Debaran

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Eidra masuk kedalam kamar suaminya. Dia mengintip pria tua itu, siapa tahu sudah mandi sendiri. Entah kenapa sejak ciuman mereka tadi, Eidra merasa malu dan juga gugup jika melihat wajah sang suami.

"Apa yang kau lakukan disitu?". Tatap Edgar pada istrinya. Ketika melihat Ei berdiri bingung didepan pintu

"Aa, itu apa ya?". Eidra cenggegesan sambil mengaruk tengguk nya "Apa Tuan bisa mandi sendiri?". Tanya Eidra hati-hati. Takut jika pria tua marah padanya.

Edgar menatap Eidra dengan tajam "Apa tadi kau tidak dengar? Aku memintamu untuk membantu ku mandi". Ketus Edgar "Kau simpan dimana telingamu itu?". Sindir Edgar.

"Tuhh kan marah lagi?". Batin Eidra

"Ya Tuan. Ayo saya bantu". Eidra memasang wajah seramah mungkin. Suaminya ini sama dengan singa, bisa mengamuk kapan saja. Ya Eidra takut kan jika suaminya ini menerkamnya tiba-tiba. Sumpah demi apapun Eidra belum siap.

"Cepat". Tintah Edgar.

Eidra menghampiri suaminya dan membantu pria tua itu duduk dikursi roda. Tak lupa Eidra menyiapkan air panas dan baju ganti untuk sang suami.

Jika pertama membantu suaminya dia tidak malu malah terkesan senang membantu suaminya mandi. Maka berbeda sekarang, jantung Eidra berdebar kencang. Bahkan suara detakkan jantungnya serasa begitu nyaring seperti memakai toa.

Eidra mendorong kursi roda Edgar menuju kamar mandi. Dalam hati dia sudah mengumpat kasar suaminya itu. Jika dulu belum ada dia, siapa yang memandikan suaminya?

Eidra mengangkat tubuh raksasa Edgar ke dalam buth up. Jika saja bukan suaminya, sudah pasti dokter tulang itu akan melempar suaminya begitu saja. Sudah berat minta ampun, masih sempat-sempat nya lagi pria itu jahil dengan meremas dua gunung kembarnya.

"Kondisi kan tanganmu Tuan?". Eidra melemparkan tatapan tajam pada sang suami. Edgar yang biasanya selalu menang menjadi kikuk melihat tatapan istri kecilnya. Bukannya seram malah terlihat menggemaskan.

"Aku suamimu jangan lupa kan itu". Protes Edgar

Eidra tak lagi mau merespon suaminya. Dia mengsosok tubuh pria itu dengan telaten. Sesekali Eidra menelan salivanya kasar, ketika melihat roti sobek sang suami yang terlihat begitu seksi.

"Aku tahu jika aku ini seksi. Tidak perlu curi pandang begitu. Bahkan kau berhak memegang dan menikmatinya". Goda Edgar. Wajah Eidra langsung merah merona, dia malu bukan main.

Edgar terkekeh dia sangat suka melihat wajah merah istri kecilnya itu. Andai saja dia tidak berpikir sudah pasti dia akan menerkam istrinya itu agar menjadi milik Edgar seutuhnya. Namun entah kenapa dia tidak tega harus bersetubuh dengan istri kecilnya itu. Edgar tahu jika Eidra hanyalah gadis polos yang belum mengerti apa-apa masalah ranjang

Byurrrrrrrrrrrrrrrrrr

Edgar menarik Eidra masuk kedalam buth up.

"Tu-tuan". Eidra terkejut bukan main saat suaminya menariknya kedalam buth up.

"Kenapa hmmmmm?". Edgar mengelus wajah Eidra dengan lembut. Istrinya ini benar-benar cantik. Imut dan menggemaskan. Terlihat sekali bahwa gadis ini jauh lebih muda dari dirinya

"Tuan, jangan begini". Eidra berusaha melepaskan pelukkan tangan Edgar pada pinggangnya. Dia duduk dipangkuan laki-laki itu.

"Kenapa? Aku suami mu 'kan?". Edgar setengah berbisik dengan suara ******* yang menggoda

Bukannya merasa tergoda Eidra malah merasa geli.

"Tu-tuan". Sergah Eidra gugup

Edgar menyusuri cekuk leher Eidra yang terlihat mulus dan menggoda. Dia menyesap leher ini dengan gemes sehingga meninggalkan tanda kepemilikan disana.

