Pertama kali

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹

"Tuan Suami, bagaimana jika aku membawamu jalan-jalan mengelilingi villa?". Tawar Eidra tersenyum kearah suaminya.

Edgar menggeleng dengan cepat "Tidak mau". Tolak Edgar cepat.

"Ayolah". Renggek Eidra "Kau harus melihat dunia luar, biar otakmu sedikit refresh". Ujar Eidra.

"Tidak mau". Tolak Edgar tegas.

Sejak mengalami kelumpuhan sepuluh tahun yang lalu, Edgar memang tidak pernah keluar dari kamarnya. Dia mengunci dan mengurung diri. Kecelakaan yang dia alami membuatnya sedikit trauma dan bisa terkena serangan panik tiba-tiba. Apalagi melihat mobil membuat pria itu bisa ketakutan dengan histeris. Namun serangan panik itu tidak selalu dia rasakan saat melihat mobil, tapi jika melihat mobil disertai hujan. Maka dia akan mengalami serangan itu.

Bahkan saat Edgar menikahi Eidra disebuah gereja, dia mengenakan kacamata hitam. Kacamata itu memang sengaja dipasang silinder gelap sehingga tidak bisa melihat sekitar. Namun tak ada yang tahu bahwa kacamata yang dipakai Edgar saat itu hanyalah formalitas saja.

Eidra mendorong kursi roda suaminya untuk keluar dari pintu. Sedangkan tangan Edgar berpegang pada bibir pintu.

"Lepaskan Tuan suami". Pekik Eidra berusaha mendorong.

"Tidak mau". Tolak Edgar semakin erat memegang bibir pintu.

"Lepaskan".

"Tidak".

"Lepaskan".

"Tidak".

Jadilah mereka saling tarik menarik. Eidra sekuat tenaga mendorong kursi roda suaminya. Sementara Edgar sekuat tenaga berpegang pada bibir pintu.

Edgar belum siap melihat dua luar. Selama sepuluh tahun dia juga tidak pernah berpapasan dengan orang lain, kecuali saat dia menikah itu pun dia mengenakan kacamata hitam yang tidak bisa melihat.

Hanya Julio saja yang bisa berinteraksi langsung dengan Edgar. Julio lah yang mengurus semua keperluan Tuan-nya itu. Edgar memang tidak mau bertemu dengan orang luar. Dia sengaja menutup diri, karena merasa dirinya paling berbeda.

"Lepaskan".

"Tidak".

"Lepaskan".

"Tidak".

Julio hanya bisa tercenggang melihat pasangan suami istri itu. Dia bingung harus membantu siapa?

"Tuan, Nona". Julio hendak menghampiri keduanya

"Diam". Pekik keduanya kompak menatap Julio. Lalu kembali membuang muka.

"Lepaskan".

"Tidak".

"Lepaskan".

"Tidak mau".

Aksi saling tarik-menarik itu masih berlangsung. Pasangan suami istri yang berbeda usia sangat jauh itu masih mempertahankan keinginan masing-masing.

Eidra yang memaksa suaminya melihat dunia luar, tak mau kalah bagaimana pun caranya dia harus membawa Edgar jalan-jalan mengelilingi villanya.

Sedangkan Edgar yang tidak pernah bermimpi untuk keluar kamar, menolak dengan keras. Dia benar-benar belum siap harus melihat dunia luar. Selama ini yang menemaninya hanya kamar dan kursi roda.

"Aku bilang tidak mau ya tidak mau". Bentak Edgar pada Eidra

Bukannya merasa sakit hati atau menyerah. Eidra malah semakin kuat mendorong kursi roda suaminya. Tetap saja Edgar yang memiliki tubuh kekar dan kuat itu bisa menahan kursi roda dengan tangannya yang berpegang pada bibir pintu.

"Aha". Eidra berjingkrak senang saat menemukan ide untuk membuat suaminya keluar.

Eidra memandang Edgar dengan senyuman devil nya. Dia menyeringai licik kearah sang suami.

"Kenapa?". Edgar mengedipkan bahu nya ngeri ketika melihat tatapan sang istri.

Eidra langsung mengelitik pinggang Edgar dengan gemes.

