Aloy tidak bisa mundur karena harga dirinya telah dipertaruhkan sebagai prajurit kerajaan
"Baik. Tuan Edwars. dimana kita akan bertanding?" Tanya Aloy dengan Ramah
"Bagaimana disana(menunjuk suatu tempat). aku mendengar ada sebuah tanah kosong yang telah dipakai orang banyak untuk bertanding" kata edwars
"Baiklah. Tuan Edwars. mohon silahkan pimpin jalan" kata Aloy
Edwars dan lainnya pun berjalan ke sebuah tempat yang bagi firdaus seperti lampangan bola tapi ini versi medium yang memang dikhususkan untuk bertanding secara sehat
"hai Edwars. kamu datang lagi? siapa kali ini yang kamu bawa?" Tanya ?? pria tersebut yang sepertinya mengenal edwars
"stamos. Aku membawa seorang pertarung yang ingin ku ajak duel. apakah hari ini kosong?" Tanya Edwars
"Tentu tempat ku kosong. oh ya. dengan siapa kamu akan bertarung?" Tanya Stamos
Aloy pun maju
"Izinkan saya perkenalkan diri. Nama saya Aloysous. Saya seorang yang berkelana menuju Ibu Kota dari Pedesaan Timur bawah" kata Aloy
"Aloysous? Nama mu cukup bagus. Baiklah. semoga kamu menang melawan Edwars. aku beritahu edwars adalah penantang yang terbaik di tempat ku tapi dia adalah orang yang ramah. kamu tidak perlu khawatir" kata Stamos
"kamu terlalu memuji ku. stamos. baiklah. Tuan Aloy. silahkan anda masuk" kata Edwars dengan Ramah
Aloy masuk ke dalam arena yang diikuti oleh Edwars.
"Baiklah. karena Tuan Aloy Adalah pendatang baru. izinkan aku menyatakan sebuah aturan di arena. Kamu dilarang membunuh Lawan mu karena Arena ini Adalah pertarungan yang untuk adu kekuataan bukan kematian. kedua. Anda tidak boleh menusuk bagian vital lawan. untuk menusuk kaki. tangan dan sejenisnya itu diperbolehkan. tapi untuk jantung. kepala itu dilarang. ketiga. jika anda tidak mau terluka. aku telah menyediakan sebuah lingkaran yang terbuat dari dedaunan pohon dan jika diantara kalian melewati tersebut maka itu kalah. apakah Tuan Aloy pemahami peraturan ini?" Tanya Stamos
Aloy mengangguk
"Baiklah. Sekarang MULAI!" kata Stamos teriak.
Edwars maju terlebih dahulu
Strang
Edwars terus menyerang Aloy menggunakan pedangnya dan mencoba pedangnya mencari titik lemah milik Aloy
Strang
string
Aloy terus bertahan dan memikirkan cara membalikkan keadaan
'edwars adalah orang tipe penyerang' monolog Aloy tentang edwars
Tetapi sebaik penyerang pun Edwars ternyata miliki celah yang digunakan oleh Aloy
STRANG!
Aloy telah perpikir tentang kecepatan serang edwars memiliki per 10 detik yang berarti Aloy menyerang edwars dalam hitungan 7 detiknya
Aloy pun membalikan keadaan dan membuat edwars mundur beberapa langkah
'Aloy Menggunakan strategi dalam pertarungan? ini adalah orang yang langkah' monolog edwars
TRING
Aloy melemparkan pedang Edwars dengan Menggunakan Pedang miliknya
"itu CUKUP!" kata Stamos teriak
"Tuan Aloy. Saya tidak pernah menyangka anda adalah orang yang kuat. terimakasih atas bertanding dengan Anda" kata edwars memuji Aloy dengan ramah
"Tidak-Tidak. Tuan Edwars ternyata kuat dalam menyerang saya itu membuat saya sedikit ketakutan. Anda sangat kuat membuat mental lawan lemah dengan serangan anda" kata Aloy yang tidak mencoba sombong & memilih memuji edwars
"Benar apa yang kalian katakan. kalian adalah sama-sama kuat" kata Firdaus mulai bicara
"Maaf. Tuan Aloy. Siapa Anak ini?" Tanya Edwars
Aloy kebingungan dalam memperkenalkan firdaus sebagai siapa
"Perkenalkan. Aku Adalah Firdaus Astroth valen Zalvia. Calon Putra Mahkota negeri ini" Kata Firdaus perkenalkan diri
Firdaus mulai memperkenalkan diri yang sebenarnya karena tidak ingin membuat Aloy kebingungan
"P---Pangeran Firdaus? Oh Dewa memberikan keberuntungan untuk saya. Hormat saya Kepada Yang Mulia Firdaus" kata Edwars yang terkejut tapi perlahan sadar akan derajatnya lalu sujud
"H---Hormat saya Kepada Yang Mulia Firdaus.. sungguh beruntung hamba yang rendah ini bertemu dengan anda" kata Stamos bersujud
"Hormat kalian saya terima. Bangkitlah. Aku ingin bicara dengan kalian" Titah Firdaus
"Apa yang membuat Yang Mulia Firdaus ingin bicara kepada Kami? hamba yang rendah ini?" Tanya Edwars
"Edwars. Jangan kamu merendah. Aku mengetahui tentang kamu siapa. Kamu Adalah mantan penyeludup dari negeri sebrang yang kini pensiun dan hidup tenang di Kerajaan Zalvia. Dan stramos. Kamu adalah seorang yang memiliki jalan tikus(tanpa penjaga perbatasan) yang tidak diketahui oleh sedikitpun dari prajurit kerajaan manapun. sungguh takdir yang tidak terduga-duga bukan?" Firdaus menjelaskan
Edwars & Stramos mendengar penjelasan Firdaus pun tercengang bukan main karena mereka bingung bagaimana seusia 8 tahun seperti Pangeran Firdaus itu dapat mengetahui identitasnya?