"Tu-tuan". Eidra tak sanggup berkata, seolah tubuhnya terasa tersengat listrik.

Mata Eidra membulat sempurna saat benda kenyal itu menempel pada bibirnya. Jantungnya kembali berdegup kencang. Debaran apa ini?

Edgar ******* bibir istrinya dengan lembut, dia memiringkan wajahnya kekiri dan ke kanan. Tanpa sadar tangan Eidra melingkar dileher sang suami. Dia juga membalas ciuman itu. Ciuman yang awalnya lembut kini malah menuntut.

Edgar tersenyum saat melihat sang istri memejamkan matanya. Tak sia-sia dia mengajari gadis polos itu berciuman. Bibir Eidra begitu manis, sepertinya setelah ini Edgar akan benar-benar kecanduan bibir manis itu. Dia masih menyesap dan ********** dengan lembut. Suara kecapan saling beradu dikamar mandi itu. Kedua manusia yang tengah memadu kasih saling memberikan kenikmatan melalui bibir.

Edgar melepaskan pangutannya saat merasa Ei kehabisan nafas. Nafas Eidra tersengal-sengal.

"Kau ingin membunuhku Tuan?". Gerutu Eidra. Padahal dia juga menikmati ciuman itu.

Edgar tersenyum gemes "Sebaiknya kau keluar dari buth up ini. Kau tahu dibawah sana dia sudah berdiri dan minta dipuaskan. Jika belum siap sebaiknya kau segera bangkit". Ujar Edgar menahan hasratnya.

"Apa nya yang berdiri Tuan?". Eidra polos. Memangnya apa yang berdiri dan minta dipuaskan? Sungguh Eidra benar-benar tak tahu masalah itu. Padahal dia dokter.

Edgar memejamkan matanya menahan hasrat dimana adik kecilnya sudah berdiri

"Gadis kecil yang baik hati. Sebaik nya kau keluar, atau kau mau aku memakanmu?". Edgar mengacak rambut istrinya dengan gemes.

Mendengar itu Eidra langsung bangkit dan keluar dari buth up. Tentu saja dia tahu arti 'memakanmu'

Eidra basah kuyup. Ingin rasanya dia meledakkan kepala suaminya. Padahal dia sudah mandi tapi malah ditarik oleh suaminya untuk ikut basah-basahan.

"Ayo cepat bantu aku. Setelah itu ganti bajumu. Kau seperti nya kedinginan". Ujar Edgar.

"Baik Tuan". Eidra mengangkat tangan Edgar dan membantu pria itu berdiri dan mencapai kursi rodanya.

Eidra melilitkan handuk pada pinggng suaminya. Dia memejamkan mata, takut akan melihat asset berharga sang suami. Edgar tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Wajah istrinya yang terpejam sambil memasang handuk sungguh terlihat begitu lucu. Sebenarnya Edgar bisa memasang handuk itu sendiri, namun dia senang bisa mengerjai gadis polos itu.

Setelah selesai, Eidra mendorong kursi roda Edgar keluar dari kamar mandi. Setelah memberikan baju ganti untuk sang suami. Eidra segera membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan yang baru

Mulut Eidra komat-kamit menyumpah pria lumpuh itu. Padahal dirinya sedang haid dan tidak boleh mandi malam. Namun suami singa nya itu malah membuatnya basah kuyup.

"Kenapa aku malah menyumpah nya lumpuh seumur hidup?". Eidra memukul mulutnya sendiri "Jika dia lumpuh selamanya, yang repotkan aku juga". Celotehnya sendiri.

Dia keluar dari kamar mandi dengan piyama tidur yang sudah lengkap. Eidra mengeringkan rambut sabahunya yang masih basah. Harusnya dia tidak boleh cuci rambut saat haid. Tapi karena suami singa nya itu, dia harus mencuci rambutnya karena sudah basah.

Edgar meneguk salivanya dengan kasar. Ketika melihat Eidra mengeringkan rambutnya. Gadis polos itu terlihat begitu seksi dan menggodanya. Andai saja dia bisa berjalan sudah pasti dia akan berlari menyerang istrinya itu.

Ei membantu Edgar naik ke ranjangnya. Karena sudah tengah malam, taktunya mereka tidur.

"Berbaring lah disampingku". Perintah Edgar.

