Masih dalam acara pesta, terlihat peony masih berusaha membersihkan gaunnya. tanpa memperdulikan tatapan dan bisikan bangsawan lain padanya.
secara tiba tiba, ada sebuah jubah di sematkan di tubuh peony. dan iya pelakunya adalah seorang pria tampan idaman semua orang di istana kecuali peony.
" Pakailah ini, gaun mu agak tembus pandang karena terkena minuman. " ucap putra mahkota memberikan jubahnya.
terlihat peony menatap putra mahkota sebelum akhirnya mengangguk dan tersenyum.
" Terima kasih putra mahkota.. " ucapnya sembari menundukan badannya.
" astaga! lady peony anda tidak apa apa? " tanya Olivia menghampiri peony.
" tidak. lady, ah maaf karena saya pesta aja jadi berantakan. "ucap peony dengan nada tak enak.
" astaga lady tak perlu bicara seperti itu. mari saya akan membantu lady membersihkan gaun. " ucap Olivia yang di balas gelengan oleh peony.
" ah baik lady. putra mahkota saya permisi. " ucap peony sembari membungkuk memandangi putra mahkota sebelum akhirnya pergi. sedangkan putra mahkota menatap peony dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
................
Sedangkan di lain tempat, terlihat seorang gadis dengan tubuh yang lebam dan lecet tengah di cambuk dengan membabi buta oleh seorang pria.
" Akhh! ampun.... " ucap gadis itu sembari terus memeluk tubuhnya yang penuh luka.
" Hah? ampun? jangan harap! Terima ini ******! " ujar pria itu tanpa belas kasih.
Ctas!
Ctas!
Ctas!
bunyi cambukan dengan di susul teriakan menggema di ruangan tersebut. namun walau begitu tak ada niatan sekalipun sang pria menghentikan cambukan nya.
.............
kembali lagi ke kediaman Marquess Doxtron, kini peony tengah membersihkan gaunnya dengan air. setelah melihat gaun itu cukup bersih, peony pun bercermin sebentar sebelum akhirnya keluar dari kamar tersebut.
Peony berjalan menelusuri lorong lorong yang sepi menuju ke aula tempat pesta berlangsung. namun saat akan berbelok sebuah suara samar membuat peony menghentikan langkahnya.
gadis itu kini melihat ada dua orang yang berbeda jenis kelamin tengah berbicara di sebuah ruangan yang cukup dekat dengannya.
merasa penasaran peony pun melangkah mendekati ruangan tersebut.
agar tidak ketahuan, gadis itu bersembunyi di sebuah pilar yang besar.
sayangnya gadis itu tak dapat melihat siapa yang tengah berbicara itu, ia hanya bisa melihat siluet orangnya saja.
" hei! kau gagal lagi? "
"iya, bagaimana dengan mu? "
" dia benar benar tak berguna! tapi tak apa, kita sudah berhasil mempermalukan dia."
" apa kau sudah mendapat kabar mengenai gadis itu? "
" entahlah, sudah satu minggu lebih dia tak ada kabar. "
"tak berguna! bagaimana ini, Dasar peony sialan! "
" hei! jangan mengumpat seperti itu, sudah buat saja laporan nya nanti. "
" aku bisa di marahi! "
" lalu bagaimana? "
"mana aku tau? ayo kita pikirkan nanti. sekarang kita laporan saja dulu, masalah di marahi nanti saja di pikirkan. "
"baiklah ayo kita pergi, sebelum ada yang melihat kita. "
terlihat peony membelalak matanya, apalagi tadi kedua orang itu telah membicarakan nya?
peony memundurkan langkahnya, sebelum akhirnya pergi dari lorong itu.
" siapa orang itu? dan kenapa mereka menyebut nama ku? apa yang akan mereka rencanakan? apakah itu berhubungan dengan ku? apa aku targetnya? " sepanjang perjalanan itulah yang peony tanyakan dalam hati.
bahkan sampai gadis itu pulang. di sepanjang perjalanan menuju mansion amert, peony masih memikirkan kejadian itu.
BRAK!!
lamunan peony terhenti saat kereta tiba tiba berhenti. dapat ia dengar ada sedikit keributan di luar.
" apa yang terjadi? " tanya peony entah pada siapa.
