"Kukira kau tidak datang, Minerva," Ares tersenyum melihat Demihuman Kelinci yang baru saja datang.
"Hi...shi...shi...shi... Tentu saja aku datang, untukmu apa yang tidak Ares," Minerva mengedipkan sebelah matanya yang membuat pesonanya bertambah dan lagi rambutnya yang bewarna merah muda terurai membuatnya terlihat lebih mempesona lagi. Bahkan, Kuro dan Jedi menelan ludah melihat Demihuman Kelinci itu. Sedangkan, Ares terlihat acuh dan Iris menatap dengan datar.
"Biar kuperkenalkan, dia Minerva temanku. Minerva, mereka temanku, yang membawa busur itu Jedi, yang perempuan Iris dan yang terlihat menyebalkan Kuro," Ares memperkenalkan satu persatu orang orang yang ada di dalam ruangan.
"Heh! Kenapa hanya aku yang kau perkenalkan dengan tidak benar?!" Kuro memprotes Ares tentang caranya memperkenalkan dirinya pada Minerva.
"Terserah," Ares hanya menjawab dengan tidak niat, ia benar benar tidak peduli dengan protes Kuro.
"Hi...shi...shi...shi... Kalian menarik," Ucap Minerva singkat dengan tawa yang agak membingungkan.
"Minerva duduklah kita akan mulai," Ares mengingatkan sambil menunjuk satu kursi yang masih kosong.
"Baik," Minerva berjalan ke arah kursi dengan santai dan menaruh senjata miliknya yang berupa cakram di meja kecil yang ada di dekatnya.
"Oke, semua sudah disini, aku ingin bertanya. Apa kalian mau bergabung dengan party yang akan kubuat?" Ares bertanya dengan dengan serius dan menutup matanya.
"Party? Maksudnya?" Jedi bertanya karena bingung dan diikuti anggukan yang lainnya.
"Ya, tempat berkumpul dan saling membantu jika ingin menyelesaikan quest sulit ataupun jika ada hal lain yang perlu bantuan tim," Ares menjelaskan tujuannya ingin membuat party.
"Kenapa tidak membuat guild saja?" Minerva bertanya sambil menopang dagunya.
"Sederhana saja, level kita terlalu rendah dan lagi kita hanya berlima," Ares menjawab pertanyaan Minerva sambil tersenyum kecil.
"Walaupun ada bantuan pemula, itu hanya akan bertahan sampai level 149 dan itu masih jauh dibandingkan rata rata player saat ini yang berlevel 180-210. Jadi, apa kalian mau bergabung?" lanjut Ares menjelaskan dengan santai dan menggigit ibu jarinya.
"Hi...shi...shi...shi... Jika itu kamu, tentu aku bergabung Ares..." Minerva menjawab sambil mengedipkan matanya ke arah Ares yang sama sekali tidak peduli.
"Aku bergabung! Tentu!" Iris yang terlihat sedang kesal sedikit berteriak sambil memeluk Wolfshef yang masih dalam mode chibi.
"Kalian berdua bagaimana?" Setelah mendapatkan jawaban dari Minerva dan Iris, Ares menatap ke arah Jedi dan Kuro yang masih diam.
"Apakah kau masih perlu bertanya sobat?" Kuro tersenyum menatap Ares.
"Ya aku akan bergabung," Jedi menjawab dengan serius.
"Terimakasih sudah mau bergabung," Ares tersenyum tulus, ia benar benar senang kali ini.
"Kalo kalian mau rumah ini bisa kita pakai sebagai markas sementara," Ucap Ares sambil menatap yang lainnya.
"Walaupun agak jauh tapi sepertinya tidak apa," Kuro menjawab dengan tangan menempel di dagu seakan berpikir keras apakah harus setuju atau tidak. Sedangkan yang lain mengangguk menyetujui.
"Apa nama party kita?" Jedi bertanya dengan agak bersemangat dengan nama apa yang akan dipakai.
"Bagaimana dengan lambangnya juga?" Tambah Kuro sambil mengangkat tangannya bersemangat.
"Namanya bagaimana kalo Starmoon?" Usul Iris dengan semangat.
"Tidak tidak, bagaimana jika Sword Heaven?" Kali ini Kuro yang mengatakan usulnya.
"Tidak, New Olympus! Ya New Olympus bagaimana dengan itu?" Setelah menolak usul Kuro, Minerva meneriakkan usulannya yang diikuti kata kata setuju dari anggota yang lain.
"Untuk lambangnya bagaimana dengan ini?" Iris memperlihatkan gambar yang ia buat. Yang Iris gambar adalah sebuah pedang yang bersilangan dengan belati, diatasnya ada sebuah staff penyihir yang terlilit rantai dan disisi yang satunya terdapat busur yang siap menembakkan anak panah dengan bunga Iris terletak diatasnya. Ditengah gambar juga ada cakram yang bergerigi.