"B--Benar. Yang Mulia Firdaus. Apa yang anda katakan memang benar. saya Edwars. adalah penyeludup nomor 1 yang tidak pernah tertangkap oleh kerajaan manapun. Tetapi saya pensiun semenjak istri saya meninggal dan saya tidak memiliki keturunan maka dari itu saya menenangkan diri di kerajaan Anda" kata Edwars
"sama halnya dengan Edwars. Yang Mulia Firdaus. Tapi yang membedakan saya adalah saya pensiun karena saya telah Tua. umur hamba telah mendekati 87 Tahun dan saya pindah ke negeri anda untuk membuka arena tarung dengan membeli tanah dari sisa uang hamba" kata Stramos
Sebas yang melihat kejadian ini pun bertanya-tanya
'dengan siapa Pangeran Firdaus mengetahui informasi ini?' monolog sebas penasaran
"Edwars & Stramos. bergabunglah dengan ku. aku ingin memiliki bawahan yang cermat & licin seperti kalian. Kelicinan kalian membuat aku sulit menemukan kalian. tapi saya berterimakasih akan takdir yang menemukan kami. Apakah anda bersedia?" Tanya Firdaus menawarkan kepada Edwars & stramos
keduanya saling menoleh melongo dan berakhir dengan tersenyum
"segala hormat kami akan kekuasaan anda & mohon ampun kami yang mulia firdaus. dengan anda menggunakan kami untuk apa?" tanya stramos
"kamu pasti mengetahui. daratan sebrang disana telah terjajah. daratan disana memiliki ribuan kerajaan tapi tidak ada satupun rakyat yang telah hidup tenang dan membuat semakin banyak pula rakyat mereka meninggalkan daratan utama dan pergi ke Negeri ini. Kerajaan tidak bisa terlalu lama menafkahi mereka karena itu akan membuat penduduk asli negeri ini akan iri dan merasakan ketidakadilan oleh pihak kerajaan. Maka dari itu. Aku berniat untuk mengumpulkan orang yang cerdas seperti kalian untuk mengatasi hal ini" kata firdaus menjelaskan
edwars yang mendengar penjelasan Firdaus sedikit mengetahui kejadian disana
"Sungguh Mulia tindakan anda Yang Mulia Firdaus. Sungguh Dewa selalu memberi kebaikan dalam diri anda. Saya Edwars mengakui pernah mengalami hal serupa sehingga Membuat saya mempelajari cara selundup & menyelundup untuk bertahan hidup. saya edwars bersedia untuk ikut di bayangan anda. Mohon Terima kesetiaan saya" kata Edwars tanpa pikir panjang
Firdaus tersenyum mendengar hal tersebut dan kini mata nya mengarah ke stramos dan menunggu jawabannya
"Mohon Ampun Yang Mulia Firdaus. Hamba yang tua ini tidak dapat mengikuti langkah bayangan anda. Tetapi izinkan hamba memperkenalkan seseorang yang sama seperti saya yang mungkin akan bersedia bersama anda" kata Stramos
Firdaus tidak bermasalahkan Hal tersebut dan tidak marah karena memang kondisi Stramos yang tua mungkin akan menjadi beban baginya
"Siapa orang tersebut?" Tanya Firdaus kepada Stramos
"Yang Mulia Firdaus. Orang tersebut adalah anak hamba yang telah berumur 18 Tahun. Dirinya bernama Margo. saya telah menurunkan ilmu yang telah saya genggam selama 87 tahun ini saya hidup. mohon yang mulia firdaus untuk kebaikan hati anda untuk menemui anak hamba" kata Stramos
Firdaus menoleh ke Sebas dan sebas pun mengangguk
"Tunjukkan Jalannya. Tuan Stramos. yang mulia firdaus ingin bertemu dengan anak anda" kata Sebas
...----------------...
...BYE...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments