Keesokan harinya, Keenan masih belum mendapat balasan apapun dari Tessa padahal dia yakin sekali jika pesan suaranya sudah terkirim.
"Apa dia sengaja?" gumam Keenan dengan terus bermain ponselnya.
Sekarang Keenan tengah sarapan bersama kedua orang tuanya.
"Makan sarapanmu, Kee!" tegur Grey.
Seketika Keenan langsung berhenti bermain ponsel. Keenan selalu mendengarkan apa kata sang daddy.
"Suasana jadi sepi," ucap Silver yang kehilangan sosok putrinya.
"Kau bisa berkunjung di perusahaan parfum Flo kalau kau mau, Honey," sahut Grey.
"Flo baru pindah kemarin kalau aku datang hari ini, apa tidak terlalu berlebihan?"
"Bukankah Axe akan mengadakan pesta pernikahan!"
"Iya benar, mereka akan mengadakan pesta yang meriah!"
Kemudian Silver menatap Keenan karena khawatir putranya itu akan berbuat ulah.
"Kau harus datang ke pesta kakakmu, Kee!" ucap Silver.
"Memangnya aku bisa tidak datang? Apa kata kolega bisnis dan dewan direksi nanti?" Keenan memberi tanggapan yang membuat Silver dan Grey saling pandang.
"Sepertinya putra kita minum obat dengan benar pagi ini," sindir Grey.
"Dad, jangan membuat tingkat kerenku menurun!" Keenan buru-buru menyelesaikan sarapannya. "Aku akan pergi ke kantor duluan!"
Keenan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Tessa, tidak biasanya sekretarisnya itu mengabaikan pesan darinya.
Saat sampai di kantor, Keenan segera ke ruangan Tessa. Gadis itu sudah sibuk di depan layar komputer.
"Kenapa tidak membalas pesanku?" protes Keenan.
Tessa melirik Keenan sejenak kemudian kembali fokus ke layar komputernya.
"Aku sudah membuat agendamu hari ini, Bos," ucap Tessa mengalihkan pembicaraan. "Kita harus membicarakan masalah Pulau Borgia lebih lanjut!"
Rancangan proyek kali ini adalah menuntaskan proyek Keenan di Pulau Borgia yang sempat gagal. Dari pada membuat proyek baru Tessa mengusulkan untuk menuntaskan proyek yang gagal itu.
Tessa dan Keenan menyusun ulang proyek itu dan beruntung presentasi Keenan berhasil.
Pulau Borgia cukup ramai dikunjungi para turis jika ada pembangunan pusat perbelanjaan pasti akan menguntungkan.
"Bagaimana kalau kita mengadakan event dan undian jadi bukan kalangan VIP saja yang diuntungkan," usul Tessa.
Keenan mendengus karena Tessa benar-benar berhasil mengalihkan pembicaraan.
"Aku tampung dulu yang jelas kita harus menyelesaikan pembangunan karena para investor sudah menanam saham mereka," ucap Keenan bersikap profesional sekarang.
"Kita juga harus meninjau jalannya pembangunan," tambahnya.
"Iya, aku juga sudah mengatur jadwal ke sana, Bos," sahut Tessa.
Keenan mengangguk. "Aku ke ruanganku dulu dan persiapkan baju untuk acara pesta kak Flo nanti!"
"Bukankah baju sudah disiapkan nona Flo dari butik?" tanya Tessa.
"Maksudku kau harus memastikan penampilanku sempurna!" jelas Keenan dengan mengibaskan rambutnya.
Tessa hanya terkekeh, dia sudah biasa melihat Keenan yang seperti itu.
Sementara Keenan yang melihat Tessa jadi senang karena dia bisa melihat gadis itu menyunggingkan senyumannya.
Satu hal yang Tessa tidak tahu, Keenan selalu mencuri pandang ketika Tessa tertawa.
Kemudian lelaki itu mendekat dan duduk di atas meja Tessa. Tangannya meraih dagu Tessa supaya melihatnya.
"Bukankah kau ingin ke ruanganmu, Bos?" tanya Tessa bingung.
"Mengenai kencan buta itu, aku benar-benar tidak mau!" ucap Keenan.
Tessa hanya bisa mengangguk. "Baiklah Bos, aku tidak memaksa! Biarlah cinta sejatimu datang sendiri!"
_
_
_
_
Pulau Borgia hanya khayalan author semata. Tolong bayangin pulaunya seperti Pulau Jeju di Korea ya😅
Nanti settingnya banyak di sana soalnya🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Siti Shiro
semacam kota servo punya lunox ya Thor 🤣🤣🤣🤣🤣
2024-01-17
3
Fika
Keenan mewarisi gen Arse...yg sok ganteng,sok keren,dan sedikit gilaaa 😂
2023-09-22
1
4161_9
Untuk apa mencari jika sudah ada di depan mata
2022-12-27
1