Lagi-lagi Keenan diremehkan, lelaki itu kesal setengah mati. Dia ingin hidup sendiri dan mandiri seperti kedua sahabatnya atau dia akan terus diperolok oleh mereka.
"Lantas barang-barang ini untuk apa, Mom?" tanya Keenan yang tidak tahu menahu.
"Ini barang-barang kakakmu, dia akan segera pindah," jawab Silver yang melanjutkan pekerjaannya. Percuma dia menegur Keenan karena anak laki-laki itu hanya takut pada suaminya.
"Kak Flo mau pindah? Tapi kenapa aku tidak boleh!" protes Keenan.
"Kakakmu sudah menikah sementara kau?" Silver jadi emosi lagi.
Bersamaan dengan itu, Axe -- kakak ipar Keenan lewat. Dia jadi panik karena melihat mertuanya emosi. Axe takut Silver mengalami sakit kepala.
"Mama mertua, tidak apa-apa?" tanya Axe cemas.
"Aku tidak apa-apa, kau lebih baik naik ke atas membantu Flo!" Silver tidak mau menambah emosi menghadapi menantu laki-lakinya yang kadang tidak punya akhlak.
"Tapi mama mertua sepertinya tidak baik-baik saja. Tunggu ya, aku akan mengambil stok obat sakit kepala yang aku beli dari berbagai negara. Mama mertua mau obat sakit kepala dari negara apa? Perancis, Rusia, Belanda, Korea atau Jepang?" tanya Axe yang membuat Silver naik pitam.
Silver memegangi kepalanya dan berteriak memanggil suaminya.
"Grey... anak dan menantu laki-lakimu membuatku kewalahan!" teriaknya.
Axe dan Keenan saling pandang kemudian kabur untuk menyelamatkan diri.
"Hahaha!" Tessa tertawa melihat betapa lucunya keluarga itu.
Grey yang mendengar teriakan istrinya segera mendatangi Silver.
"Kenapa, Honey? Apa Keenan sudah pulang?" tanyanya.
Tidak perlu menunggu jawaban Silver, keberadaan Tessa sudah menjadi jawaban akan pertanyaannya barusan.
"Tessa, ikut aku!" perintah Grey kemudian.
"Baik, Tuan!" Tessa mengikuti Grey ke ruang kerja bos besarnya itu.
_
_
_
_
Bukannya kembali ke kamarnya, Keenan justru ke kamar kakak perempuannya. Sebentar lagi, Keenan akan berpisah dengan saudaranya itu.
"Kak..." Keenan membuka pintu kamar Flo begitu saja. Dan saat pintu terbuka, matanya ternodai karena melihat Flo dan Axe yang tengah bercumbu di atas ranjang. "Oh, my eyes!"
Flo langsung mendorong dada suaminya dan menatap Keenan yang menutup wajahnya.
"Seharusnya kau ketuk pintu dulu, Kee!" kesal Flo, bagaimana kalau tadi dia dalam keadaan tanpa busana. Beruntung Axe belum melucuti bajunya.
"Kenapa juga pintunya tidak dikunci, aku kira kau berkemas!" ucap Keenan membela diri.
"Bisakah kau keluar sekarang? Kau mengganggu proses pembuatan anak! Aku ingin Flo cepat hamil supaya papa mertua senang!" Axe berusaha mengusir Keenan dari kamarnya.
"Tidak mau, aku mau bicara pada kakakku!" tolak Keenan.
"Membuat keponakan untukmu jauh lebih penting jadi kau pergi sana!" Axe tetap mengusir adik iparnya.
Dasarnya Keenan keras kepala, dia tetap kukuh tidak mau pergi yang mana membuat Axe akhirnya mengalah.
"Sepuluh menit aku meminjamkan istriku, lebih dari itu, habislah kau!" ancam Axe sebelum keluar kamar.
Flo menatap Keenan dan Axe bergantian kemudian menggelengkan kepalanya. Dia merasa kedua lelaki berbeda usia itu sama saja.
"Kenapa, Kee?" tanya Flo kemudian.
Keenan duduk di samping kakaknya dan menatap wanita yang usianya tiga tahun lebih tua dari dirinya itu.
"Jadi aku akan menjadi paman?" tanyanya.
"Belum kan masih proses tapi aku berharap cepat hamil," sahut Flo dengan mengusap perutnya.
"Semua orang cepat berubah hidupnya tapi aku kok masih gini-gini aja ya, Kak!" keluh Keenan.
_
_
_
_
Kemarin hutang 2 BAB ya bestoy jadi direkap aja, up 7 bab untuk hari ini.
Jangan lupa like dan komennya. Kalo bisa tambah gift dan votenya😅
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Tara Lestari
🤣🤣🤣lucuuu
2025-01-25
0
nobita
keluarga yg pada somplak... mama, papa, Ken, Flo, Axe sang menantu... semua sama...
2023-07-06
5
S Aisyah S
😅😅😅
2023-02-13
1