"Hahahahaha. Geli-geli". Edgar memberontak sambil tertawa lepas.

"Rasakan ini Tuan suami". Eidra masih mengelitik pinggang suaminya.

"Hahahahaha". Edgar benar-benar tak bisa menahan tawanya. Gelitikkan Eidra membuatnya benar-benar geli. Sambil berusaha menahan tangan Eidra supaya berhenti mengelitiknya.

Alhasil tangan Edgar terlepas dari pintu. Hal itu menjadi kesempatan untuk Eidra membawa suaminya keluar.

"Horeeeee berhasil". Seru Eidra berjingkrak senang sambil mendorong kursi roda sang suami.

Edgar yang belum sadar masih saja tertawa. Dia belum menyadari jika sang istri sudah mendorong kursi rodanya keluar dari kamar.

"Hahahahaha". Padahal Eidra sudah tidak mengelitik pinggangnya. Sementara Eidra tersenyum penuh kemenangan. Tidak sia-sia otak cerdasnya, melawan sang suami.

Julio masih tercenggang ditempatnya yang membuat Julio menatap tak percaya adalah ketika melihat Edgar tertawa lepas. Sejak kejadian sepuluh tahun yang lalu Edgar tak pernah tertawa, jangan kan tertawa senyum saja tidak pernah bahkan berbicara pun hanya seperlunya saja.

Julio menggeleng tak percaya. Dia hanya melihat Eidra yang membawa sang suami menjauh dari kamarnya.

Tawa Edgar terhenti, ketika dia menyadari ada angin yang meniup bulu-bulu tangannya.

"Kau............"

"Sttttttt. Diam saja Tuan suami. Jangan protes. Sebaiknya lanjutkan tawamu". Celetuk Eidra.

"Kau.............". Edgar mengepalkan tangannya. Kenapa dia bisa dikalahkan istrinya yang kecil?

"Diamlah Tuan suami. Aku tidak akan memcelakaimu. Aku hanya ingin membawamu melihat taman di villa ini. Indah sekali Tuan suami, aku tak menyangka kau sangat hebat bisa membuat villa seindah ini". Ujar Eidra.

"Kau..........". Edgar menatap istrinya tajam.

Cupppppppppppppppp

Eidra mengecup bibir Edgar sekilas. Hal itu membuat Edgar membeku dikursi rodanya.

"Percayalah padaku Tuan suami. Ini demi kesembuhan mu". Dalam kebekuan dan keterkejutan nya, Edgar mengangguk dengan polosnya. Hal itu membuat Eidra tersenyum penuh kemenangan.

Semua pelayan di villa mewah itu tercenggang ketika melihat Eidra mendorong kursi roda suaminya sambil tersenyum ramah. Para pelayan wanita benar-benar terpesona melihat ketampanan Edgar. Mereka memang tidak pernah melihat Tuan Muda mereka itu selama sepuluh tahun.

Wajah Edgar tampak bersinar, putih dan bersih. Kulitnya halus seperti kulit bayi. Otot-otot perutnya juga terlihat jelas tercetak dari baju yang dipakai. Dia benar-benar tampan, sehingga membuat para pelayan yang tidak pernah melihat Edgar melonggo tak percaya. Seandainya pria ini tidak lumpuh, mungkin ketampanan nya sepuluh kali lipat dari yang ini.

Eidra membawa suaminya ke taman villa. Taman yang memang dulu didesain dengan cantik oleh Edgar. Bunga-bunga disana juga tampak terawat. Karena Julio memang mengkhususkan pekerja untuk merawat keindahan taman itu.

Bunga yang tertanam disana juga, bunga-bunga yang Edgar beli langsung dari luar negeri. Dia tidak suka bunga, namun dia suka melihat keindahan dan keharuman bunga itu. Ada pohon-pohon indah yang juga bertengger rapih di tepi taman. Hidup terjejer seperti barisan, memang sengaja ditanam Julio untuk mempercantik taman itu.

Eidra membawa suaminya mendekati kursi taman. Dia memasang alat stel untuk menahan roda suaminya. Lalu duduk disamping sang suami.

"Bagaimana Tuan suami?".

