Hantu baru

1 minggu kemudian

Setelah kejadian hari itu, hari dimana dirinya membantu lia, kini fafa merasa kesepian, biasanya ada lia yang selalu mengejutkannya. Fafa jadi teringat saat pertama kali bertemu lia, fafa tersenyum jika mengingat-ingat kejadian itu, dimana lia yang selalu mengikuti fafa dengan penampakan wujud yang menyeramkan.

Hari ini fafa hanya berdiam diri di depan tv, karena memang hari ini adapah hari libur nasional. Fafa duduk di sofa sambil memakan cemilan yang ada di dalam toples.

Fafa masa bodo dengan hantu yang berkeliaran dirumahnya, toh selama hantu itu tidak mengganggu dan tidak membahayakan keluarganya jadi tidak masalah.

Tok tok tok

Fafa menoleh ketika mendengar suara ketukan pintu, dia beranjak dari sofa menuju pintu utama.

"Oh, ka sidik. Hai ka! Mau cari ka david ya!!" Kata fafa

Sidik memperhatikan fafa dari atas sampai kebawah lalu keatas lagi dengan menaikan satu alisnya. Fafa yang merasa diperhatikan juga ikut melihat penampilannya yang mengenakan hotpants dan kaos putihnya.

'Jangan-jangan ada yang salah sama penampilan gue? Apa gue masih ada ilernya ya.. tadi kan gue cuma cuci muka aja' Pikirnya dalam hati

"Yaudah ayo ka masuk, ka david ada dikamarnya, langsung aja kesana ya ka" kata fafa mempersilahkan masuk.

Sidik masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar milik david. Ketika sidik hendak membuka pintu kamar david, manik matanya menangkap sosok bayangan hitam yang lewat begitu saja, sontak sidik menoleh kearah sosok bayangan tersebut. Ternyata eh ternyata dia adalah hantu yang mencelakai fafa waktu itu. Sidik menghampiri si hantu tersebut dengan tatapan mengintimidasi

"Ngapain lo disini? Mau celakain fafa lagi? Hmm!!" Ucap sidik sinis

"Aku gak bakal ngapa-ngapain dia kok"

"Inget ya! Kalo sampe lo nyelakain fafa lagi, lo bakal berurusan sama gue" Ancam sidik kemudian pergi meninggalkan hantu tersebut.

Sidik masuk kedalam kamar david, namun sang empu masih terbenam didalam selimutnya

"Bangke!!! Gue disuruh kerumahnya, eh dia malah enak-enakan masih tidur" Gerutu sidik

Ide jail pun muncul dikepala sidik, dia mengeluarkan ponselnya dan memotret wajah komuknya david. Sidik cekikikan melihat ekspresi wajah david kalo sedang tidur. Kemudian sidik mengguncangkan tubuh david berharap temannya itu segera bangun, namun nihil!! David tetap saja tidak bergeming

"Nih anak mimpi apa si?" Kata sidik berdecak

"Woyy kebo bangun" Ucap sidik sambil naik ke atas kasur david. Kemudian dirinya melompat- lompat disamping david.

David yang merasa tidurnya terganggu mulai membuka matanya.

"Eh, monyet bengek!! Ngapain lo loncat-loncat diatas kasur gue?" Tanya david dengan suara ala-ala bangun tidurnya.

"Enak aja lo ngatain gue monyet bengek!! Lo tuh, ketek onta"

Kemudian sidik duduk menghadap kearah david dengan tatapan mengintimidasi

"Eh lo ngapain ngeliatin gue kaya gitu? Nafsu lo sama gue?" Tanya david

"Idih amit-amit, gue gak homo ya!! Cuma gue mau tanya sama lo!?" Ujar sidik

"Sejak kapan dikamar lo ada cewek?" Lanjut sidik

David mengedarkan pandangannya ke penjuru kamarnya, namun dia tidak melihat siapa-siapa disana

"Gue dikamar selalu sendiri, dan terkadang cuma fafa yang ke kamar gue, gak ada yang lain"

"Lah terus itu siapa?" Tanya sidik, david menatap sidik bingung

"Siapa si dik? Orang gue cuma sendiri dikamar, cuma sekarang aja gue berdua sama lo, dan gak ada yang lain" ujar david

"Kalo lo benar-benar penasaran, lo boleh panggil fafa sekarang" Perintah sidik kepada david

David pun beranjak dari kasurnya pergi untuk memanggil fafa yang sedang menonton tv dibawah

"Fafa" Panggil david dari lantai atas

"Apa si ka, emangnya ini hutan" Ucap fafa sebal

"Ke kamar kaka sekarang, kaka gak nerima penolakan" Setelah berkata itu, david kembali ke kamarnya lagi.

Mau tidak mau fafa harus menuruti kemauan kakaknya itu, karena jika david sudah berkata seperti itu fafa sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain menurutinya.

