Adira & Fira yang melihat nama-nama bangsawan yang korupsi itu sedikit menghelas nafas
"Fira. Aku tidak menyangka Bahwa bangsawan disini sama seperti di negeri sebrang tapi bedanya disini lebih baik daripada disana dan tampaknya bangsawan dinama-nama ini masi peduli dengan rakyat" kata Adira dengan nada tidak percayaan
saat ini keduanya berada di kamar bersama.
"Dir. Jangan percaya bangsawan atau putra mahkota itu. Aku tidak yakin dia sebaik apa yang orang lain lihat" kata Fira
Adira setuju dengan perkataan adiknya tersebut karena dirinya & adiknya tidak mau masuk ke jurang yang dalam lagi
"lalu fira. Apakah kita akan mengerjakan tugas yang di berikan Putra Mahkota yang berusia 8 tahun itu ?" Tanya Adira
"Entah bagaimana Putra Mahkota dapat memiliki informasi yang sepenting itu dalam usia nya 8 tahun. Tapi mengingat dia adalah seorang putra mahkota mungkin tidak mungkin dia bersama seseorang lainnya" kata Fira mencoba menebak
Fira belum sedikit pun percaya dengan Firdaus yang memang kalangan dari kerajaan apalagi putra mahkota
"Tapi tidak peduli informasi darimana dia dapatkan. Kita tetap harus mengerjakan misi ini bagaimanapun kita pernah berjanji bukan? Bunuh Bangsawaan atau pejabat yang menyiksa rakyat kecil dan musnahkan seluruh hartanya" kata fira
Adira mengangguk.
-sementara itu di Tempat lain. Tepatnya di kamar milik Stramos
"Yang Mulia Firdaus. Sekali lagi hamba memohon maaf atas kelancangan dua anak angkat hamba" kata Stramos menunduk
"Tidak perlu khawatir. Stramos. aku telah memaafkan mu. itu adalah reaksi murni dari seorang manusia yang melihat diriku seorang putra mahkota memberikan misi yang tidak seharusnya dilakukan oleh anak yang berusia 8 tahun. begitupun aku akan sama ketika melihat hal tersebut" kata firdaus.
"Maaf Yang Mulia Firdaus. Hamba izin bertanya" sebas mengintrupsi
"Apa yang jadi pertanyaan mu? Sebas" kata Firdaus
"Yang Mulia Firdaus. Apakah sebaiknya hamba memberi perintah kepada prajurit istana untuk menghukum para bangsawan yang telah korupsi tersebut?" usul Sebas
Firdaus menatap sebas dan dirinya sudah menebak kalau sebas akan mengusulkan demikian
"Sebas. Apakah kamu pernah melihat semut?" Tanya Firdaus
"Semut? Binatang kecil yang membuat orang banyak merasakan gatal hebat itu?. Tentu hamba tahu yang mulia" kata sebas
"Semut selalu bersama dan bergotong royong dalam membantu untuk bertahan hidup. mereka akan saling membahu ketika ada bahaya. Begitu juga Dengan para bangsawan yang selalu membantu apabila tindakan mereka diketahui. Tapi semut & bangsawan miliki berbedaan. Bangsawan akan menutup mulut bangsawan lainnya dengan harta atau nyawa. Dan itu akan membuat pihak istana akan sulit menemukan dalang yang asli" firdaus menjelaskan secara rinci
Sebas menunduk karena ia merasa bersalah & bodoh karena memberikan usulan yang tidak efektif
"Baik Yang Mulia Firdaus. Maafkan Hamba yang bodoh ini" kata Sebas
"Tak apa Sebas. Manusia selalu ingin lebih baik dan yang terbaik mereka akan selalu mencari cara atau menemukan solusi tanpa melihat dampak negatif & positifnya.
pada akhirnya obrolan dilanjut dengan berdiskusi tentang patner - patner stramos yang kemungkinan bisa di ajak kerja sama dalam bidang ekonomi atau kemiliteran.
-Malam Hari
"Fira. aku telah mendapatkan beberapa lokasi penyimpanan rahasia milik para bangsawan korupsi itu" kata Adira sambil membawa selembaran peta
"Sungguh? Coba aku lihat" kata Fira dengan senang menjawab
Adira melebarkan peta & mulai memasang benda yang bisa jadikan titik lokasi
anggaplah ini titik lokaisinya)
"bagaimana kamu mendapatkannya?" Tanya Fira yang terkejut melihat 6 lokasi yang berbeda.
"Aku kemarin mendengar salah satu bangsawaan yang perpangkat baron dirumahnya dan membahas harta yang mereka simpan" kata Adira
Adira melihat ekpresi fira yang saat ini dipenuhi oleh kekesalan
"apakah 5 lokasi ini adalah untuk 1 bangsawan saja?" Tanya fira
"Tidak. Jika Kamu melihat titik lokasi diatas kiri itu adalah titik miliki Viscount Dewana. Dan Tidak jauh dari Ibu Kota. Tepatnya keduanya berada ditengah-tengah ibu kota dan terdapat sebuah gudang yang ternyata memiliki tempat rahasia menuju bawah tanah itu milik Duchess Madam Livya. Dan terakhir milik Marquess Orbania" kata Adira
Fira tidak menyangka Jika Adira dapat informasi sedetail itu dan jujur dari semenjak pergi dari putra mahkota firdaus. Fira belum menemukan tanda-tanda yang menunjukkan lokasi Harta penyimpanan tersebut
"kamu sangat hebat. Dira. Aku tidak menyangka kamu adalah yang terbaik dalam mengumpulkan informasi" kata Fira memuji
Sementara Itu Adira hanya tersenyum pahit
'Jika Fira tahu siapa yang memberitahu informasi itu tersebut. Mungkin Fira akan marah kepada diriku. Oh tuhan apa yang aku harus lakukan?' gumam Adira
...----------------...
...BYE...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Yahya
mantao
2023-02-10
0
Green Ship Khatulistiwa
good
2022-09-14
1
*Aang Santri* SALING FOLBACK Y
tetap semangat minimal up 2 ch sehari
2022-08-21
1