Felix

Saat ini terlihat seorang gadis cantik tengah duduk di sebuah sofa. terlihat gadis itu tengah gugup setengah mati. apalagi pria di depan nya tengah menatapnya dengan intens.

" khemm... jadi nona peony imbalan apa yang akan kau berikan. aku sudah menyembuhkan anak itu dan semua itu tentu tidak cuma cuma bukan? " ucap pria itu yang masih tidak di ketahui namanya oleh peony.

sementara peony terlihat diam saja sembari mengingat ingat menggunakan ingatan peony lama tentang siapa pria di depannya. tapi tetap saja ia tak bisa mengingat pria ini.

" baik. imbalan apa yang kau inginkan? " tanya peony pada akhirnya

terlihat pria misterius itu tersenyum sembari mengeluarkan sebuah kalung dan menyodorkan pada peony.

" Ambilah. aku ingin kau menerima ini. " ucap pria itu. terlihat peony berbinar saat melihat kalung itu namun ia ragu ragu.

" tidak usah takut. kalung itu akan melindungi mu nanti. percayalah. " ucap pria itu meyakinkan.

" tunggu, bukankah kau meminta imbalan? lalu kenapa kau memberikan kalung itu pada ku? "tanya peony bingung

" kau tak usah banyak bertanya. nanti juga kau akan tahu. yang jelas sebagai ucapan terimakasih mu pada ku, aku ingin kau menerima kalung ini. "

" aku akan menerima kalung itu. tapi sebelum itu, perkenalkan dulu dirimu. "

terlihat pria itu terdiam dan berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata.

" Felix. " ucapnya lalu pergi sebelum akhirnya menyerahkan kalung itu ke tangan peony.

peony pun menatap kepergian pria yang itu sembari menatap lekat lekat kalung di tangannya.

" Felix..... " gumam peony sembari memegang kepalanya yang terasa pusing.

...............

malam hari terlihat lima orang tengah berdiri di teras mension mewah.

dua di antara orang itu tenang mondar mandir sedangkan satu lagi tengah berdiri dengan tatapan sangat khawatir.

iya, kelima orang tersebut adalah anggota keluarga Amert. adam, dan Xavier tengah mondar mandir dengan mata sesekali melihat gerbang.

sedangkan duke Leon sedang duduk dengan tatapan tak kalah khawatir dan kelvin berdiri dengan tatapan yang sama seperti ketiga pria tersebut.

sedangkan di pojok ruangan terlihat lily tengah mengepalkan tangannya saat melihat begitu banyak orang yang menghawatirkan peony.

" ayah... kakak... apa tidak sebaiknya kita menunggu kak peony didalam saja? ini juga sudah malam.... " ucap lily dengan nada yang lembut.

adam yang mendengar ucapan lily pun mendecih, sedangkan yang lain hanya diam tak menanggapi.

lily yang diacuhkan pun menggeram marah. lalu menghampiri Xavier dan memegang tangan nya dengan lembut.

" kak, tidaklah sebaiknya kakak menunggu kak peony di dalam saja? ini sudah malam... apalagi di sini sangat dingin. " ujar lily dengan suara yang sangat lembut.

Xavier pun menghela nafas lalu menatap lily dengan tatapan biasa saja.

" jika kau ke dinginan pergilah ke kamar mu. biar aku, kakak dan ayah yang menunggui peony. kau masuklah. " ujarnya lalu lembali menatap gerbang.

mendengar itu, lily mengepalkan tangannya namun tetap tersenyum dengan lembut.

" kak ini sudah sangat malam, tidak baik bukan jika seorang gadis pulang begitu larut begitu? " tanya lily dengan nada memprovokasi. adam yang mendengar itu pun menatap lily dengan tatapan tajam sebelum akhirnya menghampiri gadis itu dan mencengkram lengannya dengan erat.

" Jangan mengatakan hal buruk mengenai adiku! " ucapnya dengan nada begitu dingin. sembari mencengkram lengan lily.

" auhh kak... sakitt... " ucap lily meringis kesakitan.

sebelum adam berbicara terlihat gerbang di buka, lalu datanglah kereta kuda berlambang kan naga hitam tengah berhenti di halaman mension Amert. adam pun melepas cengkraman nya lalu menghampiri kereta itu.

peony pun keluar dari kereta itu dengan seorang anak kecil berumur 4 tahun. dan pelayan serta dua prajurit nya.

" peony! kemana saja kau? " ucap adam lalu menghampiri adiknya dan memeluknya dengan erat. peony pun membalas pelukan itu.

" maaf kak aku pulang terlambat. " ucap peony dengan nada bersalah.

