirinyalah yang mengetahui apa yang ia gumamkan.
Tok...tok...tok...
Sekali lagi ada yang mengetuk pintu, hal ini membuat Kuro sangat senang karena ia tidak perlu terbully jika ada orang lain di ruangan ini.
"Hay Ares, Kuro dan kamu?" Yang datang kali ini adalah Jedi, seorang Elf pemanah yang pernah menolong Ares dan menjadi teman Ares setelahnya.
"Iris, salam kenal," Iris memperkenalkan dirinya dengan bersikap anggun yang ditertawakan oleh Kuro.
"Kalo dipikir, hanya aku yang tidak memakai Ras Elf," Ares membuka percakapan sambil mengamati ketiga temannya yang sedang duduk.
"Hi..shi..shi..shi, kau melupakanku Ares," seseorang yang tidak terduga datang, Ares memandangnya dengan tatapan tidak percaya. Ia terlihat seperti gadis manusia normal jika saja telinganya bukan telinga kelinci.
"Kukira kau tidak datang, Minerva."
---
Di Kota Tanjung Kelapa, Kerajaan Nusantara, Enam orang sedang saling menatap di sebuah ruangan.
"Apa alasan kalian menyatakan perang terhadap kami?!" Seorang pria yang terlihat tinggi besar dan membawa kapak bertanya.
"Hem? Permintaan temanku," Ucap laki laki berambut merah dengan santai.
"Kenzie! Aku serius!" Pria yang membawa kapak berteriak. Hal itu membuat suasana menjadi berat, dua orang yang ada disamping Kenzie sudah siap mengeluarkan senjata mereka, namun dihentikan oleh Kenzie.
"Tenanglah Lien, aku serius, jika hanya ingin membahas itu lebih baik kita sudahi, aku tidak akan berhenti sebelum Fire Garuda hancur," Kenzie tersenyum manis yang sangat tidak sesuai dengan situasi saat ini.
"Kami tidak akan hancur," Mata Lien menjadi sangat tajam, ia memegang kapaknya dengan erat dan bersiap untuk mengeluarkannya.
"Lebih baik kau pikirkan baik baik apa yang akan kau lakukan Lien," pria dengan jubah putih menodongkan Flintlock miliknya ke arah Lien sebelum Lien berhasil mengeluarkan kapaknya.
"Laks! Beraninya menodongkan senjatamu padaku!" Lien meraung marah, Laks yang melihatnya hanya menghela nafas.
"Kenapa aku harus tidak berani?" Ucap Laks dengan senyum sinis dan dengan tatapan yang meremehkan.
"Lakukan," Kenzie berdiri dan berjalan keluar ruangan diikuti satu orangnya, sedangkan Laks menembak Lien dua kali tepat di kepala dan di jantungnya setelah mendapatkan arahan dari Kenzie. Lien yang ditembak tewas ditempat karena serangan yang mengenai titik vital.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Ryu~zäki
kalo dibuat romance pacarnya kevin/ares milf thor ya😁
2021-06-29
1
ojol gaming
gas thor
2020-05-23
2