Keenan mengingat-ngingat siapa cinta pertamanya dulu. Dia teringat akan masa-masa sekolahnya, ada gadis yang sangat dia sukai tapi gadis itu justru menyukai sahabatnya.
Akhirnya Keenan berselisih dengan sahabatnya itu, merasa tidak terima mulai dari situ Keenan mendekati gadis mana saja yang menurutnya cantik.
Keenan mengeluarkan jurus-jurus mautnya bahkan Keenan sering membohongi mereka supaya mereka mau berkencan dengannya.
Tapi dari semua gadis itu sampai sekarang tidak ada yang benar-benar dia sukai. Saat Keenan lepas perjaka pun justru bersama wanita bayaran yang dia sewa.
"Haist, kau membuat moodku memburuk!" ucap Keenan yang merasa terganggu dengan pertanyaan Tessa.
"Lebih baik kita habiskan malam ini berdua tanpa memikirkan apapun!" usul Tessa yang terus meneguk minumannya.
Keenan merebut gelas dari tangan Tessa karena dia tidak mau gadis itu mabuk. "Sudah cukup! Sepertinya hari ini kau cukup emosional!"
"Aku tidak mau memikirkan apapun hari ini," balas Tessa mengulang perkataan yang sama.
Karena merasa suasana hati Tessa buruk, Keenan mengajak Tessa untuk pergi dari bar. Dia mengantar Tessa pulang ke apartemen yang selama ini gadis itu tinggali.
"Tessa..." panggil Keenan saat sampai di parkiran apartemen. Pada saat itu Tessa tertidur di mobilnya. "Bangunlah! Kita sudah sampai!"
Tapi Tessa tidak juga bangun yang mana membuat Keenan mencari kunci apartemen dari tas Tessa.
Setelah mendapatkan pass card apartemen Tessa dengan terpaksa Keenan menggendong gadis itu untuk memasuki unit apartemen.
"Kau harus mengurangi berat badanmu!" keluh Keenan sambil memijit bahunya karena dia tadi menggendong Tessa seperti karung beras.
Sekarang gadis itu sudah terbaring di sofa, mungkin karena pengaruh alkohol, Tessa benar-benar seperti orang pingsan.
Keenan ingin pergi tapi atensinya teralihkan dengan kertas yang dicoret-coret oleh Tessa di atas meja.
Ternyata kertas itu adalah sebuah undangan pesta pernikahan.
"Pantas saja suasana hatinya buruk!" komentar Keenan saat tahu siapa yang mengundang Tessa.
Albert, mantan pacar Tessa yang meninggalkan gadis itu demi wanita lain. Wanita kaya, seorang putri pengusaha yang bisa membuat status Albert terangkat.
"Cih, laki-laki seperti ini tidak pantas untuk kau pikirkan atau kau tangisi!" decih Keenan yang melempar kertas undangan itu.
Tapi didetik itu juga, Keenan jadi berkaca dengan dirinya sendiri. Dan pertanyaan Tessa di bar tadi terus terngiang di kepalanya.
"Dasar brengseek!" Keenan mengumpati dirinya sendiri.
Akhirnya malam itu, Keenan memutuskan untuk menginap semalam di apartemen Tessa. Dia takut jika Tessa melakukan hal nekat seperti bunuh diri dalam keadaan mabuk.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" ucap Keenan kemudian.
Dia lebih memilih membawa Tessa masuk ke kamar kemudian dia sengaja mengikat tangan Tessa dan menyambungkan ikatan ke kakinya jadi saat Tessa bergerak, dia akan tahu.
"Ini akan aman," gumam Keenan yang merasa idenya sangatlah cemerlang.
Keenan kemudian tidur di samping Tessa tanpa beban.
Saat tengah malam tiba, Tessa terbangun, gadis itu merasa haus dan pusing sekali.
"Ck! Ini pasti karena aku terlalu banyak minum!" Tessa memegangi kepalanya.
Tessa ingin turun dari ranjang tapi dia merasa aneh karena satu tangannya terasa berat. Dan saat dia menoleh, Tessa terkejut bukan main ada Keenan di sampingnya.
"Kenapa bos playboy ini ada di kamarku?" gumam Tessa sambil berusaha melepas ikatan tangannya.
Tapi belum sempat ikatan itu terlepas, Keenan tiba-tiba memeluk dirinya. Parahnya tangan Keenan meraba bokongnya, mungkin lelaki itu menganggap Tessa adalah teman tidurnya.
"Bokongmu sintal nanti kita main gaya katak bertelur, ya?" Keenan mengingau dengan fantasi nakalnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Tri Haryanto
😀😀😀
2024-08-19
2
Sadiah Suharti
🤣🤣🤣
2024-06-04
1
Susi Susiyati
😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣gila q lngsung kesedak ludah gara2 katak bertelor😂😂😂😂😂😂😂
2024-05-20
1