"Tidak Tuan. Aku tidur dilantai saja. Aku tidak mau menganggu tidurmu". Tolak Eidra lembut dengan senyum paksa. Takut jika suaminya itu akan marah lagi.

"Baiklah. Sepertinya kau ingin ciuman tadi terulang kembali. Kau benar-benar ingin berciuman denganku lagi?". Edgar mengancam dengan senyum licik.

"Tidak Tuan". Eidra menggeleng "Maksudku, tidurku suka gila. Aku tidur mendengkur, pasti kau akan terganggu mendengar dengkuran ku". Ucap Eidra beralasan.

"Baiklah, sepertinya kau memang ingin kucium".

"Tidak". Eidra langsung melambaikan tangannya "Baiklah aku akan tidur disampingmu". Ucap Eidra mengalah. Dia naik keatas ranjang dan berbaring disamping Edgar dengan membelut tubuhnya pakai selimut.

Edgar tersenyum penuh kemenangan. Astaga gadis ini benar-benar menggemaskan dan membuatnya geleng-geleng kepala geli.

Edgar berbaring. Dia menatap punggung sang istri yang membelakangi nya. Istrinya itu membungkus tubuhnya dengan selimut tebal. Sengaja Edgar mematikan AC agar Eidra kepanasan.

Eidra setengah mati menahan panas ditubuhnya. Dia ingin membuka selimutnya tapi takut suaminya akan macam-macam. Sumpah demi langit dan bumi, Eidra belum siap memberikan mahkotanya. Apalagi pernikahan mereka hanya diatas kertas

Edgar kembali menyalakan AC. Dia menarik Eidra dalam pelukkanya

"Tu-tuan". Eidra terkejut.

"Tidurlah". Ucap Edgar memeluk istrinya seperti bantal.

"Tapi....".

"Jika kau terus bergerak. Kau membangunkan dia, apa kau mau bertanggung jawab? Tidurlah".

Eidra tak lagi berkomentar dia takut dengan ucapan suaminya. Meski dia tidak tahu siapa yang mau terbangun?

Edgar memeluk istri kecilnya dengan erat. Sampai suara dengkuran halus terdengar dari bibir munggil itu. Edgar tersenyum menatap wajah Eidra yang menempel didada bidangnya.

"Good sleep istri kecilku". Edgar mengecup kening Eidra

Lalu dia juga ikut terlelap dengan memeluk istri kecilnya itu.

Bersambung.....

Ed & Ei

Terpopuler

Comments

Ari Yulianti

Ari Yulianti

so sweet👍

2023-10-26

1

Y.A.

Y.A.