Ketika fafa sampai di depan pintu david yang ternyata tidak tertutup, fafa mematung disana. Buka karena kehadiran sidik didalam kamar david, namun sosok wanita cantik yang sedang berdiri dengan menundukkan kepalanya. Yang bikin fafa mengernyitkan dahinya wanita itu mirip dengan hantu yang pernah mencelakai fafa. Ia masih tidak bergeming dari pijakannya sampai suara mengintrupsi fafa untuk masuk kedalam kamar.

"Fa, kamu kenapa?" Tanya david heran

Fafa berjalan mendekati david dan sidik.

"Ka, sejak kapan dikamar kaka ada cewek cantik?" Tanya fafa sambil menaikkan sebelah alisnya.

David melirik kearah sudik dan fafa bergantian, dirinya tak mengerti apa yang dibicarakan fafa dan sidik tadi

"Maksudnya apa si? Kaka gak bawa cewek kedalam kamar. Kalau pun kaka bawa cewek kesini, pasti papa sama mama bakal marah sama kaka!" Ucap david

"Gini gini, kalo lo emang penasaran, fafa bisa buktiin" Ujar sidik sambil melirik fafa

"Caranya?" Tanya fafa

"Lo pegang tangan david kemudian lo fokuskan dengan apa yang akan lo perlihatkan ke david" Ucap sidik dan langsung disetujui oleh fafa

Kemudian fafa meraih tangan david, fafa menghembuskan nafasnya pelan lalu memfokuskan fikirannya sambil menutup matanya begitu juga dengan david. Setelah dia rasa sudah berhasil, fafa kembali membuka matanya.

"Sekarang buka mata kaka" Perintah fafa kepada david

Kemudian david membuka matanya perlahan, ketika matanya sudah terbuka sempurna, david terlonjak kaget melihat perempuan yang berada di dekat jendela kamarnya. David sadar dia bukan manusia, melainkan hantu. Tapi hantu itu memiliki paras yang cantik, kulit putih pucat, hidung mancung, bulu mata lentik.

"S...siapa lo" Tanya david takut

Hantu tersebut hanya menundukkan kepalanya, tidak menjawab pertanyaan dari david

"Gue merasa gak asing dengan wajah lo, tolong tunjukkan wujud hantu lo" Perintah fafa. Hantu itu menghilang, tak lama dia muncul lagi dengan wujud yang sangat menyeramkan.

"WANJIIRRR, SEREM AMAT TUH SETAN" Teriak david ketika melihat wujud menyeramkan dari hantu itu

"Wajah aja ganteng, Most Wanted sekolah, tapi penakut" Ujar fafa meledek

"Bukannya gitu, kaka kan baru pertama kali liat hantu" Ujar david mengelak

Pandangan fafa kembali melihat kearah hantu tersebut, dia mautkan alisnya dikala mengingat hantu yang ada di kamar kakanya itu

"Lo kan hantu yang ada di gudang waktu itu, terus yang belakangan ini juga sering ada dirumah gue kan" Kata fafa menebak

"Eh tunggu-tunggu, sebelum lo jawab pertanyaan fafa, mending lo rubah lagi wujud lo, jangan kaya gini. Ngeri gue liatnya" kata david sambil bergidik

Kemudian hantu itu merubah kembali wujudnya.

"Oke sekarang lo boleh jawab pertanyaan dari adik gue"

"Iya, aku hantu yang ada di gudang dan aku juga yang waktu itu nyelakain kamu" Ucap hantu itu sambil menunduk, "Aku juga sering berada di rumah ini, karena aku merasa nyaman disini" Ujar hantu tersebut

"Tapi kenapa waktu itu lo nyelakain gue, cuma karena gue gak mau diajak main sama lo" tanya fafa lagi.

"Aku gak sengaja" kata hantu itu

"Oke oke lupain kejadian yang lalu, Sekarang kalo gue boleh tau, nama lo siapa biar enak manggilnya"

"Nama aku Dinda" Ucap hantu itu sambil menyebut namanya

"Oke, sekarang gue enak manggilnya, masih ada pertanyaan buat lo" Kata fafa

"Kenapa lo ngikutin gue sampe kerumah, dan kenapa setiap gue lagi kumpul sama keluarga gue, lo keliatan sedih?" Lanjut fafa

"Aku gak bisa cerita sekarang ke kamu" Kata dinda, setelah mengatakan itu dinda menghilang

Kini fafa kembali menutup mata batin david. Semuanya jadi normal seperti biasa, namun fikiran fafa masih tertuju pada dinda. Fafa kembali melihat kesedihan di raut wajah dinda dikala fafa menyebut nama keluarga.