Edgar tak bergeming dia sibuk menelusuri isi taman. Taman yang dulu sering dia gunakan bersama sang kekasih menceritakan semua keluh kesahnya. Ya Edgar membuat taman ini memang dengan maksud dan tujuan tertentu. Dimana mantan kekasihnya yang menikah dengan sahabatnya sendiri, sangat menyukai bunga dan taman.

"Indahnya". Senyum Eidra menatap kedepan.

Edgar masih sibuk dengan pikirannya. Matanya berkaca-kaca. Taman ini tak berubah sama sekali. Namun hatinya kini sudah berubah dan mati. Kekasih yang selalu dia banggakan tega meninggalkan nya hanya karena dia lumpuh.

Eidra menatap Edgar yang sibuk dengan pikirannya. Dari wajah Edgar, Eidra bisa melihat bahwa suaminya sedang menjelajah ke masa lalu.

"Tuan Suami?". Eidra mengelus lengan pria itu dengan lembut "Aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan. Aku hanya ingin mengatakan lepaskan apa harus dilepaskan, biarkan semuanya berlalu hilang dan pergi bersama waktu". Ucap Eidra. Seandainya suaminya tahu bahwa hidupnya jauh lebih menyedihkan dibanding Edgar.

Bersambung......

Ed & Ei

Kalian Bayangi aja sendiri mereka tarik-menarik ya😂😂😂

Bayangi ekspresi Edgar

Trus bayangin juga ekspresi Eidra.