"Itu gambar senjata kita berlima kan?" Kuro bertanya sambil melihat gambaran Iris.
"Benar sekali, itu menandakan tidak ada perbedaan untuk setiap class disini," Iris menjawab dengan tersenyum manis.
"Lalu bagaimana dengan rantai dan Bunga itu?" Ares yang tidak terlalu paham bertanya dengan rasa penasaran.
"Rantai itu menandakan kekeluargaan sedangkan Bunga Iris menandakan persahabatan yang ada di party ini!" Iris menjawab pertanyaan Ares dengan sangat bersemangat.
"Itu bagus! Aku setuju itu dijadikan lambang kita" Minerva mengucapkan persetujuan dirinya.
"Ya, aku juga. Aku menyukai makna lambang itu," Jedi mengucapkan persetujuannya sambil mengacungkan ibu jarinya.
"Kita sepakat ya? New Olympus!" Ares berteriak dengan nada bersemangat.
"Sepakat, New Olympus!" Teriak yang lain secara bersamaan.
"Oh iya, sebelumnya maaf, tapi aku harus pergi sebentar, Kuro kamu ikut aku," Ares meminta maaf dan bersiap untuk pergi.
"Mau kemana?" Iris bertanya dengan lembut saat melihat Ares sudah ingin pergi.
"Ada quest dan aku butuh bantuan Kuro, karena dia mempunyai skill yang cocok untuk spionase," Ares menjawabnya sambil sedikit tersenyum.
"Jika aku butuh bantuan kalian aku akan menghubungi nanti," Ucap Ares saat ia keluar dari dalam rumah bersama Kuro.
Beberapa saat berlalu, Ares kembali membuka pintu dan masuk kedalam rumah,"maaf, Wolfshef kamu juga ikut," Ares memanggil Wolfshef yang masih ada di pangkuan Iris yang ditanggapi dengan lolongan malas dan tatapan dingin Iris.
Tidak ingin mendapat masalah, Ares segera keluar dan berlari ke gerbang barat dimana Kuro sudah menunggunya.
"Kuro, terimakasih mau membantu, tapi quest ini pasti akan lama, aku bahkan tidak tau tempat dimana goblin itu berada," Ucap Ares saat ia telah mencapai di tempat Kuro menunggunya.
"Hehe, serahkan padaku, aku sudah tau sarang goblin terdekat," Ucap Kuro sambil menunjuk ke dirinya sendiri dengan gaya sombong dan tersenyum lebar.
"Bagaimana?" Mata Ares berkedip-kedip, ia masih agak tidak percaya dengan apa yang diucapkan Kuro.
"Tidak usah dipikirkan, sekarang ayo bergerak!" Kuro melambaikan tangannya dan tanpa aba aba Kuro langsung berlari meninggalkan Ares.
"Apa? Sial! Wolfshef normal mode, ayo kejar dia!" Ares berteriak, ia menyuruh Wolfshef untuk kembali ke mode normal dan menungganginya untuk menyusul Kuro yang berlari duluan.
Hampir setengah jam berlari di dalam hutan, Kuro berhenti di balik sebuah pohon dan memberikan tanda untuk berhenti.
Memerintahkan Wolfshef untuk berhenti, Ares mendekati Kuro," Kenapa?" Ares bertanya saat ia sudah berada di dekat Kuro.
"Lihatlah," Kuro menunjuk ke arah didepannya dengan serius. Saat Ares melihatnya ia terdiam, didepannya saat ini ada sekelompok goblin yang dipimpin oleh Goblin Knight yang berlevel 55 kelompok itu berisi lima Goblin Archer berlevel 30 dan empat Goblin Warrior berlevel 35. Sebenarnya itu tidak buruk karena level Ares dan Kuro sudah lebih tinggi ketimbang para goblin, akan tetapi yang menjadi masalah adalah di belakang kelompok goblin terdapat tiga Hob-Goblin yang berlevel 80. Meskipun level Kuro sudah menembus 70 akan tetap sulit melawan satu Hob-Goblin, apalagi Ares yang baru berlevel 60.
"Bagaimana sekarang?" Kuro bertanya dengan nada serius pada Ares disebelahnya.
Ares menggerakkan giginya,"Kita mundur dulu, hubungi yang lain kita butuh bantuan," ucap Ares dengan berat hati. Ia sebenarnya ingin menyelesaikan quest ini dengan cepat tapi ini akan menjadi sangat sulit.
"Baik," Kuro menjawab dan dengan hati hati mundur, begitu juga dengan Ares yang dengan hati hati mundur dan menaiki Wolfshef untuk kembali ke kota.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
RyuCandra7
Anjieer, gw bisa ngebayangin pas adegan Ares minta Wolfshed buat ikut
2021-07-12
2
Mr STeeL
minerva siapa dah
2021-06-15
0
hppines
hehhh Minerva ketemuan di mana sama si Ares?
2021-05-31
2