bath up

2023-07-31

0

Arane Syfa

Arane Syfa

maenan kali yaa..😅

2023-06-22

1

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Menerima kenyataan
3 Sedikit
4 Dokter Spesialis Tulang
5 Ciuman pertama
6 Orlando Georgia
7 Debaran
8 Morning kiss
9 Aku akan berdiri di sampingmu.
10 Tak berkutip
11 Setelah sekian lama
12 Kegelisahan.
13 Ramuan
14 Pertama kali
15 Rencana Erwin
16 Blusssssshhhhhh
17 Cemburu
18 Terapi
19 Setiap penyakit ada obatnya
20 Saling jatuh cinta.
21 Baru
22 Patah
23 Ramuan Cinta
24 Kekesalan Erwin
25 Baju Couple
26 Pesta
27 Radar Cinta
28 Hujan
29 Gadis unik
30 Menginap.
31 Makan Malam
32 KEMARAHAN ERWIN.
33 Siapa Kau?
34 Cerita Hujan.
35 Kedatangan Baskoro dan Seselia.
36 Terapi 2
37 Jalan-jalan.
38 Kejutan Edgar.
39 Lamaran Erwin.
40 Pernikahan Erwin & Raina
41 Sama-sama tumbuh dari Luka.
42 Terapi Manual.
43 Kunjungan Erwin dan Raina
44 Perjuanganku Tidak Mudah.
45 Raina Positif.
46 Menghindar
47 Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu.
48 Jangan Ganggu Istriku.
49 Jebakkan Lisna.
50 Nikahi Dia
51 Takkan kubiarkan siapapun menyakiti Istriku.
52 Aku lelakimu
53 Dingin
54 Perkara
55 Mengunjungi Panti
56 Cemburu
57 Kasih Itu Memaafkan
58 Kebaikkan yang terabaikan
59 Kerapuhan Raina
60 Pingsan
61 Hamil?
62 Sindrom Couvade
63 Ngidam
64 Pulang
65 Mencoba
66 Menikmatinya Bersama
67 Penyesalan Erwin
68 Jatuh Bangun
69 Kecelakaan
70 Lumpuh
71 Dia
72 Merajuk
73 Tinggalkan Dia
74 Makan Sebelah.
75 Mengunjungi
76 Cinta Itu Menerima.
77 Visual Cinta.
78 Resah
79 Informasi
80 Tak pernah puas
81 Kesadaran.
82 Ragu
83 Mencari
84 Mencari
85 Maafkan Aku Ei
86 Pengakuan Raina
87 Tamu Tak Diundang
88 Pelakor
89 Pembasmi Pelakor
90 Panggilan Baru.
91 Kesal.
92 Mengharap sebuah pertemuan.
93 Kehancuran Lisna
94 Ultrasonografi (USG)
95 Ikatan Batin
96 Perasaan
97 Yakin
98 Sarapan
99 Sederhana
100 Menyesal
101 Takut
102 Berdiri kembali
103 Memaafkan
104 Dia adikku
105 Menempel
106 Jangan Pergi
107 Seandainya
108 Tak Sabar
109 Posessif
110 Hangat
111 Deoxyribo Nucleic Acid (DNA)
112 Rasa
113 Aneh
114 Teringat
115 Perang Dingin
116 Ibu
117 Cinta Manis Erwin dan Raina
118 Maafkan Kami
119 Menangis lah Bby
120 Menantu Terbuang.
121 Penyesalan Lisna
122 Terkejut
123 Dendam Masa Lalu
124 Tolong
125 Latihan jatuh cinta
126 Menjaga
127 Ulang Tahun Keizo
128 Tak Terduga
129 Perpisahan Terjadi
130 Masih Tentang Perpisahan
131 Penantian Berujung Pertemuan
132 Lama Tak Bersua
133 Pelakor Turun Daun
134 Nyaman
135 Kekayaan Edgar
136 Perhatian
137 Kehilangan
138 Tak bisa hidup.
139 Rintihan
140 Gelisah Tak Menentu
141 Belum Siap Kehilangan
142 Bertahan lah
143 Kepergian Anggela
144 Kelahiran Triple Baby Ed & Ei
145 Separuh Jiwa Pergi
146 Kembali
147 Ingin bertemu Ei
148 Ketegaran hati Edgar
149 Penangkapan Brayn
150 Rapuh
151 Rencana
152 Respons
153 Jebakkan
154 Eksekusi
155 Terbangun dari tidur panjang
156 Hilang ingatan
157 Triple El
158 Kejahilan Eidra
159 Panas
160 Oscar dan Silva
161 Cinta Lama Bersemi Kembali
162 Kematian Robby dan Astrid
163 Membesuk Lisna
164 Terima kasih Bby
165 Memberi kesempatan
166 Duo J
167 Ramuan Cinta Kakak Ipar
168 Lembaran Baru
169 Ungkapan
170 Impian Adelle
171 Kencan
172 Dinner romance Ed & Ei
173 Takdir Cinta Buana & Elizabeth
174 Daddy Vs Son's
175 THE END ISTRI KECIL CEO LUMPUH.
176 Ekstra Part 1
177 Ekstra Part 2
178 Ekstra Part 3
179 Ekstra Part 4
180 Ekstra Part 5
181 Ekstra Part 6
182 Ekstra Part 7
183 Ekstra Part 8