" kau tak apa apa kan? " tanya Xavier yang datang lalu memutar mutar tubuh peony untuk melihat apa ada yang luka atau tidak.

" aku tak apa apa."

" peony... kau habis dari mana? " tanya duke Leon sembari memandangi kereta kuda itu dengan lekat.

" ayah, tadi aku habis ke istana Gelap. " ucap peony asal karena tak tau nama tempat itu apa. sedangkan pelayan dan prajurit yang di bawa peony hanya diam dan menunduk.

duke Leon yang mendengar itu pun menatap peony tajam lalu pandangannya penatap ke arah gadis kecil yang di bawa peony.

" peony, ayah harus bicara dengan mu. sekarang bersihkan diri mu lebih dahulu. "ucap duke Leon lalu pergi tanpa kata apapun

sedangkan peony hanya menatap duke Leon dengan tatapan bingung. adam pun mengelus kepala peony dan menuntunnya untuk masuk kedalam Mansion.

...........

kini terlihat peony tengah berada di ruang kerja duke leon dan di depan nya terdapat duke Leon yang tengah menatap peony dengan tatapan tajam.

" Salam ayah.. " ucap peony sembari membungkuk ala bangsawan.

duke Leon pun berdehem dan menunjuk sebuah sofa.

" duduk lah. "

peony pun duduk di sofa itu lalu di susul duke Leon yang duduk bersebrangan dengannya.

" kau tau kenapa aku memanggilmu ke sini? " mendengar pertanyaan itu peony pun mengeleng

" jawab dengan jujur pertanyaan ku. apakah kau dari istana ofstaf? " tanya duke Leon lagi.

" istana Ofstaf? maaf ayah tapi aku tak tau dimana itu istana ofstaf. " ucap peony jujur karena ia memang tak tau dimana istana ofstaf berada. bahkan ingatan peony lama pun tak membantunya sama sekali.

duke Leon pun menghela nafas lalu memijit batang hidung nya.

" kau habis dari mana? " tanya duke Leon bertanya hal lain.

" Mmm aku habis dari istana yang berada di tengah hutan dekat pasar. " jujur peony.

" Ceritakan! " ucap duke Leon tak dibantah.

peony pun akhirnya menceritakan seluruh kejadian lengkapnya tanpa ada yang di tutup tutupi. bahkan sampai dialog nya pun peony ceritakan.

mendengar cerita itu duke Leon pun terteguh. lalu menatap peony dengan pandangan tak percaya.

" bi-bisa ka-kau per-perlihatkan kalung i-itu? " tanya duke Leon yang entah kenapa suaranya jadi terbata bata.

peony pun tanpa bertanya lagi langsung mengeluarkan kalung itu dan meletakkan nya di atas meja.

terlihat duke Leon menegang setelah menatap kalung itu dengan pupil bergetar ia menatap peony.

" ayah.. ayah kenapa? " tanya peony dengan panik dan nada yang sedikit bergetar melihat ayahnya yang seperti terkejut dan sedikit ketakutan.

" a-ayah tak apa apa.. peony sebaiknya kau simpan kalung ini baik baik. bila perlu pakailah kalung ini. " ucap duke Leon tegas walau masih dengan nada bergetar.

" tidak.. ayah jadi ketakutan begini pasti karena kalung itu kan? aku akan membuang kalung itu sekarang. "

" JANGAN!! "

.

.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

kriwil

kriwil

peran utama ini ceritanya bodoh atau gimana

2025-03-15

1

Siti solikah

Siti solikah

kok ga ada di ingatan si poeny

2025-03-27

0

Susmiati ningsih

Susmiati ningsih

Polos² bego gk sih.. koq punya kekuatan ya Thor...