lalu sinkronkan ekspresi Julio yang tercenggang.......😂😂😂🤣

Terpopuler

Comments

Nurhayati Nia

Nurhayati Nia

astogehhh edd eii kalian berdua konyol banget ya 😂😂😂

2025-02-01

0

Ines

Ines

perut smpai sakit ngakak terlalu😁😀😀😀

2024-10-17

0

Risda Anti

Risda Anti

🤣🤣🤣

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Menerima kenyataan
3 Sedikit
4 Dokter Spesialis Tulang
5 Ciuman pertama
6 Orlando Georgia
7 Debaran
8 Morning kiss
9 Aku akan berdiri di sampingmu.
10 Tak berkutip
11 Setelah sekian lama
12 Kegelisahan.
13 Ramuan
14 Pertama kali
15 Rencana Erwin
16 Blusssssshhhhhh
17 Cemburu
18 Terapi
19 Setiap penyakit ada obatnya
20 Saling jatuh cinta.
21 Baru
22 Patah
23 Ramuan Cinta
24 Kekesalan Erwin
25 Baju Couple
26 Pesta
27 Radar Cinta
28 Hujan
29 Gadis unik
30 Menginap.
31 Makan Malam
32 KEMARAHAN ERWIN.
33 Siapa Kau?
34 Cerita Hujan.
35 Kedatangan Baskoro dan Seselia.
36 Terapi 2
37 Jalan-jalan.
38 Kejutan Edgar.
39 Lamaran Erwin.
40 Pernikahan Erwin & Raina
41 Sama-sama tumbuh dari Luka.
42 Terapi Manual.
43 Kunjungan Erwin dan Raina
44 Perjuanganku Tidak Mudah.
45 Raina Positif.
46 Menghindar
47 Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu.
48 Jangan Ganggu Istriku.
49 Jebakkan Lisna.
50 Nikahi Dia
51 Takkan kubiarkan siapapun menyakiti Istriku.
52 Aku lelakimu
53 Dingin
54 Perkara
55 Mengunjungi Panti
56 Cemburu
57 Kasih Itu Memaafkan
58 Kebaikkan yang terabaikan
59 Kerapuhan Raina
60 Pingsan
61 Hamil?
62 Sindrom Couvade
63 Ngidam
64 Pulang
65 Mencoba
66 Menikmatinya Bersama
67 Penyesalan Erwin
68 Jatuh Bangun
69 Kecelakaan
70 Lumpuh
71 Dia
72 Merajuk
73 Tinggalkan Dia
74 Makan Sebelah.
75 Mengunjungi
76 Cinta Itu Menerima.
77 Visual Cinta.
78 Resah
79 Informasi
80 Tak pernah puas
81 Kesadaran.
82 Ragu
83 Mencari
84 Mencari
85 Maafkan Aku Ei
86 Pengakuan Raina
87 Tamu Tak Diundang
88 Pelakor
89 Pembasmi Pelakor
90 Panggilan Baru.
91 Kesal.
92 Mengharap sebuah pertemuan.
93 Kehancuran Lisna
94 Ultrasonografi (USG)
95 Ikatan Batin
96 Perasaan
97 Yakin
98 Sarapan
99 Sederhana
100 Menyesal
101 Takut
102 Berdiri kembali
103 Memaafkan
104 Dia adikku
105 Menempel
106 Jangan Pergi
107 Seandainya
108 Tak Sabar
109 Posessif
110 Hangat
111 Deoxyribo Nucleic Acid (DNA)
112 Rasa
113 Aneh
114 Teringat
115 Perang Dingin
116 Ibu
117 Cinta Manis Erwin dan Raina
118 Maafkan Kami
119 Menangis lah Bby
120 Menantu Terbuang.
121 Penyesalan Lisna
122 Terkejut
123 Dendam Masa Lalu
124 Tolong
125 Latihan jatuh cinta
126 Menjaga
127 Ulang Tahun Keizo
128 Tak Terduga
129 Perpisahan Terjadi
130 Masih Tentang Perpisahan
131 Penantian Berujung Pertemuan
132 Lama Tak Bersua
133 Pelakor Turun Daun
134 Nyaman
135 Kekayaan Edgar
136 Perhatian
137 Kehilangan
138 Tak bisa hidup.
139 Rintihan
140 Gelisah Tak Menentu
141 Belum Siap Kehilangan
142 Bertahan lah
143 Kepergian Anggela
144 Kelahiran Triple Baby Ed & Ei
145 Separuh Jiwa Pergi
146 Kembali
147 Ingin bertemu Ei
148 Ketegaran hati Edgar
149 Penangkapan Brayn
150 Rapuh
151 Rencana
152 Respons
153 Jebakkan
154 Eksekusi
155 Terbangun dari tidur panjang
156 Hilang ingatan
157 Triple El
158 Kejahilan Eidra
159 Panas
160 Oscar dan Silva
161 Cinta Lama Bersemi Kembali
162 Kematian Robby dan Astrid
163 Membesuk Lisna
164 Terima kasih Bby
165 Memberi kesempatan
166 Duo J
167 Ramuan Cinta Kakak Ipar
168 Lembaran Baru
169 Ungkapan
170 Impian Adelle
171 Kencan
172 Dinner romance Ed & Ei
173 Takdir Cinta Buana & Elizabeth
174 Daddy Vs Son's
175 THE END ISTRI KECIL CEO LUMPUH.
176 Ekstra Part 1
177 Ekstra Part 2
178 Ekstra Part 3
