Pagi nya
Tok Tok Tok
suara pintu milik firdaus pun
"Yang Mulia Firdaus. Sarapan Anda Telah Siap" kata sebas
"Taruhlah disana" Titah Firdaus
"Tidak Yang Mulia Firdaus. Makanan ini harus sampai dengan hangat kepada anda" kata sebas
Firdaus hanya menghelas nafas karena dirinya ingin istirahat sebentar karena dirinya belum pernah tidur dari kemarin
"baiklah. masuk" kata firdaus
kreeek
Pintu kayu itu terbuka lebar dan melihat wajah Bapak Tua dengan seragam khas pelayan dan sarung tangan putih.
Sebas menaruh nanpan kayunya di meja dan membuka jendela agar udara segar masuk ke dalam kamar
"selamat pagi yang mulia firdaus. bagaimana tidur anda?" Tanya Sebas
"Sungguh baik jika kamu memberiku sedikit lebih lama tidur" kata Firdaus protes
sebas hanya menanggapi dengan senyuman
"lalu apa ini?" Tanya sebas
"Ini adalah soup daging kalkun yang dimana ini adalah khas makanan disini" Tanya sebas menjelaskan jenis makanan tersebut
Firdaus melihat nanpan kayu & sendok kayu dan semua yang berbahan kayu digunakan untuk membawa
"Yang Mulia Firdaus. apakah anda memiliki masalah dengan makanan ini atau saya ganti?" Tanya sebas
"Tidak nanpan ini dari kayu tapi berbeda dengan di istana kerajaan. kenapa?" Tanya firdaus polos
"Yang Mulia Firdaus. istana kerajaan adalah bukti kekayaan Zalvia dan bukti bahwa Raja Zalvia mampu mensejahterakan rakyat. Banyak Rakyat yang kelaparan disebrang sana tapi banyak para raja & bangsawan meminta pajak yang tajam membuat mereka tercekik akan keadaan ekonomi lalu bermigrasi ke zalvia. Raja zalvia yang pertama kali melihat itu langsung mencetuskan sebuah program dimana lapangan pekerja yang dicampur oleh penduduk lokal & orang asing dari sebrang agar tidak ada kesenjangan dalam Raja membantu Rakyatnya. Beberapa tahun kemudian hingga anda lahir. Rakyat berterimakasih kepada raja melalui pajak yang diterapkan dan dapat dibayar oleh Rakyat. Dan disitulah anda melihat. kemakmuran di istana adalah bukti kemakmuran rakyat zalvia terjamin" kata sebas dengan tersenyum
"Jika makmur. mengapa mereka masih menggunakan nanpan kayu ini?" Tanya firdaus
"Yang Mulia Firdaus. apakah anda tahu berapa nanpan atau mangkok kristal itu berapa?" Tanya Sebas Balik kepada firdaus
"tidak tahu" kata firdaus dengan pura-pura menunduk
Sebas yang melihat itu hanya tersenyum dan memaklumi hal tersebut karena Firdaus masih berumur 8 tahun tapi sebas perpikir kenapa anak ini perpikiran dewasa?
"menurut data gaji di negara kita. Yang Mulia Firdaus. Jika anda bekerja sebagai kuli pangkul atau sejenisnya akan di upah sebanyak 7 Silver Zalvia. dan anda seorang saudagar lalu membuka resturant dan juga memperkerjakan Beberapa pekerja maka akan anda dapat mengupahnya sekitar 12 silver Zalvia tapi menjadi pekerja di resturant di butuhkan syarat seperti dapat membaca & menulis. dan buruknya 70% rakyat negeri ini adala buta huruf & tidak dapat menulis. dan lainnya adalah jika anda bekerja sebagai Prajurit Kerajaan atau Pos keamanan Rakyat maka akan di gaji sekitar 80 Silver Zalvia atau lebih. dan yang terakhir adalah sekian beberapa bekerjaan yang mungkin beresiko tapi menghasilkan banyak koin silver zalvia. tapi itu tidak dapat memenuhi untuk membeli mangkok kristal karena mereka lebih memilih untuk makan & melanjutkan hidup walaupun Raja & Bangsawan Zalvia mengizinkan rakyat untuk memiliki kristal dengan harga terjangkau pun tidak ada yang membeli karena lebih mementingkan Hidup daripada sebuah benda mati" kata sebas menjelaskan panjang lebar
Firdaus kini sedikit paham dengan keadaan rakyat di negeri ini
"Sebas. berapa 1 Silver Zalvia untuk emas berapa keping?" Tanya firdaus
"Yang Mulia Firdaus. Apakah Anda mulai ingin memahami kerajaan ini?" Tanya sebas
"Tentu Sebas. siapa lagi? pemangku tahta hanya aku seorang. aku perlu menjadi pintar agar rakyat dimasa depan tidak meragukan aku sebagai Raja mereka" kata Firdaus dengan tersenyum