184 The end of ekstra Part
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Menerima kenyataan
3
Sedikit
4
Dokter Spesialis Tulang
5
Ciuman pertama
6
Orlando Georgia
7
Debaran
8
Morning kiss
9
Aku akan berdiri di sampingmu.
10
Tak berkutip
11
Setelah sekian lama
12
Kegelisahan.
13
Ramuan
14
Pertama kali
15
Rencana Erwin
16
Blusssssshhhhhh
17
Cemburu
18
Terapi
19
Setiap penyakit ada obatnya
20
Saling jatuh cinta.
21
Baru
22
Patah
23
Ramuan Cinta
24
Kekesalan Erwin
25
Baju Couple
26
Pesta
27
Radar Cinta
28
Hujan
29
Gadis unik
30
Menginap.
31
Makan Malam
32
KEMARAHAN ERWIN.
33
Siapa Kau?
34
Cerita Hujan.
35
Kedatangan Baskoro dan Seselia.
36
Terapi 2
37
Jalan-jalan.
38
Kejutan Edgar.
39
Lamaran Erwin.
40
Pernikahan Erwin & Raina
41
Sama-sama tumbuh dari Luka.
42
Terapi Manual.
43
Kunjungan Erwin dan Raina
44
Perjuanganku Tidak Mudah.
45
Raina Positif.
46
Menghindar
47
Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu.
48
Jangan Ganggu Istriku.
49
Jebakkan Lisna.
50
Nikahi Dia
51
Takkan kubiarkan siapapun menyakiti Istriku.
52
Aku lelakimu
53
Dingin
54
Perkara
55
Mengunjungi Panti
56
Cemburu
57
Kasih Itu Memaafkan
58
Kebaikkan yang terabaikan
59
Kerapuhan Raina
60
Pingsan
61
Hamil?
62
Sindrom Couvade
63
Ngidam
64
Pulang
65
Mencoba
66
Menikmatinya Bersama
67
Penyesalan Erwin
68
Jatuh Bangun
69
Kecelakaan
70
Lumpuh
71
Dia
72
Merajuk
73
Tinggalkan Dia
74
Makan Sebelah.
75
Mengunjungi
76
Cinta Itu Menerima.
77
Visual Cinta.
78
Resah
79
Informasi
80
Tak pernah puas
81
Kesadaran.
82
Ragu
83
Mencari
84
Mencari
85
Maafkan Aku Ei
86
Pengakuan Raina
87
Tamu Tak Diundang
88
Pelakor
89
Pembasmi Pelakor
90
Panggilan Baru.
91
Kesal.
92
Mengharap sebuah pertemuan.
93
Kehancuran Lisna
94
Ultrasonografi (USG)
95
Ikatan Batin
96
Perasaan
97
Yakin
98
Sarapan
99
Sederhana
100
Menyesal
101
Takut
102
Berdiri kembali
103
Memaafkan
104
Dia adikku
105
Menempel
106
Jangan Pergi
107
Seandainya
108
Tak Sabar
109
Posessif
110
Hangat
111
Deoxyribo Nucleic Acid (DNA)
112
Rasa
113
Aneh
114
Teringat
115
Perang Dingin
116
Ibu
117
Cinta Manis Erwin dan Raina
118
Maafkan Kami
119
Menangis lah Bby
120
Menantu Terbuang.
121
Penyesalan Lisna
122
Terkejut
123
Dendam Masa Lalu
124
Tolong
125
Latihan jatuh cinta
126
Menjaga
127
Ulang Tahun Keizo
128
Tak Terduga
129
Perpisahan Terjadi
130
Masih Tentang Perpisahan
131
Penantian Berujung Pertemuan
132
Lama Tak Bersua
133
Pelakor Turun Daun
134
Nyaman
135
Kekayaan Edgar
136
Perhatian
137
Kehilangan
138
Tak bisa hidup.
139
Rintihan
140
Gelisah Tak Menentu
141
Belum Siap Kehilangan
142
Bertahan lah
143
Kepergian Anggela
144
Kelahiran Triple Baby Ed & Ei
145
Separuh Jiwa Pergi
146
Kembali
147
Ingin bertemu Ei
148
Ketegaran hati Edgar
149
Penangkapan Brayn
150
Rapuh
151
Rencana
152
Respons
153
Jebakkan
154
Eksekusi
155
Terbangun dari tidur panjang
156
Hilang ingatan
157
Triple El
158
Kejahilan Eidra
159
Panas
160
Oscar dan Silva
161
Cinta Lama Bersemi Kembali
162
Kematian Robby dan Astrid
163
Membesuk Lisna
164
Terima kasih Bby
165
Memberi kesempatan
166
Duo J
167
Ramuan Cinta Kakak Ipar
168
Lembaran Baru
169
Ungkapan
170
Impian Adelle
171
Kencan
172
Dinner romance Ed & Ei
173
Takdir Cinta Buana & Elizabeth
174
Daddy Vs Son's
175
THE END ISTRI KECIL CEO LUMPUH.
176
Ekstra Part 1
177
Ekstra Part 2
178
Ekstra Part 3
179
Ekstra Part 4
180
Ekstra Part 5
181
Ekstra Part 6
182
Ekstra Part 7
183
Ekstra Part 8
184
The end of ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!