179 Ekstra Part 4
180 Ekstra Part 5
181 Ekstra Part 6
182 Ekstra Part 7
183 Ekstra Part 8
184 The end of ekstra Part
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Menerima kenyataan
3
Sedikit
4
Dokter Spesialis Tulang
5
Ciuman pertama
6
Orlando Georgia
7
Debaran
8
Morning kiss
9
Aku akan berdiri di sampingmu.
10
Tak berkutip
11
Setelah sekian lama
12
Kegelisahan.
13
Ramuan
14
Pertama kali
15
Rencana Erwin
16
Blusssssshhhhhh
17
Cemburu
18
Terapi
19
Setiap penyakit ada obatnya
20
Saling jatuh cinta.
21
Baru
22
Patah
23
Ramuan Cinta
24
Kekesalan Erwin
25
Baju Couple
26
Pesta
27
Radar Cinta
28
Hujan
29
Gadis unik
30
Menginap.
31
Makan Malam
32
KEMARAHAN ERWIN.
33
Siapa Kau?
34
Cerita Hujan.
35
Kedatangan Baskoro dan Seselia.
36
Terapi 2
37
Jalan-jalan.
38
Kejutan Edgar.
39
Lamaran Erwin.
40
Pernikahan Erwin & Raina
41
Sama-sama tumbuh dari Luka.
42
Terapi Manual.
43
Kunjungan Erwin dan Raina
44
Perjuanganku Tidak Mudah.
45
Raina Positif.
46
Menghindar
47
Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu.
48
Jangan Ganggu Istriku.
49
Jebakkan Lisna.
50
Nikahi Dia
51
Takkan kubiarkan siapapun menyakiti Istriku.
52
Aku lelakimu
53
Dingin
54
Perkara
55
Mengunjungi Panti
56
Cemburu
57
Kasih Itu Memaafkan
58
Kebaikkan yang terabaikan
59
Kerapuhan Raina
60
Pingsan
61
Hamil?
62
Sindrom Couvade
63
Ngidam
64
Pulang
65
Mencoba
66
Menikmatinya Bersama
67
Penyesalan Erwin
68
Jatuh Bangun
69
Kecelakaan
70
Lumpuh
71
Dia
72
Merajuk
73
Tinggalkan Dia
74
Makan Sebelah.
75
Mengunjungi
76
Cinta Itu Menerima.
77
Visual Cinta.
78
Resah
79
Informasi
80
Tak pernah puas
81
Kesadaran.
82
Ragu
83
Mencari
84
Mencari
85
Maafkan Aku Ei
86
Pengakuan Raina
87
Tamu Tak Diundang
88
Pelakor
89
Pembasmi Pelakor
90
Panggilan Baru.
91
Kesal.
92
Mengharap sebuah pertemuan.
93
Kehancuran Lisna
94
Ultrasonografi (USG)
95
Ikatan Batin
96
Perasaan
97
Yakin
98
Sarapan
99
Sederhana
100
Menyesal
101
Takut
102
Berdiri kembali
103
Memaafkan
104
Dia adikku
105
Menempel
106
Jangan Pergi
107
Seandainya
108
Tak Sabar
109
Posessif
110
Hangat
111
Deoxyribo Nucleic Acid (DNA)
112
Rasa
113
Aneh
114
Teringat
115
Perang Dingin
116
Ibu
117
Cinta Manis Erwin dan Raina
118
Maafkan Kami
119
Menangis lah Bby
120
Menantu Terbuang.
121
Penyesalan Lisna
122
Terkejut
123
Dendam Masa Lalu
124
Tolong
125
Latihan jatuh cinta
126
Menjaga
127
Ulang Tahun Keizo
128
Tak Terduga
129
Perpisahan Terjadi
130
Masih Tentang Perpisahan
131
Penantian Berujung Pertemuan
132
Lama Tak Bersua
133
Pelakor Turun Daun
134
Nyaman
135
Kekayaan Edgar
136
Perhatian
137
Kehilangan
138
Tak bisa hidup.
139
Rintihan
140
Gelisah Tak Menentu
141
Belum Siap Kehilangan
142
Bertahan lah
143
Kepergian Anggela
144
Kelahiran Triple Baby Ed & Ei
145
Separuh Jiwa Pergi
146
Kembali
147
Ingin bertemu Ei
148
Ketegaran hati Edgar
149
Penangkapan Brayn
150
Rapuh
151
Rencana
152
Respons
153
Jebakkan
154
Eksekusi
155
Terbangun dari tidur panjang
156
Hilang ingatan
157
Triple El
158
Kejahilan Eidra
159
Panas
160
Oscar dan Silva
161
Cinta Lama Bersemi Kembali
162
Kematian Robby dan Astrid
163
Membesuk Lisna
164
Terima kasih Bby
165
Memberi kesempatan
166
Duo J
167
Ramuan Cinta Kakak Ipar
168
Lembaran Baru
169
Ungkapan
170
Impian Adelle
171
Kencan
172
Dinner romance Ed & Ei
173
Takdir Cinta Buana & Elizabeth
174
Daddy Vs Son's
175
THE END ISTRI KECIL CEO LUMPUH.
176
Ekstra Part 1
177
Ekstra Part 2
178
Ekstra Part 3
179
Ekstra Part 4
180
Ekstra Part 5
181
Ekstra Part 6
182
Ekstra Part 7
183
Ekstra Part 8
184
The end of ekstra Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!