Keesokan paginya, Keenan terbangun dan kaget mendapati seluruh tubuhnya terikat. Dia jadi panik sendiri.
"Tessa... Tessa..." teriak Keenan memanggil sekretarisnya itu.
Tak lama Tessa masuk kamar dengan wajah masam.
"Sudah bangun? Nyenyak tidurnya?" tanya Tessa penuh cibiran, dia masih ingat jelas saat Keenan menggerayangi tubuhnya. Tapi dia memakluminya karena lelaki itu juga tidak sadar.
Tessa mendekat dan membuka ikatan di tubuh Keenan.
"Seharusnya kau itu bersyukur padaku karena aku menyelamatkanmu dari ambang kematian!" kesal Keenan.
"Ambang kematian bagaimana?" tanya Tessa yang tidak mengerti.
"Mantan pacarmu itu menikah bukan? Aku takut kau bunuh diri!" Keenan mengeluarkan yang ada di kepalanya.
"Astaga! Jadi ini alasan kenapa kau bisa mengikatku semalam? Dengarkan aku Keenan Ocean Hoult, aku bukanlah orang yang berpikiran sempit seperti itu! Aku adalah orang yang menghargai diriku sendiri lebih dari apapun!" tegas Tessa.
Keenan menganggukkan kepalanya. "Lega rasanya! Aku tidak mau repot mencari sekretaris baru!"
"Bilang saja kau ketergantungan padaku, Bos. Bahkan pakaian dalammu, aku yang membelinya!" sindir Tessa.
"Ah, kalau itu, aku merasa malu membeli pakaian dalam!" Keenan memberikan alasannya.
" Yang malu seharusnya aku, Bos!" kesal Tessa.
Tessa melemparkan handuk pada Keenan dan meminta bosnya itu mandi.
"Mandi dan cepatlah pulang, Bos. Untung hari ini weekend jadi kita libur kerja!" tambahnya.
"Jadi sudah weekend, ya? Di mana ponselku?" Keenan mencari ponselnya dan melihat notifikasi grup chat yang mengajaknya untuk hangout. "Karena sibuk bekerja dan mempersiapkan proyek, aku jadi melupakan kesenanganku!"
Mendengar itu, Tessa hanya bisa menghela nafasnya. Keenan memang akan serius saat bekerja tapi lelaki itu juga masih haus untuk bermain dan bersenang-senang.
"Orang kaya dari lahir pasti seperti itu," gumam Tessa.
Sambil menunggu Keenan mandi dan bersiap, Tessa melanjutkan masakannya yang dia tinggal saat Keenan memanggilnya tadi.
Tessa yang sudah biasa hidup mandiri begitu lihai mengolah makanan. Dia memasak dua porsi untuknya dan juga Keenan.
"Bos, makanannya sudah siap! Dan cepatlah pergi dari apartemenku!" ucap Tessa memanggil Keenan.
Keenan terpaksa memakai bajunya lagi, dia berencana tidak pulang jadi dia harus meminta Tessa membelikannya pakaian dalam dan juga baju.
"Aku tidak mau!" tolak Tessa dengan tegas.
"Kau berani menolak perintah bosmu, ya? Ada tambahan bonus saat kau bekerja weekend begini," ucap Keenan memaksa.
"Aku juga punya kehidupan, Bos. Selama 3 tahun ini, aku tidak mengambil cuti jadi sekarang aku mau menjalani hidupku! Aku akan berkencan dengan Kevin!" jelas Tessa.
Keenan kaget mendengarnya, tentu dia tahu Kevin itu siapa. Lelaki itu asisten pribadi, mantan tunangan kakaknya. Dulu Tessa terlibat dengan Kevin karena ada masalah antara kakaknya dan tunangannya. Keenan tidak tahu kalau Tessa menjalin hubungan sampai sekarang.
"Kau benar berkencan dengan Kevin? Ini hanya pelampiasan karena mantan pacarmu menikah, 'kan?" tanya Keenan memastikan.
"Itu bukan urusanmu, Bos. Aku tidak pernah mencampuri urusan pribadimu jadi kau jangan ikut campur urusan pribadiku!" tegas Tessa.
"Tentu saja urusanku kalau kau sampai disakiti seperti yang dilakukan mantan pacarmu!" ucap Keenan menggebu-gebu. Entah kenapa Keenan tidak suka mendengar Tessa berkencan.
"Aku bukan wanita cengeng seperti wanita yang sering kau tiduri, Bos! Jadi tidak perlu mengkhawatirkan aku!" sahut Tessa. Dia tetap menghargai perhatian Keenan padanya.
"Maka dari itu..." Keenan jadi bingung sendiri. "Kau satu-satunya wanita yang tidak pernah aku bohongi jadi aku tidak mau kau dibohongi laki-laki lain!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Arik Kristinawati
kok mles ya....ada BOS yg usianya 23 thn sy rasa kurang jreng deh....ya....msih okelah klo 25 th itu pas....ini ni msih piyik gak tlalu suka yg croco2 deh thorr
2023-05-20
4
harmawati fathindy
🤭🤣🤣🤣🤣hagahahahahahahahahahahahaaaaa
2023-04-26
1
Liaali
kek istrii wkwk
2023-04-09
0