Tessa mendengus kasar setelah selesai menerima panggilan dari Keenan. Dia memejamkan mata sambil mengatur nafasnya supaya bisa mengontrol emosinya.
"Tessa..." panggil Kevin di seberang meja.
Saat ini mereka tengah makan di sebuah restaurant, Kevin sudah memesan tempat itu jauh-jauh hari karena menyesuaikan jadwal Tessa.
Mereka duduk saling berhadapan, suasananya sangat romantis tapi suasana itu berubah saat ponsel Tessa berbunyi.
Tessa membuka mata dan menatap Kevin. "Ini tidak akan berhasil Kevin jadi untuk kedepannya kita tidak usah bertemu lagi secara pribadi jika tidak menyangkut pekerjaan!"
"Apa? Apa ini karena bosmu yang labil itu?" kesal Kevin yang tahu bagaimana Keenan.
"Jangan menyebutnya seperti itu Kevin!" Tessa selalu tidak suka jika ada yang menghina bosnya.
"Tapi memang seperti itu kenyataannya. Keenan tidak akan bisa menjadi pemimpin, dia pasti akan menghancurkan perusahaan keluarganya," ucap Kevin lagi.
"Cukup Kevin!" Tessa berdiri sambil melempar beberapa lembar uang. "Aku yang traktir! Sekarang aku permisi!"
Tessa segera pergi dari restaurant itu tanpa memperdulikan Kevin yang terus memanggil namanya.
Sebelum menyusul Keenan, Tessa pergi ke sebuah swalayan dan membeli beberapa pengaman. Bahkan dia tahu pengaman apa yang disukai Keenan.
Setelah selesai membayar, Tessa buru-buru masuk ke dalam taksi yang menunggunya kemudian dia memberi instruksi pada supir taksi untuk pergi ke club di mana Keenan berada.
_
_
_
_
"Tessa..." panggil Bastian dan Luke dengan keras saat melihat Tessa memasuki club.
Atensi Tessa kini tertuju kepada dua lelaki itu. Dia mendekati Bastian dan Luke dengan wajah gusar.
"Jadi kalian ada di sini? Kenapa tidak kalian saja yang membeli pengaman, teman kalian itu mengganggu waktuku!" kesal Tessa.
Bastian dan Luke justru tertawa, mereka sudah menduga jika Keenan ujung-ujungnya akan memanggil Tessa.
"Lebih baik kau cepat datangi bosmu di suite room, pasti dia sudah menunggumu!" ucap Bastian.
Karena tidak mau membuang waktu, Tessa mencari di mana Keenan berada.
Saat sampai, Tessa mengetuk pintu dahulu sampai Keenan membukanya.
"Kau sudah datang?" tanya Keenan tanpa rasa bersalah.
Tessa menatap tajam pada bosnya itu, dia kemudian mengambil pengaman dari tasnya dan menempelkannya di dada Keenan. "Kau sungguh bos paling menyebalkan di seluruh dunia!"
Keenan menangkap tangan Tessa yang ada di dadanya dan menarik gadis itu masuk ke dalam kamar. "Masuklah terlebih dahulu!"
Rupanya Tessa memberontak. "Aku hari ini tidak mau mendengar suara percintaanmu, Bos. Setiap kali aku mendengarnya telingaku langsung berpenyakitan!"
"Penyakit apa? Itu namanya bukan penyakit tapi..." Keenan berbisik di telinga Tessa. "Kau terangsang, 'kan?"
"Aku akan pura-pura tidak mendengarnya!" Tessa berusaha menjauhkan diri. Dia ingin menutupi wajahnya yang mengeluarkan semburat merah.
"Wah, ternyata kau malu. Itu artinya perkataanku benar adanya," goda Keenan.
"Kau memang gila, Bos!" kesal Tessa yang akhirnya mendorong Keenan. "Lanjutkan urusan pedang panjangmu itu! Dan jangan ganggu aku lagi!?"
Tessa membalik badannya tapi Keenan tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Sebenarnya pedang panjangku sedang tidak berfungsi jadi aku tidak memiliki teman kencan hari ini," ungkap Keenan.
Pupil mata Tessa membulat mendengarnya, dia jadi berpikiran yang tidak-tidak. "Bukankah kemarin masih berfungsi? Apa sekarang kau terkena impoten dini, Bos?"
"Bukan seperti itu..." Keenan susah menjelaskan situasinya. "Aku tiba-tiba tidak bernafsuu pada teman kencanku!"
"Ah, apa itu gejala lemah syahwat?" tanya Tessa khawatir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Wardah Wilda
😀😀😀😀
2024-10-27
2
Nana Niez
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ngakak trs dri bab awal
2024-05-07
1
mama galaau
kee... jujur sama tessa
km tuh pengen sama tessa, tp atas dasar cinta...😘😘😘
2023-06-07
1