" nona anda tunggu lah di dalam, biar saya yang mencari tahu ada apa sebenarnya. " ucap meri lalu keluar. sedangkan peony hanya bisa menghela nafas gusar
" Nona! ada sekumpulan perampok! " ucap meri dari luar dengan panik.
peony yang di dalam pun tak kalah panik.
" apa perampok?! "
" iya nona, tapi anda tak usah khawatir. anda cukup diam saja di kereta. " ucap meri menenangkan walau masih dengan nada bergetar.
" meri berapa jumlah perampok tersebut? " ucap peony dengan nada tegas.
" mm- anu se-sekitar 30 orang. " ucap meri takut takut.
" Apa?! tiga puluh? aku tak akan membiarkan ini terjadi! " ucap peony geram.
pandangan peony pun tertuju pada mochi yang tengah ketakutan.
dengan lembut peony menggenggam tangan anak itu. yang membuat mata bulat anak itu menatapnya berkaca kaca.
" mochi diam di sini. sembunyilah di belakang, dan jangan keluar sebelum aku yang menyuruh mu! okey? "tanya peony yang diangguki oleh mochi.
dengan di bantu peony, mochi pun berhasil bersembunyi di belakang kereta. lalu peony keluar dari kereta itu.
namun berapa kagetnya ia saat melihat para prajurit nya yang berjumlah 5 orang telah terluka dengan begitu parah. dan Aaron juga sudah kewalahan karena di kepung oleh 20 perampok.
lain halnya dengan meri yang diikat dan di tutup mulutnya oleh perampok lain.
tanpa banyak basa basi, peony langsung mengambil salah satu pedang yang tergeletak dan mengayunkan nya ke arah salah satu perampok.
perampok botak itu berhasil tewas dengan kepala yang terpisah dengan tubuh, lain halnya perampok lain yang mengetahui temannya mati langsung menyerbu peony.
sedangkan Aaron sudah pingsan dengan keadaan yang sangat mengenaskan. seluruh tubuh nya sudah berdarah darah.
akhirnya ke 29 perampok berbadan besar itu menyerang peony secara bersamaan. mereka semua mengepung peony, tapi terlihat peony tak merasa takut sedikit pun.
itu semua karena di kehidupan sebelumnya ia pernah belajar pedang katana. jadi dia tau cara menggunakan padang sedikit.
dengan lihai peony berusaha menyerang dan menghindari serangan mereka, namun karena ia perempuan dan sendirian tentu saja ia mengalami luka yang banyak.
jika ia berhasil melukai satu perampok, maka ia akan menerima 10 luka dari perampok lain.
darah sudah banyak yang menetes di tubuh gadis itu, tapi itu tak membuatnya menyerah. walau rasanya sangat sakit. jari tergores pisau saja sudah perih, apalagi dengan ini, yang dimana daging kita tergores puluhan centi.
tentu saja peony pada akhirnya tak kuat. dan tergeletak jatuh dengan banyak luka di tubuhnya.
" Nona! hikh... hikh.... nona.. " jerit mochi yang entah kapan sudah di luar kereta.
peony yang melihat itu pun, berusaha bangkit. dan berbicara lawat bibirnya. berniat menyuruh mochi untuk lari dan mencari bantuan.
" Lari... lari mochi...... " ucap peony dengan nada lirih.
dengan linangan air mata mochi pun mengangguk dan hendak berlari. namun,
Hap!
tubuh kecil gadis itu sudah di tangkap duluan oleh perampok dengan mata kanan tertutup ala bajak laut itu.
" he he he... mau kemana hah? mau kabur? " tanya perampok itu sembari terkekeh sinis.
sedangkan mochi berusaha memberontak. gadis kecil itu mengigit tangan perampok itu.
" Akhhhh!! Bocah Sialan!! "umpat perampok itu marah. lalu tanpa belas kasihan, ia melempar tubuh mochi ke roda kereta mereka.
Duk!
" akhhh!! "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Typo bertebaran
Hai gais, jangan lupa like, komen, dan vote ya... he he he.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
penuh tanda tanya.. eps ke berapa baru di tahu ni.. panasaran eh
2024-09-07
1
Susmiati ningsih
Mc nya kurang kuat thor...
2024-09-04
0
Shinta Dewiana
wah siapa yg menyuruh perampok ini....hmmmm...peony lemah banget sihh
2024-08-30
0