Terpopuler

Comments

Mari ani

Mari ani

lannnnjut

2021-05-01

0

queen

queen

knp banyak banget hantu yg namanya dinda y ya ampyuuuuuun nama temenku pun sama (“hantu y”) dia liat cerita ini sambil cekikian

2021-03-01

0

ziero

ziero

sukaaaa

2021-01-05

0

lihat semua
Episodes
1 Perkenalan
2 Sekolah Baru
3 Teman Hantu
4 Celaka
5 Hantu Lia
6 Membantu Lia
7 Membantu lia 2
8 Pingsan
9 Hantu baru
10 Jawaban dari mimpi
11 Mantan
12 Penjelasan
13 Ragu
14 Pergi
15 Sendirian
16 Basement
17 Ujian Semester
18 Class Meeting
19 Taman Sekolah
20 Kecelakaan
21 Rumah Sakit
22 Bayangan Hitam
23 Kematian Dinda
24 Pertemuan
25 Rencana Jahat
26 Pulang
27 Liburan
28 Kerasukan
29 Sembuh
30 Hantu
31 Takut
32 Fafa & Sidik
33 Pingsan
34 Hantu Yang Mengganggu Fafa
35 Memusnahkan Hantu Lisa
36 Penguntit 1
37 Penguntit 2
38 Penghianat
39 Menjauh
40 Senang atau Sedih
41 Sebuah Buku
42 Utusan Kakek
43 Kembali Diikuti
44 Menyusun Rencana
45 Mencari Buku
46 Felly Si Pengganggu
47 Memenangkan Saham
48 Mulai Latihan
49 Peresmian Hotel
50 Masuk Rumah Sakit
51 Mencari Pelaku
52 Kapan Sadar?
53 Sidik Sadar
54 Fighting
55 Kesedihan Dery
56 Teror
57 Cemburu?
58 Teror 2
59 Sketsa Wajah
60 Penculikkan
61 Khawatir
62 Hantu Jahat
63 Pemusnahan Hantu Jahat
64 Penculikkan 2
65 Petunjuk?
66 Kekhawatiran
67 Petunjuk Keberadaan Yusuf dan Arum
68 Usaha Penyelamatan Yusuf dan Arum
69 Membongkar identitas
70 Balas Dendam
71 Kondisi Fafa & Kiky
72 Fafa Koma
73 Kepergian Dinda
74 Jalan-jalan
75 Sakit Perut
76 Sakit Perut 2
77 Lampu Merah
78 Merelakan
79 Sepi
80 Kerinduan Yang Mendalam
81 Fafa Kecelakaan
82 Kepergian Fafa
83 Wake Up
84 Sadarkan Diri
85 Menikah
86 Menemukan Si Pelaku
87 Pelaku Sebenarnya
88 Pindah
89 Epilog
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Perkenalan
2
Sekolah Baru
3
Teman Hantu
4
Celaka
5
Hantu Lia
6
Membantu Lia
7
Membantu lia 2
8
Pingsan
9
Hantu baru
10
Jawaban dari mimpi
11
Mantan
12
Penjelasan
13
Ragu
14
Pergi
15
Sendirian
16
Basement
17
Ujian Semester
18
Class Meeting
19
Taman Sekolah
20
Kecelakaan
21
Rumah Sakit
22
Bayangan Hitam
23
Kematian Dinda
24
Pertemuan
25
Rencana Jahat
26
Pulang
27
Liburan
28
Kerasukan
29
Sembuh
30
Hantu
31
Takut
32
Fafa & Sidik
33
Pingsan
34
Hantu Yang Mengganggu Fafa
35
Memusnahkan Hantu Lisa
36
Penguntit 1
37
Penguntit 2
38
Penghianat
39
Menjauh
40
Senang atau Sedih
41
Sebuah Buku
42
Utusan Kakek
43
Kembali Diikuti
44
Menyusun Rencana
45
Mencari Buku
46
Felly Si Pengganggu
47
Memenangkan Saham
48
Mulai Latihan
49
Peresmian Hotel
50
Masuk Rumah Sakit
51
Mencari Pelaku
52
Kapan Sadar?
53
Sidik Sadar
54
Fighting
55
Kesedihan Dery
56
Teror
57
Cemburu?
58
Teror 2
59
Sketsa Wajah
60
Penculikkan
61
Khawatir
62
Hantu Jahat
63
Pemusnahan Hantu Jahat
64
Penculikkan 2
65
Petunjuk?
66
Kekhawatiran
67
Petunjuk Keberadaan Yusuf dan Arum
68
Usaha Penyelamatan Yusuf dan Arum
69
Membongkar identitas
70
Balas Dendam
71
Kondisi Fafa & Kiky
72
Fafa Koma
73
Kepergian Dinda
74
Jalan-jalan
75
Sakit Perut
76
Sakit Perut 2
77
Lampu Merah
78
Merelakan
79
Sepi
80
Kerinduan Yang Mendalam
81
Fafa Kecelakaan
82
Kepergian Fafa
83
Wake Up
84
Sadarkan Diri
85
Menikah
86
Menemukan Si Pelaku
87
Pelaku Sebenarnya
88
Pindah
89
Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!