Firdaus & Aloy mengikuti sebas karena kedua tahu dimana tempat mereka akan ditinggal kecuali stramos yang tidak ikut karena memang dia tingggal disini.
"Disini? sebas" Tanya firdaus sambil melihat bangunan berwarna biru
"Benar. Tuan" kata Sebas dengan mengangguk
"Sebas. apakah anda baru saja merendahkan harga diri yang mulia firdaus?" Tanya Aloy dengan nada marah setelah melihat bangunan berwarna biru itu
sebas tidak menjawab tapi ia bingung dimana letak kesalahannya
"Tidak perlu. aku lah yang menyuruhnya. Aloy" kata firdaus mencoba menengahi situasi
"Maaf Yang Mulia Firdaus apabila hamba lancang. Tapi Bangunan berwarna biru tersebut dekat pasar dan hamba yakin bangunan itu diperuntukkan untuk para pekerja buruh kasar yang tidak cocok untuk anda" kata Aloy menjelaskan
"Tidak apa. Aloy. tanpa buruh kasar apakah ekonomi kerajaan ini tidak akan maju. sudah seharusnya mungkin raja berterimaksih kepada buruh-buruh itu" kata Firdaus tidak menanggapi serius perkataan aloy dengan serius
"t--tapi Tu-" kata Aloy tapi terhenti
"Aloy. aku bertanya kepada mu. apakah para bangsawan itu menginginkan diri mereka untuk melakukan pekerjaan kasar? apakah para Bangsawaan itu mau menjatuhkan harga dirinya untuk kerajaan. Tidak. mereka hanya memikirkan Tahta bangsawan & harta saja. jika menurut mu hal yang paling spesial itu adalah bangsawan tapi menurut mu adalah kesalahan. karena rakyat lah yang spesial bagi sebuah negeri. jika tidak ada rakyat maka tidak ada raja yang berkuasa karena tidak ada rakyat yang mempercayai raja itu" kata Firdaus melanjutkan
Aloy hanya tertunduk malu dengan jawaban firdaus yang sedikit menohok baginya
"Rakyat lah yang harus dispesialkan. mereka bekerja tanpa kenal lelah untuk menafkahi istri & anaknya dirumah. dan membantu memajukan roda ekonomi. jadi Aloy. apakah kamu masi keberatan?" Tanya Firdaus
"Maafkan Hamba yang mulia" kata aloy sambil membungkuk
"tak apa. ayo masuk. sebas sudah menunggu didalam" kata firdaus menganggap sudah memberi pelajaran berharga bagi aloy.
"Stramos? Kenapa kamu disini?" Tanya firdaus terkejut mendengar itu
stramos hanya tertawa kecil
"Tentu aku pemilik bangunan ini. mungkin aku raja di bangunan ini" kata stramos dengan bercanda
Firdaus itu tertawa renyah mendengar candaan lelaki tua berumur 80 tahun lebih itu
"jika kau rajanya. maka kami adalah dewa. haha" kata firdaus
Stramos senang dengan candaan nya dibalas dengan candaannya
"Jadi para dewa-dewi sekalian. apa yang membuat anda ingin menginap di banguna ku?" Kata stramos
"Hei Raja bangunan. Aku ingin menginap karena besok ada seseorang ingin mengenalkan anaknya kepada ku. aku sungguh penasaran tentang itu makanya aku harus tidur untuk cepat pagi" kata firdaus
"per malamnya adalah 50 Silver perak. apakah para dewa-dewi masih berminat?" Tanya stramos
"Tentu Raja" kata firdaus dengan terkekeh
"Sebas keluarkan" titah firdaus
Sebas mengangguk dan memberikan 50 keping silver zalvia
"Kamar kalian akan di bagi 4. dan 50 keping sebelumnya adalah masa 1 malam kalian yang berada di lantai 2. besok jangan lupa diperpanjang" kata Stramos
"Baiklag" kata firdaus dan pergi menuju anak tangga.
kreek
Firdaus melihat kamar yang begitu sederhana. sebuah kasur yang penyanggangnya adalah kayu yang terlihat kokoh
"Apakah kasur ini kuat menahanku?" monolog Firdaus
"tapi ini juga tidak terlalu buruk untuk sebuah penginapan" monolog firdaus kembali
kreek
firdaus membuka jendela & menghirup udara yang belum tercemar oksigen bau berbahaya kimia atau sejenisnya
...----------------...
...BYE...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Nizam Zainudin
Mantap alurnya authorrrrrrrr… Semangat!!!!!!!!
2022-09-30
1
Green Ship Khatulistiwa
mntp
2022-09-14
0