Keenan datang ke sebuah club untuk bertemu teman-temannya. Di sana hanya dirinya yang datang paling telat.
"Akhirnya kau datang juga, Kee!" tegur Bastian, sahabat Keenan.
"Ada masalah sedikit," ucap Keenan dengan mendudukkan dirinya di samping Bastian.
"Sepertinya kau begitu sibuk merebut kursi presdir," sindir Luke.
Mereka bertiga bersahabat sejak sekolah menengah sampai sekarang.
"Berhenti mengolokku, aku hanya ingin bersenang-senang hari ini," ketus Keenan.
Tapi Luke kembali menggoda Keenan. "Apa kau sudah lapor pada Tessa? Di mana dia? biasanya kau tidak bisa lepas dari Tessa!"
"Tessa sebenarnya lebih cocok menjadi baby sitter dari pada sekretaris," tambah Bastian.
Bastian dan Luke menertawakan Keenan yang membuat lelaki itu menatap tajam pada kedua sahabatnya itu.
"Diamlah kalian! Tessa juga punya kehidupan sendiri, dia sedang berkencan sekarang," ucap Keenan yang membuat Bastian dan Luke saling pandang.
"Apa dunia akan kiamat? Seorang Tessa berkencan?" tanya Bastian tidak percaya.
"Aku pernah membaca ulasan mengenai Tessa di majalah bisnis, dia diprediksi tidak akan pernah menikah karena gila kerja dan mendedikasikan dirinya untuk keluarga Hoult," tambah Luke.
"Kalian menggunjing Tessa, itu hal yang buruk!" Keenan jadi tambah jengah. Tapi memang tidak biasanya Tessa menerima ajakan kencan seorang pria. "Aku rasa dia sedang butuh pelampiasan karena mantan kekasihnya menikah!"
"Albert Summer, dia sudah naik jabatan menjadi CEO di perusahaan keluarga istrinya," ucap Luke lagi.
"Come on Luke, kau ternyata biangnya gosip!" Bastian memukul sahabatnya sampai mereka terlibat adu pukul yang membuat Keenan geleng kepala.
Keenan tidak mau memikirkan Tessa lagi jadi dia minum beberapa teguk alkohol dengan mata mencari sasarannya. Banyak wanita cantik yang datang ke club itu karena memang club itu paling terkenal di kota.
Bahkan rata-rata isinya pengusaha dan wanita yang datang juga bukan dari kalangan sembarangan.
"Arah jam 12, dari tadi dia melihatku!" ucap Keenan yang sudah main mata.
Bastian dan Luke menghentikan perkelahian mereka, mereka melihat arah pandang Keenan yang tertuju pada gadis berambut pirang dengan memakai dress ketat berwarna merah.
"So sexy!" komentar Luke.
"Dia mangsaku, kalian carilah sendiri!" Keenan berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri target.
Rupanya target memang memberi respon, mereka berbincang sebentar dan memutuskan untuk memesan room di club itu.
Keenan menggandeng tangan wanita itu dan mengajaknya masuk ke room yang sudah dia pesan.
Saat masuk mereka saling bercumbu di atas sofa.
"Kau Keenan calon pemimpin Hoult Company, 'kan?" tanya wanita itu memastikan.
Biasanya Keenan akan menyombongkan dirinya tapi entah kenapa hari ini dia tidak bersemangat seperti biasa.
Apalagi saat wanita di depannya mulai membuka bajunya, Keenan jadi tidak tertarik.
"Pergi kau!" usir Keenan sambil melemparkan sebuah cek. "Tulis berapa pun yang kau mau!"
"A--apa?" wanita itu merasa tidak terima. "Ini penghinaan!?"
"Tiba-tiba saja aku mulas, sepertinya aku diare! Aku tidak mau kau mencium aroma busuk saat aku buang air besar," ucap Keenan memberi alasan.
Wanita itu segera memakai bajunya. "Ternyata kau jorok!"
"Setiap manusia hidup pasti mengalaminya jadi itu bukanlah sesuatu yang jorok! Intinya kau pergi sekarang juga!" Keenan mengibas-ngibaskan tangannya sampai wanita itu pergi.
Kemudian Keenan meraup wajahnya kasar. Dia meraih ponselnya dan menghubungi Tessa.
"Bos?" sahut Tessa saat panggilan masuk dari Keenan.
"Kau di mana sekarang? Cepat susul aku, kau lupa membeli pengaman!" perintah Keenan kemudian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Modus...pdhl ingin menggagalkan kencan Tessa..
2023-03-10
3
Princess Ren
bos Lucknut 🤣🤣🤣🤣🤣
2023-03-02
1
Dara Utami
suka sama tessa ya kee😃
2023-02-14
0