Kota ini adalah kota terbesar yang Kedua setelah Ibu Kota. Kota ini Avik. sebuah Kota yang menjunjung Tinggi Nilai Kesopanan & Peraturan Kuno Leluhur akan tetapi para penduduk tidak se kuno itu. mereka mengikuti perkembangan zaman & mematuhi Kerajaan Zalvia sebagai pedoman mereka sehingga Raja Menjdikan kota tempat darmaga dari negeri lain
"Yang Mulia Firdaus. ini adalah tempat saya pulang. Kota Avik Adalah Tempat yang indah untuk ditinggali. Dekat dengan lautan luar dan Pegunungan yang indah. udara disini tidak kalah sejuk dengan ibu kota" Kata stramos
"Kota Avik memiliki ikonik yaitu banyaknya Rakyat yang menghormati para tetua & menghormati ajaran-ajaran leluhur untuk berbudi pekerti & Jujur" Kata Stramos
"Akan tetapi para tetua avik tidaklah munafik. mereka mengajukan kepada raja terdahulu untuk menjadikan kota mereka sebagai darmaga dan dapat melindungi dari manusia kotor yang tidak bertanggung jawab. Berkat kejujuran & kegigihan dari tetua avik. Raja sebelum Ayah anda. menjadikan kota ini kota darmaga dengan nama Avik dan Avik arti kata tersebut dalam pemikiran Raja adalah Kejujuran tanpa kemunafikan" kata Stramos
Firdaus bisa melihat mata stramos yang berbinar-binar cerah yang membuktikan bahwa stramos mencintai kota ini
"Baiklah. Aku sangat berterimakasih atas penjelasan mu. stramos" kata Firdaus
"Tidak-Tidak Yang Mulia Firdaus. Hamba yang rendah ini tidak pantas mendapatkan pujian" kata stramos menunduk didepan kaki Firdaus
Firdaus hanya bisa menggeleng kepala dan perpikir tentang kesenjangan sosial di zaman ini masi amat lah kuat. Dimana para Keluarga kerajaan/bangsawaan di hormati layaknya dewa
"lupakan. sebas carikan tempat untuk kita bermalam" titah Firdaus
"Baik Yang Mulia Firdaus" kata Sebas menunduk hormat lalu pergi
"Nah stramos. selama sebas pergi mencari tempat bermalam. bagaimana kita mencari makan? ada tempat yang kamu rekomandasikan?" kata firdaus
Stramos perpikir sejenak sebelum menjawab dan seketika ia tersenyum
"Tidak jauh dari pintu utama. sekitar melewati 10 bangunan. maka kita akan menemukan sebuah resturant yang menyajikan sebuah masakan enak. terdapat ayam dan bir yang menggugah selera disana" kata Stramos menjawab dengan binar-binar cerah
"Ahemm. Tuan stramos. mohon kondisikan. Yang Mulia Firdaus baru saja berusia 8 Tahun. tidak boleh ia meminum alkohol sebelum 18 tahun" kata Aloy mencegah
Stramos pun langsung bersjud di depan kaki firdaus
"M--mMaafkan hamba yang mulia.. hamba tidak menyadari hal tersebut. mohon ampun" kata Stramos
"Baiklah. tidak masalah. sekarang berdirilah dan bawa aku kesana karena aku lapar" kata Firdaus
dengan bantuan aloy untuk membangunkan tubuh stramos dari tanah.
rombongan itu pun mulai berjalan dan melihat banyak orang yang melakukan transaksi bisnis disetiap toko
"Apa bisnis yang menguntungkan disini?" Tanya Firdaus
"Bela diri" kata Stramos
"bela diri? Kenapa?" Tanya firdaus
"maaf yang mulia firdaus. bukankah hamba menjelaskan tentang kota avik yang menjelaskan tentang kota Avik dengan arti kejujuran tanpa kemunafikan? maka dari itu. banyak rakyat yang dapat melakukan bela diri untuk melindungi bisnis & diri mereka sendiri. selain itu para tetua mencoba mempelihara kejujuran menjadi sebuah hal yang tetap atau permanent di kota avik ini" kata Stramos
sambil mendengarkan penjelasan stramos, Firdaus melihat banyaknya sebuah bangunan yang memang dirinya melihat banyaknya orang yang berlatih bela diri
"dan satu hal lagi yang mulia firdaus. setiap tahunnya. Kota avik mengirimkan pemuda yang kuat & sehat untuk di kirim ke kerajaan sebagai Tentara Kerajaan. dan hal tersebut dilakukan sebagai ucapan terimakasih kepada Kerajaan yang mau mendukung mereka" sambung stramos
Firdaus mengangguk dan tak terasa 1 bangunan lagi mereka akan lewatkan.
BRAK
Seorang lelaki terlempar dari bangunan dengan luka memar dan aloy melihat itu langsung melindungi Firdaus dengan sikap pertahanan
"Hahaha bung. kamu kalah lagi" kata pria berbadan besar sambil tertawa
stramos melewati kedua orang tersebut dengan santai dan aloy & firdaus pun mengikutiny
"selain untuk membela diri. kota avik adalah kota perjudian Bela diri. Itu diizinkan oleh para tetua asal jujur dan sesuai peraturan arena. setiap hadiah akan dipotong pajak 5% untuk menyerahkan 2% kepada kerajaan & 3% pemeliharaan Arena" kata stramos.
Rombongan firdaus terus berjalan hingga berhenti dibangunan putih
"Ini dia. Resturant terkenal di kota avik. banyak makanan enak. dari babi rebus. Ayam Panggang. Nasi Jagung. Bubur beras dengan campuran bir akohol" kata Stramos dengan bangga.
Rombongan Firdaus pun masuk
"Selamat datang di resturant kami. silahkan duduk" kata Pelayan perempuan
Tak dipungkiri bagi Firdaus sebagai seorang laki-laki normal yang melihat perempuan cantik dengan pakaian sederhana walaupun tanpa make up sekalipun
"Tuan-Tuan. mau pesan apa?" Tanya Perempuan
"Runi. kenalkan ini Tuan Aloy dan I--" stramos terdiam karena ia bingung mau memperkenalkan firdaus sebagai apa
"panggil saya sebagai Alowa. saya adalah anak dari Tuan Aloy. bukankah begitu Ayah?" Tanya Firdaus sambil mengedipkan mata
Aloy yang melihat & mendengar tindakan firdaus pun mengerti
"Benar dia anakku" kata aloy dengan sedikit gugup
"maafkan diri ku yang tidak sopan. perkenalkan saya adalah Runi. Pelayan Resturant ini" kata Runi
"salam kenal kak Runi" kata Firdaus sambil menjabat tangannya
Runi tidak mengerti mengapa firdaus menggengam tangannya
"baiklah. tuan Aloy & Tuan Alowa. Tuan Stramos ingin apa?" Tanya Runi
...----------------...
...BYE...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Green Ship Khatulistiwa
e
2022-09-14
0
Green Ship Khatulistiwa
s
2022-09-14
0