Happy reading
💜💜💜💜💜
"Ma... Ma.. Ma apa Pak tua." Mana lupa seketika karna kaki dan tangan nya pun sudah bergetaran.
"Mafia nak."Pak tua itupun berbisik ditelinga Nana
" What? Mafia?yang orang-orang jahat itu?"Nana bertanya-tanya dan otaknya kembali berputar dimana dirinya menghina dan memarahi ketua Mafia yang ada dihadapan nya itu.
"Apa pak tua baik-baik saja?" bisik Nana dengan suara bergetar
"Ruko ku dibakar nak, gedung ku dihancurkan, tubuhku tadi habis di hajar dan sekarang anak ku kabur membuat masalah ku semakin panjang." ucap Pak tua itu lagi berbisik dengan nada ikutan gemetar sedangkan anak buah al hanya memperhatikan Nana dan Pak tua itu berbisik.
Nana langsung berdiri dan memutar mutar kan bola mata hitamnya kekiri dan ke kanan seakan sedang melihat situasi di sekitar.
"*Kabur lah, selamat kan dirimu nak.. tuan Al pasti marah besar setelah ini." bisik Pak tua itu lagi
"Tapi kau bagaimana Pak tua?" Nana berbisik tak tega melihat kondisi orang tua dihadapannya itu
"Aku baik-baik saja, pergilah... " Ucap Pak tua itu lagi*
Nana pun melirik ke kiri dan Ke kanan lagi lalu ia pun kabur.
"Tangkap gadis itu." perintah Al dan semua anak buah nya pun berlarian mengejar Nana di jalanan trotoar itu
"Hu... Hu... owh dewi Fortuna bantu lah aku." Nana lagi lagi mendapatkan kesialan dan harus berlarian untuk menyelamatkan dirinya dari maut di depan mata
"Mau lari kemana kau,, berhenti." Anak buah Al berteriak namun Nana tidak mempedulikan, ia tetap berlarian menyelamatkan diri
Brukkkk
Nana tak sengaja menabrak seseorang dari arah berlawanan "Maaf tuan." tanpa melihat orang itu lagi Nana kembali berlarian
"Hadang dia di persimpangan jalan, pake mobil mu" ucap anak buah Al yang lainnya
Mendengar itu Nana langsung berbelok arah dan memasuki toko jahit entah siapa punya, karna lengah anak buah Al tak melihat kemana gadis itu tadi.
Melihat ada topi tidak terpakai Nana langsung memakainya dan bersembunyi dibawa mesin jahit namun tak lama Nana mendengar suara tembakan dari arah kejauhan, ia langsung melihat dari cela lobang di bawa mesin itu ke arah dimana ketua Mafia dan Pak tua itu tadi berada dan betapa kaget nya Nana
"Hahkkk." Mulut Nana terperangah melihat apa yang ia saksikan itu, Pak tua itu dihabisi oleh ketua Mafia yang ia hina tadi
Dor....
Dor....
Dor....
Tiga kali tembakan berturut-turut kearah tubuh Pak Tua itu, tiga peluru dari SKYBLACK bersarang di perutnya.
"Noh... dia membunuh orang? dia membunuh Pak tua itu? apa aku.... tidak tidak." Nana menggigit bibir bawahnya gemetaran.
"Tapi.... tapi... bagaimana jika aku juga bernasib sama dengan Pak tua itu?" Nana bertanya-tanya kepada dirinya sendiri akan apa yang dipikirkan otak nya itu.
"Bagaimana ini? aku harus gimana?" Nana kebingungan
Prakkk...
Prakkk....
Prakkk.....
Nana bisa melihat jelas ketua dari kelompok anak buah Al sedang menghajar anak buahnya yang mengejar dirinya tadi namun mereka kehilangan jejak membuat mereka dihajar habis-habisan.
"Goblok... bodoh kalian... tidak becus." umpatan kasar Ben kepada anggota nya itu sedangkan Al selaku Ketua Mafia hanya diam sambil menyesap rokoknya.
"Bersihkan mayat ini jangan sampai ada sisa sedikit pun, malam ini aku ingin bersenang-senang." ucap Al namun membuat Nana heran mata Al yang sedang melirik kearah jauhan seakan tau keberadaan Nana.
Bersambung....
Support terus ya karya receh ini 🙏🥰Bantu like komen dan fav juga bunga nya 🙈🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Eka Yuliana Ahmad
ciluk baaaaa
2025-03-21
0
Lisa Halik
apakah nana ketahuan
2025-02-05
0
Qaisaa Nazarudin
Noh rasain tuh,makanya jangan nolongin kalo kamu gak tau masalahnya apa..Hiihh..🤦🤦
2024-06-29
0