Sebas mengambil serbet putih dan menghapus butiran air mata yang keluar dimata nya
"sebas. apakah kamu menangis?" Tanya Firdaus dengan bingung
"Tidak Yang Mulia Firdaus. Hamba merasa senang ketika anda mulai serius padahal di usia anda seharusnya dapat bermain layaknya anak-anak pangeran umumnya" kata Sebas dengan terharu
"Sudahlah sebas. umur ayahku tidak muda dan aku juga akan dewasa. sudah cukup bermain. Tahta setiap pangeran dibawahnya adalah rakyat yang memangku singsana tersebut agar tetap gagah" kata firdaus
"baiklah Yang Mulia Firdaus. Mohon dengarkan saya" kata sebas
"1 Keping Silver Zalvia Adalah 35 keping emas. anda mungkin terkejut. karena kerajaan saat ini hanya dapat menggunakan mata uang silver karena kekuataan kerajaan yang belum mencukupi atau belum mampu menaikkan harga emas untuk silver zalvia. terlebih lagi kerajaan ini tidak ada sumber daya alam yang cukup kecuali dari hasil pertanian & mengeksport karya seni yang cukup relatif dapat diperdagangkan(komoditas)" kata Sebas
"Sebas. apakah kamu percaya bahwa aku dapat berubah zalvia dari sebuah kerajaan menuju kekaisaran?" Tanya Firdaus
Sebas sedikit terkejut mendengar ambisi firdaus yang mengubah kerajaan ke kekaisaran? itu sedikit bermimpi tapi sebas kembali dengan senyum
"Jika anda bertanya kepada saya sebagai pelayan Anda. Maka saya percaya karena alasan pertama adalah sumpah setia saya yang harus mempercayai setiap perkataan Raja/pangeran/Tuan Bangsawan walaupun situasi yang berubah-ubah maka saya sebagai pelayan wajib mempercayainya" kata sebas
"Tapi jika anda bertanya kepada saya sebagai orang pria yang merdeka. maka itu mustahil. ada beberapa hal yang mustahil yang mungkin itu cukup anda pelajari. Kerajaan Zalvia ini kekurangan pria. hanya sekitar 40% pria di kerajaan dan sisa 60% nya adalah Perempuan. 20% pria Orang Tua. 10% Pria berumur 8 hingga 18 tahun. 10% pria lainnya adalah pria dewasa 20 Hingga 25 Tahun. begitu juga perempuan" kata sebas
"kedua. kurangnya peralatan militer yang memadai. hanya 5 buah kapal perang. 200 pedang. 10 buah bola meriam" kata Sebas
"Ketiga. Prajurit militer sekarang memiliki total 7% persen dan juga terbagi menjadi 3 Bagian. Militer eksternal adalah Militer seperti menjaga keamanan rakyat sebanyak 1% persen. 2% Persen adalah keamanan Keluarga Kerajaan & Bangsawanan. dan sisa lainnya adalah prajurit perbatasaan laut" kata Sebas menjelaskan
Firdaus Hanya tersenyum mendengar opini jujur yang diberikan oleh sebas
"Sebas. Mengapa anda ingin melayani Kerajaan?" tanya firdaus
"jika ditanya kenapa maka saya bertanya mengapa Raja sebelum yang tentunya Ayah anda belum naik tahta itu menyelamatkan keluarga saya. Raja Sebelumnya berkata bahwa dirinya menjadi Raja karena Untuk Rakyat. saya adalah orang sebrang sana yang diterima baik oleh Raja & Rakyat Zalvia. Keluarga saya diberikan bantuan berupa uang. makanan dan tempat tinggal juga ayah saya diberikan pekerjaan hingga kedua orang tua saya dijemput oleh kematian dan Raja menawarkan setiap anak-anak yang tidak memiliki orang tua dapat mendaftar sebagai seorang prajurit. maka dari itulah saya mendaftar dan berusaha mendekati posisi yang dimana akan selalu bersama raja. saya ingin melindungi raja dan keturunannya sebagai ucap terimakasih saya kepada Kerajaan ini" kata Sebas menjelaskan kisah hidupnya
"cintailah negeri ini. sebas, maka aku mewakilkan ayahku yang sebagai raja itu menerima Rasa terimakasih mu" kata firdaus
"tentu yang mulia firdaus. hamba akan selalu berusaha dan selalu mencintai Negeri & menjaga negeri ini" kata sebas.
Keduanya pun mengobrol banyak seperti tentang ekonomi hingga rencana apabila dirinya naik tahta
...----------------...
...BYE...
......----------------......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
*Aang Santri* SALING FOLBACK Y
semangat terus crazy upppppppppp Thor gw dukung lu banget
semoga dapat kontrak dari pihak novelton atau manga
2022-08-16
0