2024-09-04

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Kenapa Ni Cewek Nangis Mulu?
3 Jadi Gadis Paling Cantik Di dunia?
4 Berbaikan?
5 Bucin setengah mati
6 Gadis Rendahan
7 Cemburu?
8 Aaron Anderson
9 Sekarang Apa mau mu?
10 kenapa jadi seperti ini?
11 saat Dewi kecantikan kembali di lahirkan
12 Tempat Terlarang?
13 Mochi
14 Felix
15 Drama
16 Berubah
17 What Happen?
18 insiden tak terduga
19 Insiden LAGI?
20 Hancurkan Dia
21 Sedang memikirkan ku?
22 Apa maksudmu?
23 Menjadi Miliku... Selamanya
24 Pulang..
25 Ada Yang Aneh
26 Mencurigakan
27 Kekuatan?
28 Bercerita I
29 Bercerita II
30 Bercerita III
31 bercerita IV
32 Sadar
33 Tambang Versil
34 Memasuki istana
35 Tantangan 1 Bulan
36 Ada yang tidak beres
37 pengkhianatan??
38 Menyelamatkan Kekayaan Dan Harga Diri
39 Memindahkan Emas
40 akan ku ambil Imbalan ku
41 Bukan mencuri
42 memasak dan ketempelan mahkluk aneh
43 Hantu
44 Terkena Serangga
45 Mengenal pria itu?
46 Penyamaran
47 Kecurigaan Peony terhadap Adam Dan Lily
48 Tak Akan terselamatkan Kali Ini
49 Misi Pertama berhasil!
50 Hukuman 4 Hari
51 Memangnya Aku Hewan liar perlu di jinakkan?
52 Kakek Pelukis
53 Menuju Pembukaan Tambang
54 Pembukaan Tambang Versil
55 Seseorang menyukai kak Adam?
56 Pesta
57 Pertengkaran
58 Bodoh ya?
59 Kunjungan dari Sofia
60 Berhasil Kabur
61 Pelukan
62 Marah?
63 Masih marah
64 Felix and Aaron
65 Menuju kerajaan
66 Musuh Bertambah
67 Ingin selalu Bersama mu
68 Bukan jahat.. Bijak~~
69 acara kedewasaan di mulai!
70 Melukis punggung?
71 Lukisan
72 3 Wanita dan 1 Pria?
73 Tantangan Membuat Gaun
74 Beginilah cinta, Deritanya tiada akhir~~~
75 Ritual wanita Hamil?
76 Di pergoki oleh Matilda
77 Hamil?
78 mengintip
79 Bersekutu dengan iblis?
80 Pertemuan dengan Raja Iblis
81 Iblis Yang siap Menghancurkan Manusia
82 Bab 82
83 Bab 83
84 persahabatan atau pertengkaran?
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Visual
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 Bab 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 Bab 115
117 Kehilangan
118 Berakhir Bahagia
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Prolog
2
Kenapa Ni Cewek Nangis Mulu?
3
Jadi Gadis Paling Cantik Di dunia?
4
Berbaikan?
5
Bucin setengah mati
6
Gadis Rendahan
7
Cemburu?
8
Aaron Anderson
9
Sekarang Apa mau mu?
10
kenapa jadi seperti ini?
11
saat Dewi kecantikan kembali di lahirkan
12
Tempat Terlarang?
13
Mochi
14
Felix
15
Drama
16
Berubah
17
What Happen?
18
insiden tak terduga
19
Insiden LAGI?
20
Hancurkan Dia
21
Sedang memikirkan ku?
22
Apa maksudmu?
23
Menjadi Miliku... Selamanya
24
Pulang..
25
Ada Yang Aneh
26
Mencurigakan
27
Kekuatan?
28
Bercerita I
29
Bercerita II
30
Bercerita III
31
bercerita IV
32
Sadar
33
Tambang Versil
34
Memasuki istana
35
Tantangan 1 Bulan
36
Ada yang tidak beres
37
pengkhianatan??
38
Menyelamatkan Kekayaan Dan Harga Diri
39
Memindahkan Emas
40
akan ku ambil Imbalan ku
41
Bukan mencuri
42
memasak dan ketempelan mahkluk aneh
43
Hantu
44
Terkena Serangga
45
Mengenal pria itu?
46
Penyamaran
47
Kecurigaan Peony terhadap Adam Dan Lily
48
Tak Akan terselamatkan Kali Ini
49
Misi Pertama berhasil!
50
Hukuman 4 Hari
51
Memangnya Aku Hewan liar perlu di jinakkan?
52
Kakek Pelukis
53
Menuju Pembukaan Tambang
54
Pembukaan Tambang Versil
55
Seseorang menyukai kak Adam?
56
Pesta
57
Pertengkaran
58
Bodoh ya?
59
Kunjungan dari Sofia
60
Berhasil Kabur
61
Pelukan
62
Marah?
63
Masih marah
64
Felix and Aaron
65
Menuju kerajaan
66
Musuh Bertambah
67
Ingin selalu Bersama mu
68
Bukan jahat.. Bijak~~
69
acara kedewasaan di mulai!
70
Melukis punggung?
71
Lukisan
72
3 Wanita dan 1 Pria?
73
Tantangan Membuat Gaun
74
Beginilah cinta, Deritanya tiada akhir~~~
75
Ritual wanita Hamil?
76
Di pergoki oleh Matilda
77
Hamil?
78
mengintip
79
Bersekutu dengan iblis?
80
Pertemuan dengan Raja Iblis
81
Iblis Yang siap Menghancurkan Manusia
82
Bab 82
83
Bab 83
84
persahabatan atau pertengkaran?
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Visual
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
Bab 111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
Bab 115
117
Kehilangan
118
Berakhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!